
"Sudah cukup!! kalian bisa melanjutkannya lagi besok" ucap Dimas tiba-tiba dan menarik tangan Ayla yang sedang fokus mencatat apa yang sedang guru itu jelaskan.
"Kak Dimas apa-apaan sih?" Ayla menghempaskan tanganya, karena kesal Dimas datang tiba-tiba mengganggunya.
"Kata mommy belajarnya sudah selesai, besok di lanjut lagi"
"Aku baru belajar 25 menit, belum cukup sejam. Kok di suruh berhenti?"
"Mana aku tahu, mommy menyuruhku tadi" bohong Dimas. Padahal jelas-jelas mom Awah tidak pernah menyuruhnya.
"Tapi aku masih ingin" ucap Ayla. Ia masih belum mau berhenti untuk belajar. Ia sangat bersemangat.
"Maaf taun muda, tapi kesepakatan kerja, saya mengajar nona muda paling lama 4 jam. Jikapun nona muda ingin berhenti dan tidak sanggup selama itu, setidaknya 2 jam 30 menit baru boleh berhenti" guru itu menimpali.
"Jangan ikut campur! gua tidak bertanya pada anda" ucap Dimas datar. Ia tidak suka guru itu ikut berbicar.
Plakkk....
Ayla memukul lengan Dimas.
" Arkhh...kamu apa-apaan sih?" Dimas memegang lengannya yang terasa perih akibat pukulan Ayla.
"Kak Dimas nggak boleh gitu. Bicaralah yang sopan"
"Ckkk..." Dimas berdecak.
" Aku akan meminta pada mommy agar belajarnya bisa lebih lama" Ayla ingin pergi mencari mom Awah, tapi Dimas manarik tangannya.
"Eh... jangan!!" Dimas panik.
Gawat. Ayla akan tahu, kalau gua berbohong padanya. Mommy pasti mentertawakan gua nantinya_batin Dimas_
Ia akan ketahuan jika Ayla memberitahu mom Awah.
"Kenapa?" Ayla mengerutkan keningnya.
"Biar aku saja yang memberitahu mommy. Kamu belajarlah" Dimas memilih untuk membiarkan Ayla kembali belajar dengan guru privat tersebut. Walaupun dengan hati yang sangat berat, dari pada ia ketahuan berbohong.
Jam kembali berputar begitu cepat. Hari sudah mulai sore. Sejak siang tadi Ayla sudah selesai belajar dan Dista juga sudah pulang sekolah. Kedua remaja berbeda status itu tengah duduk di halaman belakang sambil bercerita.
Dista menceritakan tentang apa saja yang ia lakukan di sekolah tadi.
" Oh iya, Ay" ucap Dista
"Kenapa?"
"Di sekolah sudah ada kegiatan baru yang dilakukan"
__ADS_1
"Kegiatan baru? kegiatan apa?"
"Balet. Selama pak Dula menjabat sebagai kepala sekolah, di sekolah hanya ada kegiatan olahraga saja, tapi setelah pak Dula di ganti, kini sekolah kita sudah ada balet juga"
"Woahh... benarkah?"
"Hmmm "Dista mengangguk cepat.
"Woah aku jadi ingin menjadi penari balet. Aku suka melihat gerakan-gerakan mereka yang begitu lentur. Apalagi saat mereka memainkan pita panjang, itu sangat keren" ucap Ayla sambil membayangkannya. Ia begitu takjub dengan dengan penari balet.
"Makanya kami harus cepat pulih agar bisa kembali ke sekolah lagi. Kamu jadi bisa ikut latihan dengan yang lainnya nanti"
"Yahh...aku sudah sangat tidak sabar"
"Bagaimana denganmu? apa kamu mengikuti kegiatan di sekolah juga?"
"Iya, aku sudah mengikuti kegiatan sekolah. Aku mengikuti kegiatan bulu tangkis"
"Sejak kapan?"
"Beberapa hari yang lalu. Awalnya aku hanya ikut-ikut saja dengan Roni ketika dia mengajakku bermain bulu tangkis. Sampai akhirnya rekrutan anggota baru di tim mereka buka dan Roni menghasut ku untuk bergabung. Jadi yah...aku bergabung. Hehe.."
"Haha..bararti kamu hanya mengikuti hasutan Roni?"
"Tidak juga. Setiap aku bermain, aku begitu semangat dan sangat senang. Teman-teman Roni yang lainnya juga begitu baik padaku"
"Itu bagus"
"Kok bisa? dan siapa yang menggantikannya sekarang?"
