
Pagi hari yang berbeda di mansion Smith, karena pagi ini adalah ulang tahun sang nona muda Smith yaitu Dista Mutiara Smith. Di mana pagi ini di gelar acara syukuran dengan mengundang anak-anak panti.Taman belakang mansion tampak sangat ramai anak-anak kecil yang berkeliaran.
Berbagai makanan tersaji di meja panjang. Mom Awah, daddy Hasbu, Dista, Ayla, dan Dimas membagikan makanan-makanan itu pada anak-anak. Ada juga anak panti yang masih sangat kecil. Dia baru berumur 5 lima bulan.
Mom Awah yang merasa gemas melihat anak itu, meminta untuk menggendongnya.
" Boleh saya gendong bayinya ?" tanya mom Awah.
" Tentu nyonya " ibu panti memberikan bayi itu pada mom Awah.
Mom Awah dengan senang hati menerima bayi itu. Bayi itu memiliki mata yang sipit, pipi yang sedikit gembul membuat mom Awah terkekeh melihatnya.
" Siapa namanya ?" tanya mom Awah.
" Namanya Laura "
" Haii.. Laura" mom Awah menyapa bayi itu.
Acara berlangsung sangat seru, karena Ayla dan Dista membuat sebuah permainan dengan menyanyikan lagu kereta apa untuk anak-anak. Di saat nyanyi itu sudah habis dan mereka menangkap satu anak, mereka akan menyuruh anak itu untuk berjoget atau bernyanyi. Mereka juga memberikan kue dan hadiah,nsehingga gelak tawa dan senyum bahagia selalu terlihat dari wajah anak-anak panti.
****
Acara yang berlangsung di pagi hari tadi bersama anak-anak panti, kini sudah selesai. Hari sudah mulai menjelang sore. Para pekerja mansion yang bertugas membuat makanan untuk para tamu malam nanti, tampak berlalu lalang.
Pesta ulang tahun Dista di adakan dua kali, yaitu pagi dan malam. Acara malam adalah puncak dari pestanya, karena di sanalah orang akan berpesta sebaga Para rekan bisnis daddy Hasbu akan hadir Mambawa keluarga mereka masing-masing. Pesta akan di mulai pukul 19:00.
Dista dan Ayla masih berada di kamar mereka dan belum bersiap sama sekali. Mereka masih tidur, karena merasa lelah. Apalagi ini baru saja pukul 15: 58.
...----------------...
Di tempat berbeda, di apartemen Jaki, mereka tengah berkumpul di kamar Jaki.
" Bagaimana kalau kita berpesta malam ini ? kita ajak geng motor kita " ucap Niko.
Jaki dan Niko adalah anak motor yang suka balap-balapan. Mereka memiliki tempat balapan mereka sendiri.
" Gua setuju " kata Jaki.
" Gua nggak bisa. Gua harus ke rumah Dimas nanti malam, karena adiknya sedang merayakan hari ulang tahunnya " Sinta tidak bisa ikut berpesta.
" Lu kan bisa cari alasan untuk tidak hadir di pesta itu " kata Jaki.
" Mereka akan curiga nanti. Apalagi gua sudah janji sama mommy-nya untuk datang "
"Yah..sayang sekali. Padahal pesta kita akan sangat seru " kata Jaki.
" Benar sekali " Niko membenarkan perkataan Jaki.
" Kan nanti malam lu haru pergi, jadi lu harus memuskan gua lebih dulu baru boleh pergi" Niko yang sejak tadi bersandar di kepala ranjang dan duduk bersebelahan dengan Sinta, langsung menariknya.
Niko memasukkan tangannya ke dalam kain segitiga milik Sinta dan bermain di sana. Suara aneh Sinta keluar, karena merasa terbuai. Niko tersenyum melihat itu. Dia lebih dalam memasukkan tangannya.
__ADS_1
Jaki yang melihat mereka barmain ingin ikut juga. Dia menarik Sinta dari Niko dan menahan kedua kakinya. Niko yang juga sudah di penuhi oleh ha***tnya, langsung mengeluarkan miliknya dan menghentakkannya dengan sedikit kasar.
Jaki membawa kedua tangan Sinta ke lehernya dan menahannya. Sehingga Sinta tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya suara-suara aneh saja yang terdengar.
Malam harinya
Tampak para tamu sudah mulai berdatangan ke mansion Smith untuk memenuhi undangan pesta ulang tahun nona muda Smith.
Di kamar, Dista sudah tampak sangat cantik dengan gaun berwarna merah muda. Gaun itu memiliki panjang hingga mata kaki. Gaun yang mengembang seperti princess dan rambut yang di gerai dengan sedikit cacingan di dekat kedua pipinya.
Ayla juga sudah siap dan tampak cantik seperti Dista. Dia juga menggunakan gaun berwarna putih dengan sepanjang betis saja.
" Sayang, ayok. Semua tamu sudah datang dan ini giliran mu " mom Awah muncul di balik pintu dan mengajak putrinya keluar.
