Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Kedatangan dokter Winston


__ADS_3

"Bu, sepertinya kita berikan Ayla makan dulu, mumpung dia sudah merasa baik saat ini"ucap mom Awah.


" Kamu benar, tapi di mana makanannya?" tanya nenek Moya.


" Ini, Bu. Aku sudah membuatnya tadi, khusus untuk Ayla" mom Awah memberikan satu kota berisi makanan untuk Ayla. Nenek Moya tersenyum menerimanya.


" Terimakasih ya, nak" ucap nenek Moya. Mom Awah tersenyum dan kembali duduk bersama suami dan putrinya.


" Nak, makan dulu yah, kamu pasti lapar kan?" tanya nenek Moya pada Ayla. Ayla hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan suara.


Nenek Moya senang dan membuka kota itu dan mulai menyuapi cucunya.


Tok.. tok..tok..


Suara pintu di ketuk dan muncullah dokter yang menangani Ayla bersama seorang dokter psikiater yang akan menangani masalah depresinya.


" Permisi" ucap dokter.


" Masuklah, dok!" ucap mom Awah.


"Halo tuan dan nyonya-nyonya, perkenalkan ini adalah dokter Winston seorang psikiater yang akan menangani putri anda" ucap dokter.


" Halo tuan dan nyonya-nyonya saya dokter Winston" dokter Winston memperkenalkan dirinya.


" Terima kasih dok, silakan lanjutkan tugas anda" ucap mom Awah. kedua dokter itu mengangguk.


" Wahh..sedang makan, yah" ucap dokter seraya tersenyum, untuk menghibur.


"Iya dokter. Cucu saya sudah sangat lapar, karena terlalu lama tidur" jawab nenek Moya. Ayla hanya diam saja sambil mengunyah makan yang ada di dalam mulutnya.


" Dokter mau memeriksa dulu, apa boleh?" tanya dokter pada Ayla. Ayla menganguk tanda dia setuju dan mau untuk di periksa.


" Maaf yah, makannya jadi terhenti, karena dokter?" ucap dokter, merasa tidak enak hati.


" Nggak apa-apa,d dok. Makanya juga sudah habis" jawab nenek Moya. Ia menunjukkan kotanya pada dokter.


" Ohh.. syukurlah kalau begitu" ucap dokter merasa lega. Ia mulai memeriksa keadaan Ayla.


"Apa yang kamu rasakan, nona?" tanya dokter. Ayla menggeleng.


" Tidak ada yang kamu rasakan?" dokter bertanya lagi untuk memastikan dan jawaban Ayla tetap sama, hanya menggeleng saja.


" Apa kamu mengenal semua yang ada di sini?" tanya dokter Winston.


" Emm.. tidak. Aku hanya tahu nenekku saja" jawab Ayla seraya menunjuk nenek Moya.

__ADS_1


" Kamu tidak mengingat mereka yang ada di sana?" tanya dokter Winston sambil menunjuk kearah Dista dan kedua orang tuanya.


" Tidak. Aku tidak mengingat mereka, tapi aku merasa tidak asing melihat wajahnya" jawab Ayla. Ia menatap kearah Dista dan kedua orang tuanya.


"Biar sedikitpun?" tanya dokter Winston sekali lagi. Ayla menggeleng.


" Baiklah. Apa kamu tidak takut melihat kami?" tanya dokter Winston. Ia menunjukkan dirinya dan dokter umum yang menangani Ayla saat pertama kali datang ke rumah sakit ini.


" Tidak. Buat apa aku takut dengan kalian? kalian kan seorang dokter." jawab Ayla.


"kenapa bisa kamu menganggap kami seorang dokter?" tanya dokter Winston.


" Karena jas yang kalian pakai. biasanya hanya seorang dokter yang memakai jas seperti ini" jawab Ayla. Dokter Winston tersenyum mendengar jawaban Ayla.


"Ohh..seperti itu. Kamu memang benar hanya seorang dokter yang memakainya jas seperti ini." ucap dokter Winston.


"Pemeriksaan kamu sudah selesai. Kamu sudah bisa istirahat sekarang" ucap dokter Winston.


" Terimakasih, dok" ucap nenek Moya.


