Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 62. Hamil


__ADS_3

" Memang kenapa dengan keadaan Ayla, onty ?" tanya Dista.


" Keadaan Ayla sangat lemah. Ia harus bed rest untuk beberapa waktu kedepan "


" Apa selemah itu keadaannya, onty ?" tanya Dimas.


" Iya, kita harus benar-benar memantau keadaannya " jawab onty Caca seraya melihat ke arah Ayla di brankar.


Mendengar itu mom Awah menatap adiknya dengan pikiran entah ke mana.


" Ca, apa dugaanku benar ?" tanya mom Awah pada aunty Caca.


" Dugaanmu benar kak, tapi keadaannya sangat lemah " mom Awah menghela nafas berat, ia sudah membanyaangkan nya sejak awal tentang bagaimana kondisinya jika itu terjadi.


" Sebenarnya ada apa dengan Ayla, onty ? kenapa kalian malah main teka-teki " Dimas masih tidak mengerti arah pembicaraan wanita dewasa di depannya. Ia pusing memikirkannya, apalagi melihat mommy yang terlihat sangat sedih.


Aunty Caca menatap Dimas lama, di mana Dimas juga menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.


" Kami akan segera menjadi seorang daddy "


Raut wajah Dimas seketika berubah, ia terlihat sangat shok.


" Bicara yang jelas onty, jangan membuatku semakin bingung " Dimas sebenarnya tahu maksud dari perkataan aunty Caca, tapi ia ingin memastikan dengan apa yang ada di pikirannya saat ini.


" Istrimu hamil, apa kamu mengerti sekarang ?" aunty Caca menjadi kesal, karena Dimas tidak mengerti sama sekali.


Jedarrr....


Dimas bagaikan terkena Sambaran petir, ia menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak percaya. Dimas melangkah mundur seraya melihat kearah Ayla, lebih tepatnya ke perutnya.


Berbeda dengan Dista, raut wajahnya terlihat sangat senang. Dia menutup mulutnya tidak percaya. Aku akan menjadi onty _batin Dista_


" Onty nggak bercanda kan ?" Dista masih tidak percaya.


" Tentu saja tidak. Buat apa onty bercanda "


Dista mendengar itu, langsung memeluk mom Awah dengan hati senang.


" Dista akan jadi onty, mom "


" Iya, sayang " mom Awah tersenyum kecil, ia menghawatirkan keadaan Ayla.


" Tapi, bagaimana mungkin ?" Dimas masih tidak percaya.


Mom Awah dan aunty Caca menoleh bersamaan ke arah Dimas.


" Apanya yang nggak mungkin ?" tanya mom Awah dan aunty Caca bersamaan.


" Bagaimana Ayla bisa hamil ?" Dimas seketika menjadi blo'on. Ia lupa pernah bermain dengan Ayla.

__ADS_1


Raut wajah Aunty Caca berubah menjadi datar. Dia ingin sekali memukul keponakannya yang seketika bodoh.


" Heh.. yang pernah bermain dengan Ayla pada malam ulang tahun Dista siapa ?" tanya aunty Caca kesal.


" Dimas " jawab Dimas dengan wajah bodohnya.


" Nah itu tahu. Terus kenapa nanya lagi ?"


" Tapi kok bisa ya onty ? Dimas kan hanya barmain satu kali saja, kenapa bisa langsung jadi ?"


" Punyamu gigit punya Ayla " sahut aunty Caca kesal.


" Kok onty bisa tahu ? ontykan belum nikah"


" Kami ini..." Aunty Caca mencubit lengan Dimas dengan kesal.


" Auu...itu sakit onty "Dimas mengusap lengannya yang kena cubit.


" Kamu membuat onty kesal " lagi-lagi aunty Caca memukul punggung Dimas.


" Onty... berhentilah memukulku "Dimas memperingati.


" Makanya kamu juga berhenti bertanya. Onty heran kenapa kamu bodoh sekali, perasaan mommy dan daddy mu itu sangat pandai "


" Onty...it.." perkataan Dimas berhenti, karena mom Awah pusing mendengar perdebatan mereka.


" Kalian berdua diamlah! " mom Awah menatap adik dan putranya tajam. Mereka terlalu berisik membuat ia pusing mendengarnya.


" Ay..." panggil Dista.


Ayla memijit pelipisnya, karena masih sedikit pusing. Ia melirik mom Awah dan Dista yang ada di sebelah brankarnya.


" Mommy, Dista " panggil Ayla seraya melirik kedua-nya.


" Kenapa ?" tanya mom Awah. Ia mengusap-usap kepala Ayla.