"Dia tidak bisa menjadi kepala sekolah yang baik. Maka dari itu dia di ganti. Tiga sekawan juga sudah dikeluarkan dari sekolah, karena perilaku mereka yang sering membully teman-teman yang lain dan menindas mereka"
Dista tidak ingin menceritakan kejadian sebenarnya pak Dula di keluarkan. Cukup Ayla hanya tahu jika pak Dula bukanlah kepala sekolah yang baik.
"Sungguh? siapa yang melaporkannya?" Ayla kaget dan tidak percaya. Karena yang ia tahu sangat sulit melaporkan mereka bertiga, karena ada ayah Tasya yang menjadi kepala sekolah.
"Entahlah" Dista mengangat kedua bahunya. Ia masih tetap memilih berbohong. Walaupun memang salah satu penyebab mereka di keluarkan itu karena sikap mereka juga.
Ayla diam dan berfikir. "Sudahlah jangan dipikirkan. Itu sangat bagus mereka di keluarkan. Mereka masih bisa sekolah di sekolah lain" ucap Dista. Ia tidak ingin Ayla terlalu memikirkan mereka yang sudah sangat jahat padanya.
Dista juga berdiri dari duduknya dan ingin masuk kedalam mansion. Ayla mengangguk mendengar ucapan Dista. Dan mereka akhirnya masuk ke dalam mansion.
Di ruang keluarga mereka melihat mommy dan daddy serta Dimas tengeh duduk bersama. Mereka pun ikut bergabung.
"Kalian dari mana saja?" tanya mom Awah ketika menyadari kedatangan kedua putrinya.
"Kami hanya di taman belakang, mom" jawab Dista sambil duduk di sebelah sang mommy, Ayla pun begitu.
__ADS_1
"Bagaimana denganmu Dimas?" tanya daddy Hasbu setelah kedua putrinya sudah duduk dengan tenang dan tidak ada yang berbicara lagi.
"Ada apa denganku, dad?" tanya Dimas bingung.
"Kuliahamu. Apa kamu ingin menundanya lebih dulu atau bagaimana?"
"Emm.. tentang itu, Dimas akan tetap lanjut kuliah, tapi secara daring saja. Dimas ingin cepat menyelesaikannya dan mencari kerja. Lagipula Dimas sudah punya tanggung jawab sekarang" Dimas melirik Ayla yang duduk tepat di depannya.
Sementara Ayla, dia hanya diam dan tidak melirik sedikit pada Dimas.
"Tapi Dimas akan tetap kembali ke negara S bulan depan untuk mengurus izin daring selama 1 tahun" tambah Dimas.
"Kenapa hanya 1 tahun?" tanya daddy Hasbu.
"Kerena Dimas sudah 2 tahun kuliah nantinya dan Dimas mentargetkan kuliah hanya 3 tahun saja. Pokoknya Dimas nggak mau sampai 4 tahun"
"Baiklah jika itu pilihanmu. Dan saat kamu kembali lagi ke negara S, jangan membuat kami kecewa kembali"
"Dimas janji tidak akan mengecewakan kalian lagi" daddy Hasbu mengangguk samar mendengar jawaban putranya.
"Emm..mom, dad" panggil Dimas.
Daddy Hasbu dan mom Awah menatap Dimas bersamaan.
"Emm.. begini.." Dimas sangat ragu untuk mengatakannya.
"Katakan saja, kamu mau apa?" ucap mom Awah.
"Emm.. sebenarnya Dimas berencana ingin hidup berdua saja dengan Ayla"
"Maksudmu?" mom Awah mengerutkan keningnya.
" Dimas ingin tinggal serumah dengan Ayla tanpa ada kalian. Dimas ingin keluar dari rumah dan hidup berdua dengan Ayla di luar sana. Seperti suami istri pada umumnya"
Mom Awah, Ayla dan Dista sama-sama kaget. Mereka membulatkan matanya, sedangkan daddy Hasbu tidak menampilkan ekspresi apapun.
"Tidak!!" ucap mom Awah cepat.
"Mommy tidak mengizinkanmu membawa Ayla keluar dari sini!!"
"Apa mommy masih belum percaya padaku?"
"Tentu saja ( jawab mom Awah cepat) mommy tidak yakin kamu bisa menjaga Ayla dengan baik. Kondisinya masih belum pulih betul dan kamu ingin merawatnya sendiri. Tidak!! mommy tidak akan mengizinkan" mom Awah sangat tidak setuju dengan rencana Dimas.
"Bukan sekarang mommy, tapi saat Ayla sudah mulai sekolah lagi. Dimas ingin belajar menjadi seorang suami yang sesungguhnya, mom. Biarkan kami menjalani pernikahan kami sendiri"
.
__ADS_1
.
NEXT