"Sama-sama, nyonya" jawab dokter Winston. Ia menjauh dari kasur Ayla dan berjalan ke arah daddy Hasbu.


"Boleh kita bicara di luar?" tanya dokter Winston.


"Tentu" jawab daddy Hasbu.


" Bagaimana? apa ada masalah?" tanya daddy Hasbu.


"Dari yang saya lihat, sepertinya putri anda mulai ada potongan ingatan yang membuatnya merasa tidak asing dengan anda. Untuk trauma yang di alami, putri anda hanya akan histeris dengan orang baru saja atau bisa di bilang dia tidak mengetahui sebenarnya siapa orang itu" kata dokter Winston.


" Karena, saat saya datang menemuinya dia baik-baik saja, karena dia tahu saya adalah seorang dokter" lanjut dokter Winston.


"Selanjutnya apa yang akan anda lakukan?" tanya daddy Hasbu.


" Saya ingin mengetesnya terlebih dahulu, apakah benar putri anda akan histeris melihat orang baru atau tidak" jawab dokter Winston.


" Dengan cara apa anda ingin mengetesnya?" tanya daddy Hasbu.


" Besok pada pukul 09:00 saya akan datang membawa seorang yang tidak putri anda tahu. Apakah dia akan histeris melihatnya atau dia biasa saja. Maka dari itu saya meminta persetujuan anda selaku orang tuanya untuk melakukan pengujian itu" jawab dokter Winston.


Daddy Hasbu terdiam. Dia mulai berfikir apakah ini adalah jalan yang tepat untuk mengetahui kondisi Ayla lebih lanjut.


" Baiklah saja setuju" jawab daddy Hasbu.


" Terimakasih, tuan. Saya akan datang lagi besok" ucap dokter Winston.

__ADS_1


" Baik" jawab daddy Hasbu.


Dokter Winston pergi dari sana dan kembali ke ruangannya. Daddy Hasbu kembali masuk untuk menemui istrinya dan memberi tahu nenek Moya tentang uji coba yang akan dilakukan dokter Winston.


Nenek Moya ternyata setuju. Dia akan selalu setuju apapun yang akan membuat cucunya sembuh dari bayang-bayang tragedi yang menimpanya.


" Kalau begitu kami pulang dulu, Bu. Besok kami akan kembali lagi ke sini" pamit mom Awah.


" Iya nak. Sekali lagi terimakasih sudah mau membantu cucuku" ucap nenek Moya.


" Itu sudah seharusnya, Bu" jawab mom Awah. Nenek Moya tersenyum dan mengangguk.


" Oh ya, Bu. putriku akan menginap di sini malam ini. Dia akan menamani ibu di sini. Jangan ragu meminta bantuan padanya" ucap mom Awah.


" Tidak apa-apa. Saya pasti akan melakukannya" ucap nenek Moya seraya memegang tangan Dista.


" Jangan banyak tingkah, yah" ucap mom Awah pada putrinya.


"Iya, mom. Dista kan di sini untuk merawat Ayla bukan melakukan hal-hal aneh" ucap Dista.


" Baiklah mommy sama daddy pulang dulu" pamit mom Awah pada putrinya.


Dista menyakini tangan kedua orang tuanya dan daddy Hasbu mengusap rambut putrinya.


" Nenek istirahatlah. Ini sudah malam" ucap Dista.


" Nanti saja, nenek belum mengantuk" jawab nenek Moya.


" Tapi ini sudah malam nek, nanti kalau Ayla bangun biar Dista yang mengurusnya" ucap Dista.


" Apa tidak apa-apa?" tanya nenek Moya. Ia merasa tidak enak dengan sahabat cucunya.


" Tidak apa-apa, nek" jawab Dista.


"Baiklah nenek tidur duluan, kalau kamu butuh bantuan kasi bangun nenek, yah" ucap nenek Moya.


" Iya, nek. Dista akan membangunkan nenek, kalau Dista kesulitan mengurus Ayla" jawab Dista.


Nenek Moya berbaring di salah satu kasur yang ada dia kamar rawat Ayla yang memang di khususkan untuk penjaga yang menemani pasien, sedangkan Dista bermain Hp untuk mengusir kebosanannya.


.


.


.

__ADS_1


.


NEXT..


__ADS_2