
Malam hari dinegara I
Dimansion Smith terlihat mom Awah, daddy Hasbu, Dista dan Ayla tengah makan malam bersama. Keadaan di meja makan tidak ada kecanggungan sama sekali, walaupun sore tadi sempat tegang akibat ulah Dimas.
Ayla yang merasa bersalah kini tidak lagi, Kerena mengingat perkataan daddy Hasbu yang tidak mempermasalahkannya.
" Tambah lagi Ay, biar keponakanku cepat besar !" Dista menyuruh Ayla untuk menambah makanannya, karena Ayla hanya makan sedikit.
" Ini udah cukup " kalau bukan porsi yang ia inginkan, Ayla akan mau muntah jika di paksa.
Dista hanya mengangguk dan kembali fokus menghabiskan makanannya, sedangkan mom Awah tersenyum melihat interaksi mereka. Mom Awah bersyukur, karena Ayla tidak merasa sedih. Sudah ada Dista yang bisa menemaninya bermain dan membuatnya ceria.
Setelah beberapa menit mereka makan, kini mereka berkumpul di ruang keluarga. Terlihat daddy Hasbu mengunyah brownis buatan mom Awah sebagai makanan penutup.
" Mom, dad " panggil Ayla.
Ayla yang saat ini berada di tengah-tengah antara Dista dan mom Awah. Ayla menoleh ke arah mom Awah dan melirik daddy Hasbu.
" Kenapa ?" tanya mom Awah seraya mengusap rambutnya sebentar.
" Emm..boleh nggak Ayla masuk sekolah besok ?" mom Awah mengira Ayla akan menanyakan hal lain, tapi ternyata dia ingin kembali sekolah lagi.
Mom Awah melirik suaminya yang menatapnya juga. Ia ingin meminta pendapat.
" Ayla sudah merasa enakan kok. Setelah mual di pagi hari, Ayla sudah merasa baik dan tidak mual lagi selanjutnya. Hanya di pagi saja" Ayla berkata seperti itu, karena melihat mommy dan daddy hanya saling melirik. Ia berfikir, mungkin mereka masih ragu tentang kesehatannya.
"Apa kamu yakin?" tanya daddy Hasbu.
" Ayla yakin, das" Ayla menjawab dengan penuh keyakinan.
Mom Awah terlihat menarik nafas pelan. Ia sebenarnya menginginkan Ayla bed rest 1 Minggu lagi, tapi melihat Ayla yang sudah sangat ingin kesekolah membuat ia berfikir dua kali untuk melarang Ayla pergi.
" Baiklah. Kalau kamu bilang kamu sudah merasa baik untuk pergi sekolah, mommy tidak akan melarang"
" Jadi... maksud mommy, Ayla sudah bisa kesekolah besok?" tanya Ayla dengan senyuman merekah.
" Iya. Kamu bisa kesekolah besok, tapi kamu harus hati-hati yah?"
" Pasti, mom" Senyuman Ayla tidak luntur dari bibirnya.
" Tenang, mom. Dista akan menjaga dan mengawasi Ayla selama di sekolah" Dista yang sejak tadi hanya diam, akhirnya buka suara saat mendengar mommy mengizinkan Ayla untuk kembali sekolah lagi. Ia pun ikut senang mendengarnya, karena ia punya teman di sekolah.
__ADS_1
" Baguslah" mom Awah tersenyum.
" Besok mau mommy buatkan bekal?" tanya mom Awah pada keduanya.
" Ayla mau, mom. Ayla mau salad buah, kejunya di banyakin ya mom?"
" Oke, mommy akan buatkan besok, kalau kamu sayang?" tanya mom Awah pada Dista.
" Nasi goreng dengan ayam disuir-suir yah, mom"
" Bereslah" mom Awah mengangkat jempolnya.
Selama Dimas dinegara S, Ayla tidur bersama Dista. Dista yang mengajaknya untuk tidur bersama dan mom Awah tidak mempermasalahkannya, karena Ayla bisa punya teman untuk tidur. Ayla juga tidak merasa keberatan dan malah sangat senang, karena bisa bercerita dan bercanda di dalam kamar sebelum tidur.
****Pagi hari****
Terlihat pagi ini mom Awah sangat sibuk membuat bekal untuk putri dan menantunya. Walaupun disekolah di sediakan makanan untuk para siswa, tapi mom Awah ingin membuatnya agar Ayla tidak merasa mual saat makan makanan dikantin sekolah dan itu juga permintaannya semalam.