" Ayok mom, Dista juga sudah siap "
Ke tiga wanita cantik itu berjalan bersama menuruni tangga. Mereka berjalan saling bergandengan dengan Dista berada di tengah. Mereka menghampiri meja yang sudah ada kue besar di atasnya.
Daddy Hasbu dan Dimas tersenyum ke arah mereka. MC juga sudah mengucapkan sambutan untuk sang pemilik pesta.
" Kita sambut sang nona muda Smith malam ini " Suara musik dan nyanyian happy birthday terdengar mengiringi langkah ketiga wanit tersebut.
Suara nyanyian potong kue terdengar riuh. Dista memotong kue besar dengan tiga tingkat di depannya dengan pisau panjang. memotongnya dengan bentuk segitiga memindahkannya ke piring. dia lalu memotong menggunakan sendok dan mengarahkan kue itu ke mulut sang Mommy.
" Potongan pertama aku berikan kepada wanita yang ada melahirkanku, mommy "
Mom Awah menerimanya dengan tersenyum dan berterima kasih. Tidak lupa juga dia mengecup kening putrinya.
" Potongan ketika ku berikan pada saudaraku tercinta, kak Dimas "
" Dan potongan terakhir aku berikan kepada sahabatku, Ayla " Dista juga menyuapimu Ayla sepotong kue .
Ayla merasa terharu dan memeluk sahabatnya. mereka saling berpelukan seperti teletubbies. Suara riuh tepukan tangan terdengar dari para tamu.
Setelah acara potong kue kini giliran para tamu yang memberi ucapan selamat ulang tahun kepada sang mona mudah Smith dan memberikan kado yang mereka bawa.
Dari arah pintu masuk pesta, tampak seorang wanita berjalan ke arah sang pemilik pesta dengan anggun. Dimas tersenyum melihat wanita itu dan menghampirinya.
" Aku kira kamu tidak bakal datang " Dimas menggandeng tangan wanita itu yang ternyata sang kekasih.
"Tidak mungkin aku tidak akan datang, sayang "
Dimas dan Sinta berjalan bersama menghampiri Dista.
" Selamat ulang tahun Dista. Ini hadiah dariku" Sinta memberikan sekotak kado untuk Dista.
" Terimakasih, kak " Dista menerima kado itu dengan senyum terpaksa. Ia masih tidak suak dengan kekasih kakanya.
" Makanlah dulu, Sinta " ucap mom Awah.
" Iya, mom "
__ADS_1
Sinta dan Dimas mencari tempat duduk untuk mereka berdua. Mereka duduk bersama di salah satu meja. Mereka saling bercerita bersama.
" Aku anda minuman dulu ya " Sinta berdiri dan ingin mengambil minuman di meja yang sudah di sediakan.
" Biar aku saja yang mengambilkanya untukmu " Dimas menahan Sinta.
" Tidak perlu, biar aku saja. Kamu mau apa? aku akan mengambilkannya untukmu juga "
" Baiklah. Aku mau jus orange saja "
" Oke "
Sinta berjalan mengambil minuman untuk dirinya dan kekasihnya. sebelum mengambil dua gelas minuman itu, Sinta memperhatikan sekitarnya apakah pada orang yang melihatnya. Setelah merasa aman dan semua orang tampak sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Sinta mengeluarkan sesuatu dari balik branya.
Dia menuangkan sebuah bubuk ke dalam salah satu minuman yang ada di depannya. setelah semuanya selesai, dia kembali menemui kekasihnya.
" Ini minumanmu sayang " Sinta memberikan minuman itu.
" Terimakasih sayang " Dimas meminum minuman dengan sedikit-sedikit.
Dimas kembali mengajak Sinta berbicara. Sampai akhirnya, Dimas merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Dia merasa gerah.
" Kenapa malam ini sangat panas? padahal kita di ruangan terbuka "
" Masa sih? aku tidak merasa panas sama sekali " ucap Sinta.
" Entahlah, aku juga tidak tahu. Akhh.. tunggu di sini, aku akan berganti pakaian dulu. Si iapa tahu bajuku yang panas "
" Perlu aku temani ?" tanya Sinta.
" Nggak perlu "
Dimas meninggalkan Sinta di sana. Dia berjalan masuk ke dalam manssion dan menuju kamarnya. Selama berjalan, Dimas sudah merasa tidak enak dengan tubuhnya. Dia berjalan sempoyongan seperti orang mabuk, padahal dia tidak minum wine sama sekali.
" Arkhhh..aku sudah tidak tahan " Dimas merasa kesakitan.
Brukkk...
Dimas bertabrakan dengan seseorang, sehingga membuatnya terjatuh.
" Maaf kak " ucap orang itu.
Dimas yang tidak sengaja bersentuhan kulitnya dengan orang itu, merasa ada yang aneh dengan dirinya. Badannya terasa dingin saat bersentuhan. Dimas yang sudah tidak kuat lagi menahan rasa panas pada tubuhnya, menarik orang itu ke kamarnya.
Arkhhh...Tolo..hmptt...
.
.
NEXT..
__ADS_1