
"Kenapa kamu menaruh bantal guling di tengah ?" tanya Dimas.
" Emm..itu batas agar kak Dimas tidak berdekatan denganku " jawab Ayla seraya menoleh ke arah Dimas yang barbaring di sebelahnya.
" Memang kenapa jika aku berdekatan denganmu ? Kitakan suami istri dan itu sah-sah saja " Dimas mendekati Ayla dan memeluk bantal guling yang ada di tengah.
" Buk...bukan seperti itu " Ayla menjadi kelabakan, karena Dimas terlalu dekat dengannya.
" Lalu ?" Dimas yang jahil, malah semakin merapatkan tubuhnya.
Ayla yang merasakan itu, semakin mundur sehingga dia sudah berada di pinggir kasur. Satu kali lagi dia bergerak maka dia akan jatuh.
" Kak Dimas... jangan seperti ini " Ayla menahan bantal guling yang di peluk Dimas agar tidak semakin dekat.
" Kamu ini kenapa takut sekali. Aku tidak akan menggigit mu. Benar kan ?" Dimas mengangkat wajahnya sehingga hidungnya bersentuhan dengan pipi Ayla.
Ayla yang kaget, reflek mundur sehingga membuat hampir jatuh ke lantai. Jika Dimas tidak menahan pinggangnya, tubuhnya akan menggelinding dan mencium lantai.
"ckk..kamu ini " Dimas menarik Ayla kembali ke atas kasur.
"Terimakasih, kak " Ayla bernafas lega, karena tidqk jadi mencium lantai.
" Makanya jangan mundur-mundur terus " Dimas kembali ke posisinya semula, yaitu sedikit jauh dari Ayla. Ia tidak lagi memeluk bantal guling yang Ayla jadikan sebagai pembatas.
" Kalau kami tadi jatuh, bagaimana ? Mommy sama daddy akan marah padaku nanti. Mereka akan mengira aku melukaimu " lanjut Bagas lagi.
" Maaf, kak. Soalnya kak Dimas sengaja dekat-dekat "
" Memang kenapa ? nggak salah kan ?kamu itu istriku, pikiranmu saja tu yang mesum " Dimas tidak terima di salalahkan dan merasa kesal. Ia berbalik memunggungi Ayla.
Ayla yang melihat itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Emang nggak salah sih, tapikan aku tetap risih jika seperti itu. Kenapa juga dia harus marah, aneh. Dasar kak Dimas aneh.." gumam Ayla seraya melihatnya dan mengumpatnya.
Ayla tidak habis fikir dengan pikiran Dimas. Apalagi dia mudah sekali marah padanya.
" Cepatlah tidur Ayla, jangan hanya tinggal mengumpat ku " sahut Dimas dengan masih memunggungi Ayla serta mata yang sudah tertutup, tapi ia bisa mendengar umpatan Ayla padanya.
" Ekhh..dia mendengarnya ?" gumam Ayla kaget, saat mendengar Dimas menyahut.
__ADS_1
" Tentu saja aku mendengarnya, suaramu itu sangat kerasa. Semua penghuni mansion bahkan mendengarnya " kini giliran Dimas yang mengejek Ayla, padahal kenyataannya tidak seperti itu.
Dimas bisa mendengar gumaman Ayla, karena hari sudah larut malam dan tidak ada suara lain yang terdengar selain suara Ayla saja. Sehingga ia bisa mendengar suara Ayla lebih jelas.
" Emang suaraku keras yah ? masa sih ?" Ayla menolok sendiri dan bertanya pada dirinya sendiri.
Ayla merasa ragu jika suaranya sangat kerasa.
" Ayla...bisa kamu berhenti berbicara, ini sudah malam " Dimas yang sudah sangat kesal mendengar gumaman Ayla sejak tadi, menyuruhnya berhenti.
Dimas menoleh dan menatap Ayla kesal. Ayla yang melihat itu menjadi ciut.
" Iya, kak. Iya, Ayla tidur " Ayla yang takut melihat wajah kesal Dimas, membalik tubuhnya membelakanginya serta langsung menutup matanya.
Dimas sampai mendengus melihat tingkah Ayla. Malam yang sudah semakin larut, sehingga mereka semua tertidur dengan nyaman di kasur empuk mereka.
Pagi hari
Pada pukul 05:30 di salah satu kamar mansiom Smith tampak seorang gadis remaja yang baru saja melangsungkan pernikahan kemarin dengan sangat sederhana, sedang berusaha untuk berjalan ke kamar mandi.
Saat dia bangun pertama kali, dia merasakan sangat pusing dan perut yang terasa tidak nyaman. Dengan rasa sakit pada kepalanya, Ayla berjalan dengan pelan hingga dia berhasil sampai.