Mom Awah sangat semangat, karena mengingat Ayla ingin makan bircher müesli, tapi Dimas tidak pulang. Akhirnya mom Awah berfikirlah menawarkan Ayla untuk membawa bekal. Dan sayangnya ia tidak tahu membuat bircher müesli, begitupun dengan para koki.
" Ini salad dan nasi gorengnya " mom Awah meletakkan 2 rantang di atas meja makan. Masing-masing berisi 1 porsi salad dan 1 porsi nasi goreng.
Mereka mengambil rantang itu dan menentengnya keluar. Seperti biasanya, sudah ada pak Jang yang menunggu di depan mobil dengan pintu tengah yang sudah terbuka agar para nona-nona Smith bisa masuk.
" Dadah mommy" Dista melambaikan tangannya, begitupun dengan Ayla.
Mom Awah membalas lambaian itu seraya tersenyum, hingga mobil mereka menghilang dibalik gerbang.
****
Sesampainya di sekolah, Ayla dan Dista berjalan dengan bergandengan tangan memasuki lingkungan sekolah SMA jaya biru.
Sebuah senyuman tidak lepas dari bibir Ayla. Ia sangat merindukan sekolahnya, di mana ia bisa melihat para siswa bermain di lapangan sekolah.
" Aku bahagia sekali bisa masuk sekolah lagi" ucap Ayla seraya menoleh kearah Dista.
" Aku ikut senang. Kalau tidak ada kamu, rasanya sangat sepi"
" Haha..kamu ini ada-ada saja. Kan masih ada teman-teman yang lainnya. Kamu juga sudah sangat akrab dengan Roni kan?" Ayla terkekeh
" Iya sih, tapi itu kan beda. Apalagi dia laki-laki, sedangkan aku perempuan jadi beda tujuan lah. Aku tuh selalu pengen nge-gosip, hahah" Dista tertawa sedikit keras.
__ADS_1
Ayla yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala.
Tak berselang lama mereka sudah sampai di depan kelas. Saat Ayla dan Dista memasuki kelas itu, para murid yang berada di kelas seketika diam melihat kedatangan kedua-nya. Bagaimana tidak, mereka sedikit kaget Ayla sudah masuk sekolah lagi, setelah mereka mendengar kabar bahwa Ayla sedang sakit.
" Kenapa kalian melihat kami seperti itu? kalian itu seperti melihat hantu saja " Dista sedikit kesal melihat mereka menatap Ayla dengan wajah kaget. Bahkan ada yang melihatnya dengan sinis.
Mereka tidak menjawab pertanyaan Dista dan kembali fokus ke urusan mereka masing-masing, sedangkan Dista menarik Ayla untuk duduk.
" Kamu tidak perlu memperdulikan tatapan mereka " ucap Dista setelah menyimpan tasnya.
" Tenang saja, aku tidak mempermasalahkannya kok. Lagipula mereka tidak mengangguk" Ayla tersenyum ke arah Dista agar dia tidak merasa khawatir padanya.
" Yahh..tapi aku kesal melihat mereka menatapmu seperti itu "
" Kamu jangan seperti itu, mereka hanya...." perkataan Ayla terhenti, karena asal suara yang keras.
" Wah-wah...siapa yang baru saja datang ke kelas kita" ucap Tasya.
Ternyata asal suara itu adalah Tasya yang baru saja memasuki kelas dan melihat Ayla sedang duduk di kursinya.
Dista memutar matanya malas melihat kehadiran Tasya dan kawan-kawannya.
" Apa kabar lu? sehat " pertanyaan Tasya memang baik, tapi nada bicaranya seakan mengejek Ayla.
" Aku baik" jawab Ayla lembut.
"Haha..dia sudah sehat gays, udah nggak sakit lagi " begitupun dengan Sifa yang seakan mengejek Ayla selalu sakit.
" Bagus dong. Berarti dia udah nggak penyakitan, hahaha" Sofia menambah dan tertawa keras di ikuti oleh Sifa serta Tasya.
Dista yang sudah merasa panas mendengar mereka mengenal Ayla, berdiri dari duduknya dan melihat mereka tajam.
" Kalau kalian hanya datang untuk mengejek, mending kalian duduk deh di tempat kalian. Gua muak liat wajah lu-lu pada" Dista menunjuk mereka satu persatu dengan jari telunjuknya.
.
.
NEXT..
Kebetulan author cepat pulang hari ini, jadi author punya kesempatan untuk up.
__ADS_1