Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 84. Keguguran


__ADS_3

Sebelum kedatangan Dimas


Setelah daddy Hasbu memperintahkan pak Jang untuk meretas CCTV yang ada di sekolah SMA jaya biru, kini daddy Hasbu bergabung dengan istri dan putrinya.


Tak berselang lama, terlihat aunty Caca berlari ke arah mereka dan langsung masuk ke dalam ruang IGD. Hal itu membuat mom Awah dan Dista serta daddy Hasbu saling pandang.


Perasaan Mom Awah semakin khawatir dengan kondisi Ayla. Ia melangkah lebih dekat dengan pintu ruang IGD agar saat aunty Caca selesai menangani Ayla , ia bisa langsung menanyakannya.


Beberapa menit kemudian aunty Caca tampak keluar dari ruang IGD. Dia melihat keluarganya dengan tatapan yang tak terbaca. Bisa di bilang tatapan kosong, tapi terlihat juga seperti seseorang yang kebingungan.


" Ca, bagaimana keadaan Ayla?" mom Awah langsung menanyakan keadaan Ayla saat aunty Caca sudah keluar.


Aunty Caca tidak langsung menjawabnya. Ia memejamkan matanya sejenak, lalu menarik nafas. Ia kemudian menatap mom Awah dengan tatapan sendu.


" Ca, bagaimana kondisi Ayla? jangan diam saja seperti ini" mom Awah meraih tangan aunty Caca agar dia sadar dan segera mengatakannya.


" Kak..." panggil aunty Caca sambil memeluknya. Ia kemudian menangis di pelukan mom Awah.


" Jangan seperti ini, Caca! jangan membuat kakak berpikir yang tidak-tidak" Mom Awah melepaskan pelukan aunty Caca dan memegang kedua bahunya. Mom Awah sudah berfikir negatif dengan kondisi Ayla.


" Ayla keguguran, kak" jawab aunty Caca pelan. " Kita kehilangan calon cucu kita" tambah aunty Caca lagi, saat melihat mom Awah menatapnya tidak percaya.


" Ap..apa!!" mom Awah sungguh kaget. Tubuhnya tiba-tiba lemas dan hampir terjatuh, untung saja aunty Caca menahannya.


" Bagaimana bisa, Ca? apa terjatuhnya Ayla sangat fatal, sehingga dia sampai keguguran seperti itu?" mom Awah kembali bertanya untuk memastikan separah apa kondisi Ayla. Ia kembali memegang bahu sang adik dan menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Sangat, kak. Mengingat kondisi kehamilan Ayla yang masih lemah dan benturan di pinggang belakangnya yang begitu keras, membuat Ayla mengalami pendarahan yang hebat" aunty Caca menjelaskannya.


Mom Awah yang mendengar itu semakin sedih. Ia berjongkok dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya seraya menangis, sedangkan Dista, dia sangat kaget dan tidak menyangka Ayla akan mengalami keguguran.


Dista langsung memeluk daddy-nya dan menangis tepat di dadanya. Daddy Hasbu tidak menangis, tapi dia juga merasa sedih mendengarnya. Daddy Hasbu hanya memeluk putrinya dengan erat dan mengusap rambutnya agar Dista merasa tenang.


Daddy Hasbu hanya bisa melihat istrinya yang berjongkok di dekat pintu ruang IGD. Dia tidak menghampirinya, karena ada Dista yang sedang memeluknya. Dia juga tidak mungkin mengabaikan putrinya yang bersedih. Apalagi sudah ada Caca yang menenangkan istrinya.


Setelah cukup lama mereka menangis dan menenangkan diri mereka, kini mom Awah kembali bertanya pada adiknya.


" Sekarang keadaan Ayla bagaimana?"


" Ayla masih dalam keadaan pingsan dan juga pengaruh obat bius, tapi beberapa jam kedepan Ayla akan sadar"

__ADS_1


" Hufft... baiklah, lakukan saja yang terbaik, Ca" mom Awah menghembuskan nafasnya dan aunty Caca pun mengangguk mendengar perkataan mom Awah.


" Apa Ayla sudah bisa di pindahkan?" tanya mom Awah.


" Sudah. Setelah Ayla bersih, kami akan memindahkannya" mendengar itu mom Awah mengangguk.


Mom Awah kemudian kembali duduk di kursi tunggu, di mana daddy Hasbu masih berdiri di sana dan Dista sudah berada di dalam gendongannya seperti kuala.


Dista yang menyadari ada mommy di kursi ia pun meminta untuk turun. Daddy Hasbu pun menurunkannya dan Dista duduk di sebelah sang mommy.


