Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 30. Ada yang salah!


__ADS_3

Mereka berjalan bersama keluar dari sekolah, hingga sampai di mobil. Pak Jang meletakkan tas Dista di kursi belakang tempat di mana Dista duduk. Mobil itu meninggalkan area sekolah.


Dalam perjalanan, Dista mengingat sesuatu. Ia menghubungi sang mommy, apakah dia sudah berada di rumah sakit atau belum.


Panggilan terjawab.


Dista : " Halo, mom "


Mom Awah : " Halo, sayang. Ada apa? "


Dista : " Mommy sudah di rumah sakit ?"


Mom Awah :" Belum. Mom, masih di rumah. Memang kenapa ?


Dista : " Dista ke rumah sakit duluan, yah ?".


Mom Awah : " Tidak boleh. Kembali ke rumah dan ganti pakaimu, sebelum ke sana !"


Dista : " Tapi, mom…"


Mom Awah : " Tidak ada tapi-tapian, Dista"


Dista. : " Hufffft..."


Mom Awah : " Ingat pesan mommy. Mommy menunggumu di sini. Kita akan sama-sama ke rumah sakit nanti. Apa kamu mengerti ?"


Dista :" Iya, mom. Dista mengerti "


Panggilan berakhir


Dista menyandarkan punggungku dengan wajah kusut. Pak Jang yang melihat Dista dari kaca depan hanya tersenyum kecil. Ia tahu, kalau sang nona muda sedang tidak bersemangat. Hingga akhirnya mobil Dista sudah memasuki gerbang mansion.


" Assalamualaikum " ucap Dista saat membuka pintu mansion.


" Waalaikumsalam " ucap mom Awah. Ia berdiri menatap putrinya yang tampak tidak bersemangat.


Dista mencium tangan mommy-nya setelah melihatnya.


" Ganti bajumu, setelah itu temui mommy di ruang TV !" perintah mom Awah.


" Iyah, mom " jawab Dista.


Dista Berjalan dengan lesuh ke dalam kamarnya, sedangkan mom Awah menggelengkan kepalanya. Ia tahu putrinya pasti ada masalah di sekolahnya, sehingga dia pulang secepat ini.


Padahal ini baru pukul 09:00 pagi. Mom Awah pergi ke dapur dan membuat jus untuk putrinya. Ia juga mengambil beberapa olahan pisang yang di buat olehnya tadi.


Mom Awah membuat pisang yang di haluskan dengan isian cokelat di dalamnya. Ia membawanya ke dapan TV dan menunggu putrinya di sana.


Beberapa menit kemudian, tampak Dista menuruni tangga dengan pakaian kahasnya. Dista sangat suka memakai baju kaos yang memiliki bahan cukup tebal. Dan celana PDL atau biasanya yang memiliki kantung yang banyak pada sisinya.


Dista mendaratkan bokongnya di sebelah sang mommy dan merebahkan kepalanya di pangkuannya.


Mom Awah tersenyum melihat itu. Ia mengusap-usap kepala putrinya dengan sayang. Dalam keadaan seperti itu, biasanya Dista merasa memiliki beban dan butuh untuk di lampiaskan.

__ADS_1


" Apa ada masalah di sekolah ?" tanya mom Awah yang masih mengusap rambut putrinya.


Dista yang menikmati usapan sang mommy membuka matanya dan menatap ke atas. Di mana sang mommy menunduk melihatnya.


" Hanya masalah kecil, mom " jawab Dista.


" Masalah kecil apa itu, sampai kamu pulang secepat ini ?" tanya mom Awah. Ia mengambil lagi potongan kue pisang yang sudah habis di tangannya.


" Biasa, mom. Ada yang mencari masalah dengan Dista. Dan Dista membalasnya sampai dia memiliki lebam " jawab Dista.


Dista yang tadinya mendongak menatap sang mommy, beralih memiringkan tubuhnya dan mengambil gelas berisi jus. Ia meminumnya sedikit dengan keadaan masih merebahkan kepalanya di paha Mommy-nya.


" Kebetulan dia anak yang manja dan melapor kepada kepala sekolah, sehingga Dista di panggil ke ruang BK. Aku diberikan sanksi dengan tidak mengikuti pelajaran hari ini " lanjut Dista.


Dista melupakan tentang biaya pengobatan yang harus pak Jang bayar, sehingga dia tidak menceritakannya pada sang mommy.


" Kenapa kamu tidak pandai mengontrol emosimu. Kamu sangat persi dengan Daddy yang mudah sekali meledak " ucap mom Awah, setelah mendengar jawaban putrinya.


Ia merasa heran dengan putrinya yang memiliki sikap turun dari daddy-nya. Padahal dia adalah seorang perempuan yang harusnya menjadi lembut, bukan yang kasar dan mudah meledak.


" Aku kan anak, mom " ucap Dista santai.


" Haha...kamu memang anaknya " ucap mom Awah membenarkan. Ia membuat nada tertawa padahal ia merasa aneh dengan sikap putrinya.


