Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 19. Bertemu nenek Moya


__ADS_3

"Mom, sini!" panggil daddy Hasbu. Mom Awah menghampirinya.


"Kenapa, dad?" tanya mom Awah.


"Lihat rumah ini. Rumah ini ada di ujung jalan" ucap daddy Hasbu. Ia berada di tengah jalan dan melihat sekitarnya.


"Kau benar dad. Apa ini rumah yang di maksud IRT tadi?" tebak mom Awah.


"Bisa jadi" jawab daddy Hasbu.


"Berarti ibu tadi adalah nenek Moya?" ucap mom Awah.


"Coba kita tanya padanya" ucap daddy Hasbu. Mom Awah menganguk dan mereka menghampiri lansia yang mereka temukan di jalan tadi.


"Maaf bu, kami ingin bertanya. Apakah ibu tahu di mana rumah yang bernama nenek Moya?" tanya mom Awah.


"Saya nenek Moya" nenek Moya memgamg dadanya. " Memang ada apa kamu mencariku?" tanya nenek Moya.


Mom Awah bernafas lega. Mom Awah memanggil nenek Moya dengan sebutan ibu, karena baginya nenek Moya seumuran dengan sang Mama jika dia masih hidup.


"Boleh kita bicara di dalam, Bu?" ucap mom Awah.


" Oh tentu nak, ayo masuk!" ajak nenek Moya.


Daddy Hasbu dan mom Awah masuk ke dalam rumah itu. Mom Awah memperhatikan isi dan keadaan rumah milik nenek Moya.


' sangat kumuh ' itulah kira-kira isi pikiran mom Awah.


"Ayo duduk nak! Maaf kursi nenek sudah banyak yang berlubang" ucap nenek Moya. kursi-kursi yang ada di ruang tamu yang terbuat dari kayu sudah banyak yang patah.


"Tidak apa Bu, ini masih bisa untuk diduduki" jawab mom Awah.


" Sebenarnya, ada apa kalian mencariku?" tanya nenek Moya, setelah kedua tamunya duduk.


" Sebenarnya, saya mencari rumah gadis yang bernama Ayla, tapi di sini tidak ada yang mengenal nama itu. Mereka hanya tahu seseorang gadis yang bernama Putri yang tinggal bersama neneknya bernama nenek Moya" jawab mom Awah. Kemudian di lanjutkan oleh daddy Hasbu.


" Makanya kami mencari anda, karena kebetulan gadis yang kami cari juga hanya tinggal berdua bersama dengan neneknya saja. kedua orang tuanya telah meninggal" ucap daddy Hasbu. Mom Awah mengangguk membenarkan perkataan suaminya.


" Lahh...Ayla itu cucu saya" ucap nenek Moya.


" Hah..Ayla itu cucu ibu?" mom Awah kaget dan bertanya untuk memastikan.


" Benar. Mereka memang tidak mengenal nama Ayla yang mereka tahu hanya Putri, Karena itu adalah nama panggilan rumahnya selama kedua orang tuanya masih hidup" jawab nenek Moya.


" Ohh..pantas saja" ucap mom awah.

__ADS_1


"Kenapa kalian mencari cucuku?" tanya nenek Moya.


"Itu..." mom Awah merasa takut-takut untuk mengatakannya. takut membuat nenek Moya shock.


"Cucuku hari ini tidak ada di rumah, sejak dia berangkat ke sekolah pagi tadi. Aku tidak tahu di mana dia saat ini. dia tidak pernah sepertinya sebelumnya" nenek Moya lebih dulu memberitahu sebelum mom Awah berbicara.


Mom Awah dan daddy Hasbu saling pandang, kemudian daddy Hasbu menganggukan kepalanya agar sang istri segera mengatakannya.


" Bu, sebenarnya kami tahu di mana Ayla berada, tapi..." ucap mom awah dan menjeda ucapannya.


"Kalian tahu? di mana dia?" tanya nenek Moya sangat ingin mengetahuinya. Mom Awah menghilang nafas kemudian berpindah duduk di samping nenek Moya.


"Bu, sebenarnya Ayla saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Terjadi insiden di perjalanan sebelum Ayla sampai di rumah" ucap mom Awah.


"Astaghfirullah... Bagaimana bisa? Bagaimana ceritanya Ayla bisa dibawa ke rumah sakit?" tanya nenek Moya. Ia begitu kaget mengetahui cucunya dirawat di rumah sakit.


