
"Halo om, saya Ayla" ucap Ayla. Ia juga menyalimi daddy Hasbu. Daddy Hasbu menerima uluran tangan itu.
"Kalian satu kelas?" tanya daddy Hasbu.
"Iyah, dad" jawab Dista. Ayla hanya menggangguk sebagai jawaban.
"Yasudah, kalian lanjut saja makan kuenya. Di mana mommy?" daddy Hasbu menyuruh mereka untuk makan cemilan kembali dan mencari istrinya.
"Mommy ada di dapur" jawab Dista. Daddy Hasbu meninggalkan mereka dan pergi menemui istrinya.
"Sayang" panggil daddy Hasbu.
"Eh...kamu sudah pulang?" tanya mom awah. Ia kaget suaminya tiba-tiba ada di sini, karena biasanya jika suaminya pulang cepat pasti dia memberitahunya terlebih dahulu.
"Iyah. pekerjaanku tidak terlalu banyak hari ini" jawab daddy Hasbu.
"Kalau begitu, pergilah ganti bajumu, setelah itu makan dengan anak-anak!" pinta mommy Awah. Ia mengusap rahang sang suami dan tersenyum saat menata matanya.
" Tumben sekali putri kita membawa temannya ke sini" ucap daddy Hasbu. Ia memegang tangan sang istri yang ada di rahangnya.
"Itu bagus, dia punya perkembangan sekarang" jawab mom Awah.
"Kamu benar, putri kita sudah besar sekarang"
"Hmmm...,cepat pergilah ganti bajumu!" mom Awah membelakangi suaminya. Daddy Hasbu mengecup pipi sang istri dari belakang dan meninggalkannya di sana.
"Baiklah sayang" jawab daddy Hasbu. Mom Awah menggeleng dengan tingkah laku suaminya.
****
"Makanan sudah siap. Daddy, anak-anak, ayo makan" teriak mom Awah, setelah ia meletakkan piring di atas meja.
"Ayo Ay, kita makan!" ajak Dista. Ayla menggangguk dan mengikutinya.
Saat sudah sampai di depan meja memakai sandaran kursi, "Wahh.. banyak sekali makanan" ucap Dista.
"Kalian duduklah!" pinta mom awah.
" Terima kasih, tante" ucap Ayla. Mom Awah hanya tersenyum.
Ayla dan Dista duduk bersiaplah di meja itu.
"Daddy mana?" tanya mom Awah, saat dia tidak melihat suaminya.
"Mungkin masih di kamar" jawab Dista.
"Mommy panggil daddy dulu, yah?"
"Yah, mom. Kami apaan menunggu" jawab Dista.
" Apa ada orang lain yang ini makan bersama kita?" tanya Ayla, setelah mom Awah meninggalkan mereka.
"Tidak ada. hanya kita berempat" jawab Dista disertai gelengan kepala.
"Tapi.. makanan ini banyak sekali"
"Yah.. begitulah"
" Maaf, membuat kalian menunggu" ucap mom Awah setalah ia pulang memanggil sang suami di kamar.
"Karena sudah ada daddy, ayo makan!" ucap mom Awah.
__ADS_1
Mom Awah melayani suaminya dan mengambilkan dia makanan. Dista mengambil makanannya sendiri, sedangkan Ayla dia masih terdiam memperhatikan makanan di depannya.
" Kenapa kamu belum maka, Ayla? Apa kamu tidak suka dengan makanannya?" tanya mom Awah yang sejak tadi memperhatikan Ayla.
"Ehh.. tidak kok, tante. Ayla suka" Jawab Ayla.
" Terus, kenapa belum diambil makanannya?" Tanya mom Awah kembali.
" Ayla bingung, tante. Soalnya makanan ini, baru pertama kali Ayla mau mencobanya" jawab Ayla. Ia menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Hah..baru pertama kali mencobanya?" tanya mom Awah memastikan pendengarannya, karena makana yang ada di depan mereka hanya ada ayam dengan bumbu kecap, sup, daging sapi panggang, dan lain lain. Itu hal masih terbilang masih bisa orang lain maka .
" Heheh..benar, Tante" jawab Ayla malu.
Mom Awah menghembuskan nafasnya pelan. Ia meminta piring milik Ayla untuk ia isi.
" Berikan piringmu, mommy akan mengambilkannya untuk mu!" ucap mom Awah.
" Ehh.. jangan, tante. Biar Ayla saja" Tolak Ayla.
" Tidak apa-apa, berikan piringmu!"
Dengan berat hati Ayla memberikan piringmu pada mom Awah. Mom Awah mengambil nasi, lalu mengambil daging panggang dan menyiram nasi itu dengan sup.
