Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 51. Malas melihatmu!


__ADS_3

Setelah membantu Ayla menggunakan pakaiannya, mereka duduk di pinggir kasur. Mom Awah mengusap rambut Ayla yang menatap ke lantai dengan lembut.


" Kita sarapan dulu yah? Kamu belum makan kan sejak semalam ?" mom Awah menawarkan Ayla untuk makan.


" Ayla sangat sulit untuk jalan, mom " jawab Ayla dengan masih menunduk.


" Mommy akan ambil makan dan mambawanya ke sini. kita makan di sini. Mau yah?" bujuk mom Awah.


Ayla menatap mom Awah yang tersenyum ke arahnya. Ia sebenarnya merasa sangat lapar, tapi ia merasa tidak sopan jika mom Awah yang mengambilkannya makanan.


" Jangan merasa sungkan pada mommy. Mommy tidak merasa di repotkan sama sekali. Kamu harus ingat, kalau mommy adalah mommy kamu juga " mom Awah seakan tahu kegundahan hati Ayla.


Ayla tersenyum dan mengangguk. Itu tandanya dia mau untuk makan. Mom Awah juga ikut tersenyum.


" Tunggu di sini, mommy akan mengambil makanan ke bawah" mom Awah berdiri dari duduknya.


" Iya, mom"


" Ayok kita ke bawah ! Kalian belum sarapan juga kan ?" ajak mom Awah pada adik dan juga putrinya.


Keduanya mengangguk dan mengikuti mom Awah. Sejak tadi, Dista hanya diam saja menatap Ayla. Ia tidak mengeluarkan suara apapun. Dista merasa sangat bersalah pada sahabatnya, karena tidak menjaganya semalam dan tidak tidur bersamanya.


Dista hanya menatap Ayla yang juga menatapanya sampai di depan pintu.


_________


Di lantai bawah, di meja makan sudah ada daddy Hasbu dan Dimas yang sudang ingin mengambil makanan.


" Daddy kira kalian belum mau makan " ucap daddy Hasbu.


Aunty Caca dan Dista menarik kursi untuk mereka duduki, sedangkan mom Awah tidak duduk. Dia melayani suaminya terlebih dahulu lalu mengambil dua piring untuk dia isi. Setelah itu, mom Awah mengambil nampan dan meletakkan kedua piring itu serta dua gelas air putih.


Mom Awah akan membawanya ke kamar sang putra di mana Ayla yang saat ini menempatinya.


"Mommy mau ke mana?" Tanya Dimas saat melihat mommy tidak ikut makan bersama mereka.


" Ke kamar kamu " jawab mom Awah tanpa menoleh sama sekali.


" Kenapa mommy nggak makan di sini?" Suara Dimas agak tinggi, karena mommy-nya sudah berjalan lumayan jauh.


" Mommy malas melihatmu " mom Awah sengaja mengatakan hal itu. Padahal kata itu bukan dari lubuk hatinya.

__ADS_1


Berbeda dengan Dimas yang mendengarnya. Dia bagaikan di timpa batu besar. Dia berfikir mommy-nya sangat membenci dirinya, sehingga tidak mau ikut makan jika dia ada di meja ini.


Sebegitu bencinya mommy padaku_ batin Dimas_


Sementara manusia beda jenis dan umur itu hanya diam saja. Mereka tidak merasa prihatin sama sekali melihat wajah Dimas yang tampak sedih, karena mereka sepakat untuk memberikan Dimas pelajaran.


Mereka juga tahu kenapa mommy tidak ikut gabung sarapan bersama mereka.


__________


Di kamar yang Ayla tempati saat ini, mom Awah tengah menyuapi Ayla. Setiap selesai menyuapi Ayla setiap sendok, mom Awah juga memakan makanannya sendiri.


Ayla yang awalnya menolak untuk disuapi, tapi dengan bujukan mom Awah dia akhirnya mau. Ayla merasakan hal yang berbeda saat mom Awah menyuapinya. Dia seakan melihat sosok sang mama dan juga sosok sang nenek yang selalu menyuapinya saat sakit.


Setelah makan keduanya habis, Ayla berterima kasih.


" Terimakasih, mom. Ayla bersyukur memiliki mommy dan lainnya. Ayla merasa tidak sendirian di dunia ini setelah nenek pergi " kata Ayla dari lubuk hatinya.


" Sama-sama, sayang. Jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan pada mommy dan juga yang lainnya. Kami pasti selalu ada untukmu " mom Awah mengusap pipi Ayla dan menatapnya dengan sangat lembut.


Ayla menggangguk dan tersenyum. Ia lalu memeluk mom Awah.