Dista bangun dari pangkuan sang mommy dan memakan kue pisang buatannya. Ini pertama kalinya sang mommy membuatnya dan ini sangat enak di lidahnya.


" Ehmm..ini enak banget, mom " ucap Dista seraya memejamkan matanya, karena menikmati rasanya.


Dista begitu asik memkan kue pisang hingga habis. Dista yang merasa kekenyangan mengingat untuk ke rumah sakit.


" Mom, katanya mau ke rumah sakit " ucap Dista. Ia sangat tidak sabar.


" Mommy ganti baju dulu, yah ?" ucap mom Awah. Ia berjalan ke kamarnya dan Dista meneriakinya.


" Jangan lama-lama, mom " teriak Dista.


" Iya " jawab mom Awah seraya berteriak juga.


Tak berselang lama, mom Awah tampak sudah siap untuk berangkat.


" Lama amat sih, mom " ucap Dista menggerutu.


" Mommy hanya 10 menit loh " ucap mom Awah.


" Itu lama banget mommy. Dista pakai baju aja nggak cukup 5 menit " ucap Dista kesal mendengar jawaban mommy-nya.


Mom Awah Awah hanya tersenyum dan menampilkan deretan giginya. Mereka kini meninggalkan mansion menuju rumah sakit.


Rumah sakit


" Assalamualaikum " ucap Dista dengan penuh semangat.


" waalaikumsalam " jawab Ayla dan nenek Moya bersamaan.

__ADS_1


Senyuman tidak lepas dari wajah mereka, saat saling bertemu. Seakan sudah sangat lama tidak pernah bertemu.


Dista mencium tangan nenek Moya, kemudian memeluk Ayla yang sedang duduk di kasur.


" Wahh.. tampaknya Ayla sudah sehat yah " ucap mom Awah dengan senyuman.


" Iya, mom. Ayla sudah merasa baik. Dokter juga sudah mengizinkan Ayla pulang " ucap Ayla.


" Serius? kamu sudah boleh pulang ?" tanya Dista yang tidak percaya sekaligus bahagia.


" Iya. Kata dokter, Kalau kondisiku tidak menurun nantinya, aku akan pulang sore ini " jawab Ayla.


" Alhamdulillah, kalau begitu " ucap mom Awah. Dista menganguk membenarkan ucapan mommy-nya.


Mom Awah dan nenek Moya berpindah ke sofa. Dista dan Ayla duduk di kasur bersama sambil bercerita.


Dista menceritakan bagaimana kegiatannya di sekolah hari ini. Sampai dia juga menceritakan bagaimana dia bertengkar dengan tiga sekawan itu ( Tasya, Sofia dan Sifa ).


...----------------...


Sedangkan di tempat berbeda.


Saat ini pak Jang sedang berada di perusahaan, di mana daddy Hasbu berada. Setelah dia mengantar nyonya dan nona mudanya, ia melajukan mobilnya ke perusahaan untuk bertemu dengan tuan Smith.


" Ada apa pak Jang ?" tanya daddy Hasbu.


Pak Jang memang selalu datang ke perusahaan jika terjadi sesuatu atau dia ingin membicarakan sesuatu yang penting dengannya.


" Maaf mengganggu waktu kerja anda tuan " ucap pak Jang.


" Jangan sungkan pak Jang " ucap daddy Hasbu.


" Di sekolah tadi, nona muda meminta saya untuk menjadi orang tua pura-pura nya. Nona muda meminta saya datang ke ruang BK, karena nona ada masalah dengan salah satu temannya " ucap pak Jang.


" Masalah ? masalah apa itu ?" tanya daddy Hasbu.


" Nona muda membuat temannya terluka, lebih tepatnya tangannya lebam akibat perbuatan nona muda. Hingga akhirnya, nona muda di beri sanksi dengan tidak mengikuti pelajaran untuk hari ini. Dan jadi pertanyaan saya, tuan. Saya di minta untuk membayar biaya pengobatan teman nona muda, padahal itu hanya lebam saja " jawab pak Jang.


" Jadi..?" tanya daddy Hasbu. Ia belum bisa menangkap maksud dari perkataan pak Jang.


" Apakah benar, siswa yang melukai temannya harus membayar biaya pengobatan untuk teman yang mereka ?" tanya pak Jang


" Itu tidak benar. Yang benar itu, sekolah lah yang membayar biaya pengobatannya, bukan murid " jawab daddy Hasbu.


" Tapi, saya di suruh untuk membayar biaya pengobatannya. Bahkan uang yang mereka minta senilai 500.000 hanya untuk luka lebam saja " ucap pak Jang.


" Benarkah? Itu salah, seharusnya sekolah lah yang menanggung biayanya " ucap daddy Hasbu yang bingung dengan ucapan pak Jang.


" Ada yang salah " ucap daddy Hasbu curiga.


.


LANJUT..

__ADS_1


__ADS_2