Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 85. Maaf


__ADS_3

Setelah Dimas mengetahui kesalahannya dari aunty Caca, dia dengan berani menghampiri kedua orang tuanya lagi. Ia siap jika daddy-nya akan memukul wajahnya kembali. Sesampainya Dimas di hadapan orang tuanya, dia langsung meminta maaf dan mengakui kesalahannya.


Dimas bahkan bersujud untuk mendapatkan maaf dari kedua orang tuanya, saat mereka tidak mau memaafkannya. Bahkan mereka dengan terang-terangan mengusir dirinya dari mansion.


" Maafkan Dimas mom, dad. Dimas tahu kesalahan Dimas sangat fatal. Dimas akui, kalau Dimas adalah anak yang bodoh. Jangan memeperlakukan Dimas seperti orang lain di hadapan kalian" Dimas memohon kepada kedua orang tuanya agar memafkannya. Matanya sudah berkaca-kaca saat mengingat bagaimana mereka memperlakukan dirinya seperti orang asing.


Daddy Hasbu dan mom Awah hanya diam saja mendengarkan ucapan putra mereka. Mom Awah bahkan tidak mau melihat wajah Dimas dan hanya menghindari tatapan Dimas yang berkaca-kaca melihatnya. Walaupun mom Awah hanya diam saja, tapi air matanya tidak berhenti mengalir.


Mom Awah sudah merasa tidak sanggup, memilih meninggalkan Dimas yang masih duduk di lantai dengan memohon. Mom Awah sebenarnya merasa kasihan melihat Dimas terabaikan, tapi ia ingin memberikan Dimas pelajaran agar bisa menjadi pria yang bertanggung jawab dan bisa menepati janjinya sendiri.


Mom Awah sangat ingin memeluk putranya. Ia pun juga tahu, Dimas masih belum bisa mengangkat tanggung jawab sebesar ini di bahunya, tapi itu adalah konsekuensi dari perbuatannya sendiri dan Dimas harus bisa menjalankannya. Menurut mom Awah, Ayla lebih memiliki beban yang lebih berat dari Dimas, karena cobaan-cobaan yang tiada henti selalu menghampirinya di umur yang sangat muda. Bahkan Ayla sudah tidak memiliki keluarga lagi selain mereka.


" Mommy, daddy, Dimas janji akan bertanggung jawab dan tidak melakukan mengulangi kesalahan Dimas lagi, tapi Dimas mohon jangan menghindari Dimas seperti ini!!" Dimas berteriak memanggil orang tuanya saat mereka pergi meninggalkannya di sana. Bahkan adiknya pun ikut menghindarinya.


Mendengar sebuah janji yang kembali Dimas katakan membuat mom Awah menghentikan langkahnya, ia juga berbalik melihat ke arah Dimas.


" Mommy sudah tidak percaya dengan janjimu. Kamu tidak pernah menepati janjimu pada mommy. Mommy sudah tidak ingin mendengarkannya lagi. Mommy hanya butuh tindakan mu dan bagaimana kamu benar-benar melaksanakan tanggung jawabmu" setelah mengatakan hal tersebut, mom Awah kembali melanjutkan langkahnya untuk menemui aunty Caca di ruangannya.


Mereka meninggalkan Dimas yang masih setia duduk di lantai menatap kepergian keluarganya. Dimas menyadari kesalahannya, selama ini ia memang tidak pernah menepati janjinya pada sang mommy. Lebih-lebih saat ia tidak kembali setelah 3 hari berada di negara S dan lebih mementingkan kondisi Sinta dari pada istrinya sendiri.


Padahal kepulangan Dimas, ia membawa makanan yang pernah Ayla minta padanya. Walaupun terlambat, tapi tetap membelinya. Ia berfikir Ayla pasti masing menginginkannya. Namun, saat mengetahui Ayla keguguran, ada perasaan bersalah pada dirinya, karena tidak bisa mewujudkan keinginan Ayla untuk pertama kalinya.


Dimas berpindah tempat dan duduk di kursi tunggu setelah lumayan lama duduk di lantai. Dimas hanya diam dan menunduk memikirkan semua yang terjadi hari ini.


Sampai akhirnya terdengar suara brankar dan langkah kaki dari ruang IGD. Dimas mendongak dan melihat siapa yang berada di atas brankar. Dan ternyata itu adalah Ayla yang akan di pindahkan di ruang perawatan.

__ADS_1


Dimas langsung berdiri dan mengikuti para perawat membawa brankar Ayla. Dimas hanya sendiri, entah ke mana kedua orang tuanya serta adiknya. Mereka tidak ikut melihat pemindahan Ayla.


