Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 59. Mual


__ADS_3

" Kamu pergilah ke kamar Dista. Kamarnya tidak pernah di kunci " Dimas berbalik meninggalkan Ayla untuk ke kamar mandi. Namun ia berbalik lagi saat mengingat sesuatu "Dan jangan pernah gerai rambutmu seperti itu di saat kamar masih gelap " Dimas menunjuk Ayla yang sudah ingin berjalan keluar.


Ayla yang kebingungan hanya bisa mengungguk saja. Dia melanjutkan langkahnya untuk ke kamar Dista.


Sampai di depan kamar Dista, Ayla membuka pintunya perlahan dan ia bisa melihat Dista yang masih tidur dengan pulas. Dengan pelan Ayla masuk dan mengambil baju di tas miliknya.


Setelah itu, Ayla kembali ingin melangkah keluar dan berpapasan dengan mom Awah yang baru saja akan membuka pintu, tapi Ayla sudah lebih dulu membukanya. Hal itu membuat mom Awah kaget.


" Astaghfirullah..Ayla!!" mom Awah memegang dadanya. Rasanya jantungnya hampir copot.


" Maaf mommy. Mommy kaget, yah ?"


" Nggak pa-pa, sayang. Kamu tidur di sini?" mom Awah mengira Ayla tidur di kamar Dista bukan di kamar Dimas, karena dia keluar dari sana.


" Nggak, mom. Ayla tidur di kamar kak Dimas, Ayla hanya mengambil baju saja" Ayla menunjukkan baju yang ia ambil di kamar Dista.


" Ohh.. yaudah, mommy mau membangunkan Dista dulu " Ayla mengangguk, kemudian kembali lagi ke kamar Dimas.


Mom Awah memperhatikan Ayla sejak tadi hingga dia menghilang di balik pintu. Dahinya mengkerut menatapa Ayla, entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Mom Awah yang tidak ingin bertanya-tanya memilih masuk ke kamar Dista dan membangunkannya.


Setelah putrinya bangun, mom Awah berjalan ingin turun ke lantai bawah. Saat melewati kamar putranya, ia berhenti sebentar kemudian melanjutkan kembali langkahnya.


Sampai di lantai bawah, ia menghampiri sang suami yang sibuk dengan handphonenya.


" Dad, apa kamu tahu...?" mom Awah langsung duduk di sebelah suaminya dan memegang kadua pahanya.


" Ada apa ?" daddy Hasbu meletakkan handphonenya dan ingin mendengarkan cirita istrinya.


" Ayla habis keramas pagi ini " wajah mom Awah sangat serius.


" Memang kenapa kalau Ayla keramas ?" daddy Hasbu tidak mengerti maksud istrinya.


" Iss...daddy, masa gitu aja nggak tahu " mom Awah yang kesal memukul paham suaminya dengan pelan.


" Nggak " jawab daddy Hasbu singkat. Hal itu membuat mom Awah kesal mendengarnya.


" Pasti Ayla dan Dimas kembali melakukan malam mereka " daddy Hasbu akhirnya mengerti arah tujuan cerita istrinya.


" Yaa..nggak apa-apa dong Mom, kalau mereka main. Mereka juga sudah sah menjadi suami-istri "


" Bukan masalah sah atau tidaknya Dad, tapi kalau Ayla hamil lebih cepat itu nggak bagus. Bukan mommy tidak ingin Ayla ham, tapi umurnya masih belum memungkinkan untuk hamil dan sekolahnya nanti akan terganggu "


" Ahh..yah, kamu benar Mom. Aku tidak memikirkannya ke sana sama sekali "


" Bagaimana sekarang ? Mommy takut Ayla cepat hamil. Apa kita harus memisahkan mereka ?" tiba-tiba solusi aneh melintas di kepala mom Awah.

__ADS_1


" Mommy yang benar saja! jangan memisahkan mereka dong, jangan panik seperti itu "


"Abisnya mommy takut, dad "


" Nanti daddy akan bicarakan pada Dimas untuk tidak bermain terlebih dahulu sampai Ayla selesai sekolah "


" Yasudah..." mom Awah meninggalkan suaminya ke dapur. Daddy Hasbu hanya geleng kepala melihat kepanikan istrinya.


***


Setelah drama kuntilanak pagi-pagi tadi, Dimas dan lain kini sudah berkumpul di meja makan kembali. Daddy Hasbu yang setiap harinya pergi ke kantor kecuali Sabtu dan Minggu. Hari ini adalah hari Jum'at yang artinya hati terakhir daddy Hasbu ke kantor.