"Sudah cukup, tante, itu saja" ucap Ayla.
"Baiklah" mom Awah memberikan piring itu pada Ayla.
" Terimakasih, tante" ucap Ayla. Mom Awah menggangguk.
Ayla mulai memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya. Dia mulai mengunyah nya, mata Ayla melotot dengan bibir berbentuk bulat.
"Ini enak sekali" batin Ayla.
"Apa anak ini terlahir dari keluarga sederhana?" batin mom Awah.
****
Mereka saat ini sudah berada di ruang tamu, setelah mereka menghabiskan makan mereka tadi. Mereka tengah duduk sambil berbincang-bincang.
"Daddy lihat ada sepeda terparkir di depan. Sepeda siapa itu?" tanya daddy Hasbu.
"Itu sepeda saya, om" jawab Ayla.
"Kamu ke sini naik sepeda?" tanya daddy Hasbu kembali.
"Iyah, dad. Kami ke kesini naik sepeda. Apa dad tahu, ternyata naik sepeda itu sangat menyenangkan. Apalagi di penurunan jalan di sana, kami meluncur dengan cepat, seperti naik wahana" ucap Dista. Ia menceritakan kejadian yang ia alami sebelum sampai di manssion dengan full senyum.
"APA... kalian pulang dari sekolah naik sepeda?" pekik Daddy Hasbu.
"Hehe..Iyah, dad" jawab Dista cengengesan. Ia mulai khawatir dadd-nya akan marah padanya.
" ke mana pak Jang? kenapa dia tidak mengantar kalian?"
" Mobilnya mogok. Terus kebetulan aku ketemu dengan Ayla di jalan, aku menyuruhnya mengantarkh pulang dengan menggunakan sepedanya" ucap Dista pelan. Ia menunduk takut menatap wajah daddy'nya.
Daddy Hasbu buang nafasnya kasar. Dia ingin berbicara lagi, tapi sang istri mengusap lengannya dan menggeleng untuk memintanya berhenti. Daddy Hasbu mengurungkan niatnya untuk kembali berbicara.
"Dista minta maaf mom, dad. Dista hanya ingin bermain" ucap Dista. Ia merasa bersalah pada kedua orang tuanya, terutama sang daddy.
"Tidak apa-apa, sayang. Mommy mengerti, tapi lain kali jangan seperti itu lagi" ucap mom Awah.
__ADS_1
"Iyah, mom" ucap Dista, sedangkan Ayla, dia hanya terdiam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa, karena Dista yang memaksanya untuk mengantarkannya pulang.
"Ayla, apa kamu sudah memberi tahu orang di rumahmu, kalau kamu berada di sini?" tanya mom Awah.
"Tidak, tante. Dia tidak tahu" jawab Ayla.
"Mereka pasti khawatir mencarimu"
"Emm..aku rasa tidak, karena nenek saya tidak tahu kalau saya pulang cepat hari ini" jawab Ayla.
"Bagaimana dengan orang tuamu?" tanya mom Awah.
Mendengar kata orang tua, Ayla terdiam. Dia yang tadinya menatap mom Awah menjadi menunduk menatap ke bawah lantai.
"Ayla" Panggil Dista. Ia memegang bahunya untuk menyadarkan Ayla dari lamunannya.
"Akhh..Iyah. Maaf" Ayla tersadar dan meminta maaf saat menyadari jika mom Awah menunggu jawabannya.
"Apa orang tuamu marah jika kau pergi jauh?" tanya mom Awah kembali.
"Emm... sebenarnya, orang tua Ayla sudah tidak ada. Saat ini Ayla hanya tinggal dengan nenek" jawab Ayla tersenyum.
"Khmmm...maafin mommy. Mommy tidak tahu" ucap mom Awah merasa bersalah.
"Orang tuamu sudah meninggal. Aku benar tidak tahu" ucap Dista.
"Yahh..sudah satu tahun yang lalu"
"Maafin mommy, yah?"
"Tidak apa-apa, tante"
"Jangan panggil tante dong. Panggil mommy, seperti Dista memanggilku" ucap mom Awah.
"Ehh..jangan, tante. Ayla jadi tidak enak"
"Tidak apa-apa. Kamu sahabatnya Dista, kan?" tanya mom Awah. Ayla menggangguk.
"Jadi kamu harus memanggilku seperti itu"
"Tapi...."
"Tidak apa, coba lah!" ucap Dista.
.
.
.
.
.
.
NEXT...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACANYA.
DUKUNGAN KALIAN ITU BERMAKNA UNTUK AUTHOR.
__ADS_1
LIKE, COMMENT, AND VOTE...
Sampai ketemu besok.....