Sesampainya di ruang perawatan dan para perawat sudah selesai melakukan tugasnya, Dimas melangkah masuk dan berdiri di sisi brankar Ayla. Dimas hanya diam menatap wajah Ayla yang tampak pucat. Kemudian matanya turun melihat perut Ayla. Entah apa yang ada di dalam pikirannya, Dimas mengangkat tangannya dengan pelan dan mengusap perut Ayla yang masih di bungkus baju pasien.


" Maaf.." kata itu akhirnya lolos dari bibir Dimas.


" Maaf, maafkan aku. Selama ini aku bersikap ketus padamu, karena merasa kamu menjadi penghalang ku. Tapi kali ini aku janji akan memperbaiki semuanya dan kita akan menjalani sebagai mana mestinya" tambah Dimas. Ia berkata sambil menatap wajah Ayla yang tertidur akibat obat bius. Padahal perkataan maafnya belum tentu Ayla mendengarnya.


" Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Aku akan kuliah secara online saja nantinya...."


Terdengar suara pintu di buka, membuat Dimas menoleh. Ternyata yang membuka pintu adalah daddy-nya serta keluarganya yang lain.


Dimas bisa melihat sang mommy yang hanya meliriknya saja dan kemudian melangkah mendekati brangkar Ayla. Dimas yang mengerti memilih menjauh dari brangkar dan duduk di sofa sebelah Dista yang ada di dalam ruangan itu.


Dimas melirik adiknya yang tampak cuek padanya. " Kamu juga marah pada kakak?" tanya Dimas dengan pelan.


Mendengar jawaban adiknya yang sangat singkat membuat Dimas membuang nafas berat. " Maafkan kakak " ucap Dimas.


Dista tidak merespon permintaan maaf Dimas dan hanya fokus melihat ke arah depan di mana ada mommy, aunty Caca serta Ayla yang berada di atas brangkar, sedangkan daddy Hasbu berdiri tidak jauh dari mereka dan dia bisa mendengar pembicaraan kedua-nya.


****


Setelah beberapa jam, kini terlihat Ayla mengerjapkan matanya. Dengan perlahan Ayla membukanya dan hal itu tidak mereka sadari. Sampai akhirnya terdengar suara lenguhan dari Ayla, membuat mereka akhirnya sadar dan secara bersama mereka mendekati brangkar Ayla.


Mereka bisa melihat Ayla terdiam menatap mereka satu persatu. Hingga akhirnya tatapan Ayla terkunci pada Dimas. Terlihat senyuman Ayla yang sangat tipis, jika tidak di perhatikan dengan intens mereka tidak akan menyadari, kalau Ayla tengah tersenyum.

__ADS_1


" Kenapa? apa kamu butuh sesuatu?" Dimas memulai bertanya terlebih dahulu.


Ayla menggeleng sebagai jawabannya. "Akhirnya kamu pulang, kak" ucap Ayla sangat pelan.


Deg


Tiba-tiba sesutu berdetak begitu kencang pada diri Dimas. " Apa selama ini dia menungguku?" batin Dimas.


" Tapi kenapa mommy masih sedih?" kini pertanyaan Ayla tertuju pada mom Awah, ia melirik mom Awah yang ada di dekat Dimas.


Mom Awah yang mendengar pertanyaan Ayla sedikit bingung. Ia hanya mengangkat kedua alisnya, karena tidak mengerti.


" Kak Dimas udah pulang, mom. Kenapa mommy masih sedih?" tambah Ayla.


Mom Awah akhirnya mengerti. Ternyata Ayla menganggapnya bersedih, karena dia berfikir ia bersedih karena Dimas tidak pulang.


" Nggak, sayang. Mommy nggak sedih " jawab mom Awah di sertai gelengan. Padahal ia bersedih bukan, karena Dimas tidak pulang, tapi karena Ayla.


" Tapi mata mommy bengkang seperti habis menangis?" mom Awah menjadi bingung kembali untuk menjawabnya.


" Sudah!! kamu baru sadar Ayla, jangan banyak bertanya. Kamu harusnya beristirahat" daddy Hasbu tiba-tiba menyela dan menghentikan pertanyaan Ayla. Padahal Ayla baru saja membuka matanya, tapi dia sudah banyak pertanyaan.


Daddy Hasbu berfikir, saat Ayla membuka matanya dia akan merasakan sakit pada perutnya, tapi yang dia lihat malah Ayla banyak bertanya.


.

__ADS_1


.


NEXT


__ADS_2