Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 42. Daddy Hasbu curiga


__ADS_3

Pagi hari yang cerah tampak para pelayan mansion Smith tengah sibuk mempersiapkan sarapan pagi untuk keluarga Smith.


Seperti biasa mom Awah membangunkan putrinya yang sangat sulit untuk bangun di hari libur.


" Sayang, ayo bangun. ini sudah pagi " dengan lembut mom Awah membangunkan Dista. Ia mengusap-usap hidung putrinya dengan jari telunjuk.


Dista akan mudah di bangunkan, kalah hidungnya di pegang. Anggota tubuh lainnya tidak akan mempan. Yang ada dia akan semakin nyenyak.


" Lima menit, mom " Dista menawar dan merubah posisi tidurnya dengan memunggungi sang mommy.


" Nggak bisa. Ini udah jam 07:00, Dista. Daddy ingin mengajakmu bermain pagi ini, kalau kamu tidak bangun, Daddy akan pergi meninggalkanmu "


" Atau kamu ingin daddy yang membangunkanmu " keluarlah jurus mengancam mom Awah.


Mendengar ancaman mommy-nya, Dista segera bangun. Ia takut, kalau daddy yang membangunkannya, karena jika ia tidak mau bangun daddy-nya akan mengangkat tubuhnya dan memaksanya berdiri.


" Ini Dista bangun, mom. Jangan panggil daddy " dengan mata yang masih sangat susuh terbuka, Dista berjalan pelan ke kamar mandi.


" Gitu kek dari tadi, susah amat di bangunin " gumam mom Awah. Ia keluar dari kamar putrinya.


Saat melewati kamar putra sulungnya, mom Awah mengetuk kamar itu dan memanggil nama sang putra.


" Dimas, bangun sayang " teriak mom Awah dari luar, karena pintunya di kunci.


Dimas yang masih belum bangun dan masih asik menempel dengan sang kekasih menjadi kaget mendengar suara mommy-nya.


" Dimas.." teriak mom Awah lagi, karena tidak mendengar sahutan dari dalam.


" Oh astaga, ini gawat " gumam Dimas.


Bagaimana tidak, Sinta masih ada di kamarnya. Padahal semalam dia berjanji akan keluar sebelum yang lain tahu.


" Iya, mom. Dimas sudah bangun " sahut Dimas.


" Baiklah. Cepat turun untuk sarapan "


" Iya, mom "


Setelah tidak mendengar suara mommy-nya dari luar, Dimas membangunkan Sinta yang masih tidur dengan pulas. Sinta tidur terlentang dengan salah satu buah dadanya keluar dari dalam bajunya akibat ia memainkannya semalam.


" Sinta, bangun Sinta.." Dimas menggoyangkan tubuh kekasihnya.


" Emmm..nanti dulu sayang. Aku masih mengantuk "


" Sinta bangun. Ini sudah pagi. Bagaimana caramu mau keluar dari sini tanpa ketahuan ?"


" Apa !" pekik Sinta. Ia bangun dengan kaget dan melihat jam dinding yang sudah menunjukkan angka 07: 07 .

__ADS_1


" Bagaimana sekarang?" tanya Sinta panik.


Dimas mulai berpikir bagaimana cara kekasihnya keluar dari kamarnya tanpa keluarganya tahu. Dimas mondar-mandir seperti setrika.


" Begini saja, kamu tunggu di sini. aku akan keluar untuk melihat keadaan, karena biasanya Daddy ku sudah ada duduk di ruang keluarga sambil menunggu sarapan jadi "


" Bagaimana dengan mommy ?" tanya Sinta.


" Biasanya mommy sudah ada di dapur" jawab Dimas.


" ya udah, cepat pergi"


Dimas membuka pintu kamarnya dengan pelan. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada siapapun di sana.


Dan ternyata di sana aman. Dimas menoleh ke arah Sinta dan mengangkat jempolnya tanda semuanya aman, namun sayangnya saat ia kembali menoleh ke depan sudah ada Dista yang berdiri didepannya dan menatapnya bingung.


" Kakak sedang apa ?" tanya Dista. Ia sedikit mengintip ke dalam kamar kakaknya.


" Ehh..Dista " pekik Dimas kaget.


" Kakak ngapain tinggal di depan pintu celingak-celinguk seperti itu ?"


" Enggak ada apa-apa. Kakak hanya...emm.. ingin mengintip kamarmu Apakah kau sudah bangun atau tidak " jawab Dimas bohong.


Dista menatap kakaknya dengan alis mengkerut. Dimas berusaha mengontrol kondisi wajahnya agar adiknya tidak curiga.