Ayla berjongkok di depan closed untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam perutnya, tapi tidak ada apapun yang keluar, hanya air liurnya yang terkadang keluar saat dia berusia mengeluarkan isi dalam perutnya.
Ayla membuang nafasnya dan menyandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi.
" Kenapa kepalaku tiba-tiba sakit ? perutku juga tidak enak sekali " Ayla memegang kepalanya, lalu mengusap perutnya yang terasa tidak nyaman.
" Apa mungkin aku lapar yah?" gumam Ayla.
Ayla yang sudah merasa mendingan, berdiri dan melakukan kegiatan mandi pagi.
Setelah 5 menit di dalam kamar mandi, Ayla keluar dengan hanya menggunakan handuk saja yang melilit di tubuhnya. Dia juga terlihat habis keramas sehingga ada handuk kecil yang melilit di kapalanya.
Ayla berfikir dengan keramas bisa mengurangi rasa sakit di kepalanya. Berbeda dengan Dimas yang baru saja membuka matanya. Matanya melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 05:36. Dimas bangun dan masih dengan mata yang berusaha terbuka. Namun Dimas melihat sesuatu yang berdiri di depan lemari.
" Apa itu ?" Dimas menyipitkan matanya untuk memperjelas penglihatan. Ruangan yang lumayan gelap dan hanya bercahaya lampu tidur saja membuatnya kesulitan untuk melihat.
" Astaghfirullah !!!" pakik Dimas.
__ADS_1
Dimas kaget saat benda putih yang berdiri di depan cermin bergerak dan menampilkan rambut yang panjang, sehingga wajahnya tidak terlihat.
" Apa itu kuntilanak ?" tebak Dimas. Ia bergidik melihatnya.
Dimas yang sangat penasaran walaupun takut, tetap turun dari kasur dan berjalan pelan menghampiri kuntilanak yang ia maksud.
Saat sudah berada di belakangnya, Dimas awalnya hanya diam berdiri memperhatikannya dari ujung kaki hingga rambut.
Kuntilanak ternyata sangat pendek, aku kira dia tinggi. Kakinya juga rapat di lantai, tapi yang sering aku dengar kuntilanak itu terbang_ batin Dimas _
Dimas yang sudah sangat penasaran, mencoba menoel rambut kuntilanak yang ia maksud.
Tuingg...
Satu kali colekan tidak membuatnya menoleh. Dimas lagi-lagi mencoba menoelnya bahunya dan alhasil membuat berambut panjang itu menoleh.
Arkkhhh...
Dimas sangat keget dengan gerakan barumbut panjang itu yang tiba-tiba. Dimas sampai terlempar dan terduduk di lantai saking kagetnya. Ia berfikir berambut panjang itu akan menyerangnya.
" Tolong jangan menggangguku, aku hanya penasaran saja jadi aku mencolek mu. Aku tidak bermaksud apa-apapun, sungguh " Dimas sangat takut sehingga ia menutup wajahnya dengan kedua lengannya serta merapatkannya.
" Kak Dimas kenapa ?" Dimas merasa tidak asing mendengar suara itu. Ia membuka sedikit cela di kedua tangannya, agar bisa mengintip dan ternyata hal yang tidak terduga ia lihat.
" Astaga..Ayla!!" Dimas tidak menyangka jika Ayla yang ternyata berdiri di depan lemari.
" Kenapa kakak duduk di lantai?" Ayla yang tidak tahu apapun, malah bertanya. Padahal Dimas duduk di lantai, karena dirinya.
" Kenapa kamu berdiri di depan lemari seperti itu ?" bukannya menjawab Dimas malam bertanya balik. Ia berdiri dan menatap Ayla.
" Aku ingin pakai baju tadi, tapi aku lupa kalau bajuku ada di kamar Dista. Aku berfikir Dista masih tidur sekarang. Makanya aku mencari baju yang bisa aku pakai di lemari "
" Oh astaga..." gumam Dimas. Ia sudah berfikir bahwa itu adalah kuntilanak, ternyata itu adalah istrinya sendiri. Ia bahkan sampai terjadi kelantai dan membuat bokongnya sakit.
" Kamu pergilah ke kamar Dista. Kamarnya tidak pernah di kunci " Dimas berbalik meninggalkan Ayla untuk ke kamar mandi. Namun ia berbalik lagi saat mengingat sesuatu "Dan jangan pernah gerai rambutmu seperti itu di saat kamar masih gelap " Dimas menunjuk Ayla yang sudah ingin berjalan keluar.
Ayla yang kebingungan hanya bisa mengungguk saja. Dia melanjutkan langkahnya untuk ke kamar Dista.
.
__ADS_1
.
NEXT..