" Aku ingin bangun, mom " Ayla berusaha untuk bangun. Mom Awah yang melihat itu, membantu memgangi dan menarik tangan Ayla agar bisa duduk


" Teri....Hueekk.." Ayla ingin mengucapkan terimakasih, tapi baru saja ia duduk, ia sudah mau muntah.


Mom Awah yang melihat itu dengan sigap menaruh tangannya tepat di bawah mulut Ayla, sehingga ada sedikit muntah Ayla di tangannya.


Sedangkan aunty Caca dan Dimas yang tidak tahu Ayla sudah sadar, baru menyadarinya saat mendengar Ayla muntah. Mereka menoleh secara bersamaan ke arah brankar.


Aunty Caca yang melihat mom Awah menadah muntah Ayla, ia dengan buru-buru mengambil wadah yang ada di atas lemari kecil dan ia menggeser mom Awah untuk menggantikan menadah muntah Ayla di sebuah wadah.


" Kak Awah cuci tangan dulu sana, biar aku yang membantu Ayla " aunty Caca menyuruh mom Awah untuk cuci tangan bekas muntahan Ayla di toilet.


Mom Awah hanya mengangguk dan pergi mencuci tangannya. Suara Ayla mengeluarkan isi perutnya sangat terdengar jelas di ruang penanganan.

__ADS_1


Dista dan Dimas hanya diam saja, mereka bingung mau membantu seperti apa. Dimas yang melihat Ayla muntah-muntah seperti itu, ada rasa aneh pada hatinya. Apakah itu perasaan iba, khawatir atau perasaan-perasaan lain yang ia sendiri tidak tahu apa artinya.


Entah dorongan dari mana, Dimas berjalan tanpa sadar mendekati Ayla. Ia mengusap-usap punggungnya yang ia sendiri tidak tahu, apakah dengan cara itu Ayla bisa berhenti mengeluarkan isi perutnya.


Tak berselang lama, Ayla terlihat sudah selesai mengeluarkan isi perutnya. Ayla merasa sangat lemas, sehingga tanpa sadar tubuhnya hampir rebah. Untung saja, Dimas lebih cepat menahan tubuh Ayla agar tidak roboh. Dimas merangkul bahu Ayla dan menyandarkan di dadanya.


" Minumlaj dulu, Ayla " aunty Caca menyodorkan sebotol air.


Ayla meminumnya dengan di bantu oleh Dimas. Entah berasal dari mana Dimas bisa begitu perhatian pada Ayla.


" Kamu mau tidur lagi ?" tanya Dimas lembut.


" Nggak " jawab Ayla sangat pelan, hanya Dimas yang bisa mendengarnya.


Dimas mendengar itu akhirnya bungkam, ia tidak tahu harus mengatakan apa lagi.


"Apa ada yang ingin kamu makan, sayang ?" tanya mom Awah.


" Nggak ada, mom"


Mereka semua akhirnya memilih diam. Mereka biarkan Ayla untuk tidur kembali dengan Dimas sebagai sandarannya.


Cukup lama mereka diam, akhirnya Ayla membuka suara.


" Mom, onty, aku hamil yah ?" Ayla tiba-tiba bertanya seperti itu, seakan ia sudah tahu sejak awal jika ia memang tengah hamil.


Mom Awah dan aunty Caca menjadi kaget mendengarnya. Mereka tidak menyangka Ayla sudah tahu tanpa mereka beri tahu.


" Apa kamu memang sudah tahu sejak awal, kalau kamu hamil ?" tanya mom Awah.


" Nggak mom. Aku mendengar pembicaraan kalian tadi. Ayla sudah bangun sejak tadi, tapi mata Ayla rasanya sangat berat untuk di buka"


Mom Awah dan aunty Caca menghela nafas mendengarnya.


" Iya Ayla, kamu hamil. Tapi kandunganmu sangat lemah, sehingga kamu harus bed rest untuk beberapa waktu "


" Bed rest itu apa onty ?" tanya Dista.


" Bed rest itu istirahat total saat hamil dilakukan dengan membatasi aktivitas ibu hamil selama beberapa waktu " jelas aunty Caca.


Dista hanya ber Oh saja mendengarnya.


" Tapi bagaimana dengan sekolahku nanti? 2 hari lagi aku sudah masuk sekolah " Ayla sangat menghawatirkan sekolahnya. Ia sangat takut, kalau ia malas ke sekolah akan di cabut beasiswa yang di berikan padanya.


.


.


NEXT..

__ADS_1


Maaf author agak telat up-nya


__ADS_2