"Maafkan kami Bu, ini kelalaian kami. sebenarnya sepulang sekolah tadi, Ayla bermain ke rumah kami. Dia bersahabat dengan putri bungsu kami, namun saat di perjalanan pulang Ayla dihadang sekelompok preman dan mereka melakukan hal yang tidak senonoh dan melakukan kekerasan pada Ayla"


" Hal itu membuat Ayla pingsan dan trauma" lanjut mom Awah kembali.


Mendengar cerita itu, nenek Moya tambah kaget. Ia memegang dadanya dan nafasnya mulai tersengal-sengal. Nenek Moya perusahaan mengatur nafasnya kembali.


"Huffthh.."


"Apa ibu baik-baik saja?" tanya mom Awah. Nenek Moya mengangguk.


"Sebelum kami ke sini, Ayla sempat histeris dan dokter kembali memberikan obat bius pada Ayla agar kembali tenang" jawab mom awah.


"Kasihan sekali cucuku" gumam nenek Moya.


" Di rumah sakit mana dia dirawat? bisa kalian antar saya ke sana?" tanya nenek Moya.


"Tentu Bu, itu tujuan kami mencari ibu" jawab mom Awah.


" Tapi kami harus kembali ke rumah kami terlebih dahulu. baru kami kembali ke sini menjemput ibu dan kita akan sama-sama ke rumah sakit" daddy Hasbu menyela.


" Tidak apa-apa, saya akan menunggu" ucap nenek Moya. Ia tidak keberatan untuk menunggu asalkan dia bisa melihat cucunya.


" Baiklah, bu. kami pamit pulang dulu. pukul 07.00 nanti kami akan menjemput ibu di sini" ucap mom Awah.


" Iya, nak" jawab nenek Moya. Ia mengantar keduanya sampai di depan pintu rumah.


...----------------...


Sedangkan di rumah sakit, sepeninggalan orang tuanya, Dista masih setia menunggu Ayla sadar. Dia duduk dan menatap Ayla yang masih memejamkan matanya.

__ADS_1


"Ay, bangunlah. Aku kesepian di sini" ucap Dista lirih. Ia mengusap-usap telapak tangan Ayla dengan telunjuknya.


"Semua ini salahku. ini tidak akan terjadi kalau aku tidak menyuruhmu untuk mengantarku pulang" ucap Dista merasa menyesal.


Huft....


Dista menghela nafas berat.


"Kau tahu aku sangat bahagia saat mommy dan daddy menerimamu sebagai sahabatku dan menganggapmu sebagai putri mereka" ucap Dista seraya tersenyum memandang wajah Ayla yang tertidur.


Dista kembali terdiam. Dia nampak melamun entah apa yang dia pikirkan. Tak berselang lama terdengar suara pintu kamar rawat Ayla terbuka membuat Dista tersadar dari lamunannya.


Dia menoleh ke arah pintu dan ternyata yang datang adalah mommy dan daddy'nya, tapi dia juga melihat seorang nenek-nenek di belakang mereka.


"Siapa itu?" batin Dista.


"Mommy, daddy, kalian sudah datang?" tanya Dista. Padahal sudah jelas-jelas ia melihat keduanya berjalan ke arahnya.


"Iya sayang. Ini pakaianmu dan makanan" ucap mom Awah. Ia memberikan kotak berisi makanan pada putrinya.


Dista menerimanya dan memperhatikan nenek tadi yang datang bersama orang tuanya.


"Mom, nenek itu siapa?" tanya Dista.


"Oh itu, dia neneknya Ayla namanya nenek Moya" jawab mom Awah.


"Neneknya Ayla? kalian tahu di mana rumahnya Ayla?" tanya Dista pada keduanya.


"Tentu sayang. Apa kau lupa Daddy ini siapa?" ucap daddy Hasbu.


"Akhh..iya, Daddy pasti tahu segalanya. apalagi jika orang itu dekat dengan kita" ucap Dista.


"Nah..., itu tau" ucap daddy Hasbu. Ia menekan hidung putrinya dengan jari telunjuknya. Dista cengengesan diperlakukan seperti itu oleh sang daddy.


Dista kembali menatap nenek Moya yang berada di dekat Ayla. Dia tampak mengeluarkan air matanya, membuat rasa bersalah kembali menghantuinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


NEXT...


__ADS_2