Di saat mereka tengah menuruni tangga di bawah sudah ada daddy Hasbu yang tampak sibuk dengan handphonenya.


" Morning, Daddy " sapa Dista.


" Morning sayang " daddy Hasbu membalasnya sambil menoleh sebentar ke arah putrinya.


Dista langsung saja ke meja makan, sedangkan Dimas masih bingung untuk mencari cara bagaimana kekasihnya dapat turun dari kamarnya tanpa daddy-nya tahu.


" Apa yang daddy lakukan ?" tanya Dimas basa-basi.


" Ada email yang dikirim Felix pada daddy " jawab daddy Hasbu yang masih fokus pada handphonenya.


" Daddy nggak ke meja makan ?"


" Kamu duluan saja. Daddy akan menyusul nanti "


Dimas menjadi bingung. Bagaimana caranya membuat daddy-nya pergi dari sini.


***


Sedangkan Sinta yang masih uring-uringan di dalam kamar, merasa jenuh menunggu kekasihnya tidak juga kembali untuk memberitahu bagaimana kondisi di bawah.

__ADS_1


" Haduh.. kenapa Dimas lama sekali?" kata Sinta.


Sinta yang sudah tidak sabar mencoba untuk keluar. Ia mengintip keluar seperti yang dilakukan Dimas tadi. Setelah merasa aman, Sinta dengan berjalan pelan menuju tangga. Dan sialnya, ia melihat Dimas dan daddy tengah duduk .


Dimas yang tidak sengaja mendongak melihat kekasihnya yang berjalan turun dengan pelan. Ia kaget dan mengkode Sinta untuk turun lebih cepat.


Singa berlari menuruni tangga. Saat sudah sampai di bawah dengan kecepatan penuh ia berlari ke kamarnya sendiri.


Daddy Hasbu yang heran melihat putranya mendongak terus, ikut melihat ke atas dan mencari apa yang putranya lihat.


" Kenapa kamu melihat ke atas terus ? apa ada sesuatu di atas ?" tanya daddy Hasbu.


" Hah..Dimas hanya meregangkan leher saja. Rasanya leher Dimas sedikit sakit " Dimas kaget dengan pertanyaan daddy-nya dan menjawab dengan senyum kaku.


Padahal ia berusaha untuk membuat raut wajahnya biasa saja, tapi ia tidak bisa. Daddy Hasbu menatap putranya dengan dahi mengkerut. Dia curiga putranya menyembunyikan sesuatu.


" Jangan coba-coba melakukan sesuatu yang membuat daddy marah padamu. Ingat ! daddy punya mata di mana-mana " daddy Hasbu memperingati putranya dan berjalan ke meja makan.


Sepertinya daddy mulai curiga padaku _ batin Dimas_


Huffthh...


Dimas membuang nafasnya lega, karena kekasihnya sudah kembali ke kamarnya. Ia menyusul daddy-nya ke meja makan. Di sana nampak mommy dan adiknya membantu pelayan membawa makanan ke meja.


Mom Awah yang hanya melihat putranya sedirian tanpa kekasihnya, mulai bertanya.


" Di mana Sinta ? apa dia belum bangun ?"


" Udah kok, mom. Sinta kayaknya lagi mandi " jawab Dimas seraya menarik kursi yang akan ia duduki.


Daddy Hasbu yang mendengar jawaban putranya sedikit heran dan curiga. Putranya yang sejak tadi bersamanya. Jadi, bagaimana dia bisa tahu, kalau kekasihnya sudah bangun.


Daddy Hasbu menyimpan kecurigaannya itu. Ia akan menyelidikinya sendiri nanti. Sebenarnya sejak awal ia kurang suka dengan kekasih putranya, tapi apa boleh buat, ia juga tidak punya alasan untuk melarang putranya bersama kekasihnya itu.


"Selamat pagi. Maaf Sinta telat " sapa Sinta pada semua orang yang ada di meja. Ia menarik kursi yang ada di sebelah Dimas.


" Tidak apa-apa. Kita juga belum makan " sahut mom Awah seraya duduk.


Mereka mulai mengambil makanan ke piring mereka. Sepertinya biasa dan selalu di lakukan mom Awah yang akan mengisi piring suaminya dan anak-anaknya.


Setelah selesai, sesuai kata mom Awah tadi pada putrinya jika daddy akan mengajaknya bermain keluar. Dimas juga ikut, tapi kekasihnya tidak mau ikut dengan mereka.


" Kenapa nggak mau ikut ?" tanya Dimas pada Sinta.


.


.

__ADS_1


NEXT..


__ADS_2