Ayla yang melihat makanan di depannya menjadi mual sendiri. Dia tidak suka bau makanan itu dan membuat kepalanya pusing.


" Ayla, kenapa kamu tidak makan ?" tanya Dista, saat melihat Ayla hanya diam menatap piringnya.


" Emm..enggak ada apa-apa " jawab Ayla di sertai gelengan.


" Apa kamu yakin Ayla? kamu terlihat pucat sayang " kini giliran mom Awah yang bertanya, saat memperhatikan wajah Ayla yang tampak pucat.


" Aku nggak pa-pa kok, mom "


Ayla yang melihat orang-orang tampak khawatir dengannya mencoba untuk menyendokkan makan itu ke piringnya. Namun, baru saja makanan itu akan masuk ke dalam mulutnya, Ayla sudah ingin muntah.


Hueek...huekk..


Ayla yang muntah-muntah terdengar sampai di meja makan, karena itu sangat dekat. Mom Awah ikut panik melihatnya. Dia meninggalkan makanannya dan menghampiri Ayla. Dista pun ingin mengikuti mommy, tapi daddy menahan tangannya Agara tidak pergi.


" Habiskan makananmu, Dista. Biarkan mommy saja yang mengurus Ayla " Dista kembali duduk dan hanya bisa mendengar Ayla yang muntah-muntah saja.


Berbeda dengan mom Awah yang dengan sigap mengusap tenguk Ayla agar merasa nyaman.


Haaaahhhh...


Ayla membuang nafasnya, setelah selesai mengeluarkan isi perutnya. Ia berbalik badan dan menghadap mom Awah.


" Ayok sini, duduk dulu " mom Awah menarik kursi untuk Ayla duduk.


Ayla duduk dan menyandarkan punggungnya, karena merasa lemah.


" Apa yang kamu rasakan ?" tanya mom Awah.


" Perutku rasanya di aduk-aduk, mom. Kepala juga terasa berat " jawab Ayla dengan memegang kepalanya.


Mom Awah yang mendengar itu sedikit kaget. Ia sepertinya tahu apa yang terjadi pada Ayla, tapi ia akan memastikannya nanti.

__ADS_1


" Kita ke rumah sakit yah ?" mom Awah ingin membawa Ayla ke rumah sakit.


" Nggak usah, mom. Ayla minim obat saja, nanti sakit kepalanya akan hilang " Ayla menolak untuk pergi.


" Jangan minum obat sembarang dulu tanpa tahu penyebabnya. Bagaimana kalau mommy buat sesuatu untukmu? kamu mau apa ?" mom Awah berdiri dan berjalan mendekat kompor.


" Mommy nggak Lanjut makan dulu ?" Ayla tahu jika mom Awah belum menghabiskan makanannya.


" Mommy nggak bisa makan, kalau kamu belum makan. Kita akan makan sama-sama nanti "


" Baiklah, mom " mom Awah tersenyum menanggapinya.


" Kamu mau mommy buatkan apa ?" mom Awah ingin membuatkan Ayla makanan agar tidak mual lagi.


" Aku ingin makan yang berkuah-kuah kecut, mom dengan ceker ayam "


Mom Awah mulai berfikir untuk memasak ala dengan kuah yang kecut-kecut. Sampai akhirnya ia berfikir untuk memasak konro ayam saja.


" Bagaimana dengan konro ayam aja, kamu mau ?" tanya mom Awah.


" Iya mom, Ayla mau " jawab Ayla dengan sangat senang. Ia membayangkan makanan itu masuk ke dalam mulutnya, pasti itu sangat enak. Membayangkannya saja, Ayla jadi lapar.


Mom Awah tersenyum mendengar Ayla yang sangat senang. Ia dengan cekakatan membuat makanan tersebut.


Mom Awah yang sangat sibuk di dapur dan Ayla hanya duduk memperhatikannya, hingga daddy Hasbu terlihat berjalan menghampiri mom Awah.


" Mom, aku berangkat yah !" daddy Hasbu mencolek istrinya dan mengulurkan tangannya agar istrinya mencium tangannya.


Mom Awah melakukannya dan daddy Hasbu mencium kening istrinya, lalu menghampirinya Ayla.


" Apa kamu tidak apa-apa?" tanya daddy Hasbu.


" Aku tidak apa-apa, dad"


" Jangan sungkan untuk meminta bantuan pada mommy, daddy akan ke kantor dulu "


" Iya, Dad " Ayla juga mencium tangan daddy.


Daddy Hasbu mengangguk dan mengusap rambut Ayla, lalu pergi meninggalkannya.


.


.


NEXT....

__ADS_1


__ADS_2