" Ayla.." panggil mom Awah.


Ayla yang tadinya hanya menatap lurus ke depan, menoleh saat mom Awah memanggilnya.


" Iya, mom ?"


" Sebenarnya, tentang kejadian semalam dan Dimas melakukan hal itu padamu. Mommy dan lainnya sepekat untuk menikahkan kalian. Kamu mau yah menikah dengan putra mommy dan menjadi menantu keluarga Smith?" Tanya mom Awah.


Mata Ayla membulat. Ia tidak menyangka jika akan menikah di umur yang terbilang sangat muda. Ia juga berfikir Dimas tidak mau bertanggung jawab padanya. Ayla merasa ragu untuk menikah.


" Mommy tahu umurmu masih sangat muda untuk menikah, tapi bagaimanapun kamu harus menikah. Dimas sudah mengambil hal yang berharga pada dirimu dan itu adalah kesalahan yang besar " mom Awah tahu kegundahan hati Ayla.


Menjalani dunia pernikahan bukanlah hal yang mudah, tapi mau bagaimana lagi, itu harus di lakukan.


" Bagaimana dengan sekolah, Ayla ?" tanya Ayla.


" Kamu tetap masih bisa sekolah seperti biasanya. Pernikahan kalian tidak akan ada yang tahu, kecuali kami "


Ayla kembali diam. Dia menatap lurus ke depan. Dia memikirkan beasiswanya, dia takut itu akan di cabut dan tidak mendapatkan beasiswa lagi.

__ADS_1


" Bagaimana dengan beasiswa ku nanti ? apa kak Dimas juga setuju untuk menikah denganku ? setahuku kak Dimas punya kekasih. Ayla nggak mau menikah, kalau kak Dimas tidak mau menikah dengan Ayla " berbagai pertanyaan Ayla lontarkan kepada mom Awah, tapi Ayla tidak berani menatapnya.


Mom Awah membuang nafasnya pelan. Ia lebih mendekatkan tubuhnya dengan Ayla, kemuadian memegang kedua bahunya agar dapat melihatnya.


" Tidak ada yang akan terganggu tentang sekolahmu termasuk beasiswa itu. Itu tidak akan di cabut, sayang. Dimas juga mau menikah denganmu. Mommy juga tidak akan menikahkan kalian jika kalian tidak mau " mom Awah mulai menjawab pertanyaan Ayla satu persatu. Walaupun ia sedikit berbohong tentang putranya, karena ia mengancam Dimas terlebih dahulu agar mau menikah.


" Dan tentang kekasih Dimas, dia tidak mungkin mau menikah jika dia belum menyelesaikan dengan kekasihnya "


Mendengar semua jawaban dari mom Awah, Ayla mulai berfikir. Hatinya masih terasa berat untuk menikah, tapi melihat mommy yang begitu berharap padanya dan pernikahan ini memang harus dilakukan.


" Kamu mau yah menikah dengan putra mommy ?" tanya mommy sekali lagi.


Ayla menatap dalam mata mom Awah, kemuadian Ayla mengangguk.


" Iya. Ayla mau " Ayla akhirnya setuju.


" Kamu serius, sayang ?" tanya mom Awah dengan penuh senyuman.


" Iya, mom. Ayla serius "


Mendengar itu, mom Awah menarik Ayla dan memeluknya. Ia mengucapkan terimakasih, karena mau menikah dengan putranya.


" Pernikahan kalian akan di adakan lusa nanti. Kami sengaja mempercepat, karena kamu juga akan masuk sekolah beberapa hari ke depan " kata mom Awah, setelah melepas pelukannya.


" Ayla ikut mana baiknya aja, mom " kata Ayla. Mom Awah tersenyum mendengarnya.


" Baiklah, kamu tunggu di sini. Mommy akan membawa piring ini ke bawah" mom Awah berdiri setelah melihat Ayla mengangguk. Ia membawa nampan itu keluar.


Di lantai bawah terlihat semuanya sudah meninggalkan meja makan. Kini mereka berkumpul di ruang keluarga. Mom Awah hanya menoleh saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Setelah selesai menyimpan piringnya, mom Awah kembali naik. Mom Awah menoleh sebentar ke arah mereka yang juga melihatnya.


" Kalian semua naik ke kamar Dimas. Ada yang mau mommy bicarakan dengan kalian, terutama kamu Dimas " setelah mengatakan itu mom Awah naik ke atas tangga tanpa mendengar jawaban mereka.


.


.


NEXT..


Apa yah kira-kira yang akan mommy bicarakan ?

__ADS_1


__ADS_2