Saat mereka terdiam, di situlah Dimas datang dan terjadilah daddy Hasbu memukul Dimas.


Saat ini


Dimas memasuki ruangan di mana ia akan mengobati lukanya. Namun, saat baru saja melangkah ia melihat sang onty sudah melipat tangannya di dada. Tatapannya bahkan tajam melihatnya.


Apa lagi kali ini?_ batin Dimas_


Dimas sudah pasrah jika aunty Caca akan memberinya hukuman juga. Padahal sampai saat ini Dimas belum mengetahui apa kesalahannya.


Dengan langkah pelan dan waspada Dimas mendekati aunty Caca. Aunty Caca masih belum melepaskan tatapan tajam darinya. Dimas baru saja duduk di atas brangkar, aunty Caca sudah lebih dulu menarik telinga.


" Tidak akan!!" aunty Caca semakin keras menarik telinga Dimas dan saat itu pula Dimas semakin kencang berteriak. " Kamu ini memang sangat menyebalkan dan sangat bodoh. Wajar saja daddy-mu memukulmu sampai seperti ini" aunty Caca menekan luka Dimas.


" Auuu.. onty" Dimas memegang lukanya, karena merasa sakit saat aunty Caca menekannya.


" Sebenarnya kesalahan Dimas apa, onty?" tanya Dimas saat aunty Caca mengambil alat-alat untuk membersihkan lukanya.


" Kamu belum tahu apa kesalahanmu?"


" Tidak" Dimas menggeleng


Aunty Caca pun ikut menggeleng mendengarnya. Ia tidak menyangka Dimas masih tidak mengetahui kesalahannya sendiri.


" Daddy-mu sangat kecewa denganmu, karena kamu tidak bisa bertanggung jawab" jawab aunty Caca dan mulai mengobati luka Dimas.


" Dengan Ayla?" tanya Dimas memastikan.


" Tentu saja. Hanya Ayla tanggung jawab di dunia ini"

__ADS_1


" Tapi Ayla baik-baik saja kan ?. Bahkan yang aku tahu Ayla sudah masuk sekolah"


Aunty Caca menghentikan kegiatannya saat Dimas menanyakan tentang Ayla. Ia menarik nafas dan kembali melanjutkan mengobati luka keponakannya.


" Yah..Ayla memang baik-baik saja saat ini, tapi tidak dengan anakmu yang berada di perut Ayla"


" Maksud onty apa?"


" Ingin rasanya onty memukulmu juga saat mengingat kondisi Ayla saat ini" aunty Caca sudah selesai mengobati luka Dimas dan kembali menyimpan alat-alatnya.


" Jelaskan apa sebenarnya yang terjadi pada Ayla, onty? sebenarnya Ayla ada di mana? dan kenapa semuanya berkumpul di depan IGD?" Dimas sangat penasaran apa yang terjadi sebenarnya. Ia masih belum bisa mencerna apa yang terjadi.


Aunty Caca menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Dimas. Ia kemudian berbalik dan melangkah lebih dekat ke arah keponakannya itu.


" Ayla keguguran saat di sekolah. Dia mengalami pendarahan yang hebat"


Duarrr....


Keget? tentu saja. Walaupun ia tidak menyukai Ayla, tapi bukan berarti ia tidak menerima calon bayinya. Ia membayangkan belakangan ini akan bermain dengan seorang anak kecil, tapi bayangan itu sirna.


Apalagi Kenan pernah menunjukkan kelucuan seorang bayi di sosial media, membuat ia membayangkan anaknya yang baru sekecil biji kacang.


" Ba.. bagaimana bisa?" tanya Dimas dengan wajah kaget.


" Onty belum tahu seperti apa kejadiannya, karena onty belum bercerita dengan mommy-mu"


" Tapi kenapa daddy sangat marah padaku? padahal bukan aku yang membuat Ayla keguguran?"


" Bukan kamu yang membuat Ayla keguguran, tapi yang membuat daddy sangat emosi padamu, karena kamu lebih mementingkan Sinta dari pada istrimu sendiri yang notabenenya masih sangat membutuhkanmu"


" Dan kenapa daddy-mu tidak bisa mengontrol emosinya sampai memukulmu seperti tadi, karena dia juga emosi dengan orang-orang yang membuat Ayla keguguran. Di tambah kamu datang dengan entangnya tidak mengetahui kesalahan terbesarmu sendiri. Kesalahan terbodohmu dan lebih mengikuti perintah keluarga Sinta dari pada perintah mommy-mu"


.


.


NEXT


.

__ADS_1


.


__ADS_2