
"Baru pulang sekolah, ya" tanya preman itu sok ramah.
"Bukan urusan anda" Jawab Ayla.
"Jutek amat, nona" goda preman bertato. Dia mencolek dagu Ayla.
"Apaan sih. Anda jangan macam-macam, ya" Ayla memperingati dan menunjukkannya dengan mata melotot.
"Woooo... serem guys, hahahha..." Mereka pura-pura takut dan tertawa.
"Turun dulu nona cantik! kita duduk-duduk dulu di sana" ucap preman bertindik. mereka menarik paksa Ayla untuk turun dari sepeda dan menyeretnya ke tempat mereka duduk.
"Lepaskan" Ayla memberontak meminta untuk di lepaskan.
Kedua preman itu memegang tangan Ayla dan membawanya ke bos mereka yang sejak tadi hanya duduk di kursi kayu dipinggir jalan itu.
"Bos, lihat anak ini, sangat cantik, kan?" ucap preman bertindak itu.
Ayla berusaha melepaskan cengkeraman kedua preman itu dengan memutar-mutar pergelangan tangannya, tapi tenaganya kelah dengan mereka.
Bos preman itu tersenyum miring. Ia mendekat kearah Ayla dan ingin memegang dagunya. Ayla menolehkan kepalanya agar tidak di sentuh oleh bos preman itu.
"Sombong sekali kamu, adik manis" ucap bos preman. Ayla menatapnya dengan dengan tajam.
"Wooo..." Preman itu hanya pura-pura takut.
Bos preman itu lalu ingin memegang wajah Ayla kembali, tapi sebelum bos preman itu menyentuhnya, Ayla meganyunkan kedua kakinya dan menendang bos preman tepat di dadanya.
Bukk...
Bos preman itu mundur beberapa langkah akibat tendangan Ayla. Dia memegang dadanya yang terasa sedikit perih.
"Berani sekali kau memandangku bocah nakal" ucap bos preman. Ia mendekat kearah Ayla dengan marah dan, plakkk....
Dia menampar pipi Ayla. Ayla sampai memjamkan matanya, karena terasa sangat perih.
"Auhhh..." gumam Ayla.
"Hahaha.... Makanya jangan melawan" ucap preman bertato.
"Bawa dia ke gubuk!" perintah bos mereka.
Kedua preman itu menyeret Ayla Dangan bos preman berada di depan mereka.
"LEPASKAN..." teriak Ayla. Ia berusaha memberontak dengan membuat seluruh tubuhnya bergoyang, bahkan ia dengan sengaja membuat dirinya berat, agar mereka kesulitan membawanya.
Tapi sayang usahanya sia-sia. Mereka berhasil membawa Ayla ke dalam gubuk. Kedua preman bertato dan bertindak melemparkan Ayla di atas tumpukan jerami.
"Auhh..tanganku" rintih Ayla. Tangan kanannya yang pertama terbentur di atas temukan jerami. Ayla merasa tangannya keseleo.
Hahahaha.....
__ADS_1
Ketiga tertawa keras. Bos preman itu melangkah ke arah Ayla dengan senyuman yang sangat bernafsu.
"Gua dulu, baru setelah itu kalian" ucap bos preman kepada kedua anak buahnya.
Bos preman itu kembali menoleh kearah Ayla. Ayla memundurkan tubuhnya saat melihat bos preman itu mendekat kearah. Ia berdiri dan berlari ke arah pintu yang ada di belakang para preman.
"Hap....Mau kemana kamu gadis nakal" bos preman itu menangkap tubuh Ayla yang hendak kabur.
"Lepaskan aku. TOLONG..." Ayla berteriak.
Bos preman itu melepar Ayla kembali ke tumpukan jerami dan kemudian menindihnya.
"Tolong lepaskan aku. Aku mohon" lirih Ayla. Ia sudah kelelahan, karena terus berontak.
"Gua akan melepaskanmu setelah gua menuntaskan milikku. Hahah.." ucap bos preman. Ayla menggeleng, ia tahu maksud dari perkataan bos preman itu.
Bos preman itu ingin mencium bibir Ayla, tapi Ayla menghindarinya dengan menolehkan kepalanya ke kanan.
"Heh..sok suci sekali kamu" bentak bos preman.
"Baiklah kalau itu mau-mu, gua akan langsung ke intinya saja" Ucap bos preman.
Bos preman itu membuka baju sekolah Ayla dengan paksa hingga semua kancing baju itu lepas.
"Jangan lakukan itu, kumohon" Ayla kembali memohon, tapi bos preman menulikan telinganya.
Bos preman kembali berusaha membuka pakaian Ayla yang sebelah dalam. Ayla menahan tangan bos itu dengan tangannya. Bos yang merasa terganggu mengikat tangan Ayla dengan tali yang ada diatas meja.
"TIDAK...." Ayla berteriak.
"Berisik sekali kau... Plakkk." Bos preman menampar Ayla dengan sangat keras dan kemudian menutup mulut Ayla dengan lakban.
Ayla yang tangannya di ikat tidak bisa melakukan apa-apa. Bos preman kembali melakukan aksinya.
"Ternyata kulitmu sangat lembut, yah..." Ucap bos preman, saat ia berhasil membuka pakaian Ayla yang hanya menyusahkan pakaian dalam saja.
"Gue sangat penasaran dengan isinya, hahaha..." bos preman tertawa. Ia ingin kembali membukanya. Ayla yang melihat itu hanya pasrah dan hanya bisa menangis.
Ayla tidak bisa melakukan apapun, ia hanya berharap ada sebuah keajaiban untuk dirinya. Tangan bos preman sudah memegang rok Ayla dan ingin membuka penutup segitiga yang ada di dalamnya.
Ayla memjamkan matanya. Air mata semakin deras keluar dari matanya. Tamparan yang sangat keras pada pipinya membuat kepalanya pusing, sampai akhirnya Ayla kehilangan kesadarannya.
Bos preman sudah setengah membuka kain penutup itu dan..
BRAKKK.....
"Lepaskan nona Ayla darinya" Pak Jang lah yang mendobrak pintu gubuk itu, membuat ketiga preman menolah kearahnya secara bersamaan.
"Siapa kau?" tanya bos preman. Ia menghentikan aksinya dan melangkah kearah pak Jang.
"Dia nona kami" jawab pak Jang.
__ADS_1
"Ahh.. seorang pengawal rupanya. Ternyata gadis itu dari kalangan orang kaya" ucap bos preman.
"Tapi... sepertinya kau terlambat" ucap bos preman dan menoleh kearah Ayla yang masih dengan kondisi terikat.
Pak Jang ikut menoleh dan merasa gagal dalam misinya kali ini. Melihat kondisi sahabat nona mudanya yang sangat miris. Pak Jang sangat marah dan menyerang ketiga preman itu.
Pak Jang mendang dada bos preman dengan sangat keras hingga dia bos preman terpental.
"Beraninya kau. SERANG DIA" bos preman tidak terima dan memerintahkan kedua anak buahnya untuk menyerang pak Jang.
"Baik bos" ucap mereka. Mereka menyerang pak Jang bersamaan.
Pak Jang mengambil ancang-ancang dan menangkis tinjuan mereka. Kumudian pak Jang melakukan gerakan memutar dan menendang kepala mereka.
Mereka sampai terbentur dengan kerasa diatas tanah gubuk. Pak Jang mendekat kearah keduanya dan menginjak perut preman bertato.
Arkhhh...
"Sial**n" umpat bos preman. Ia berlari dan menyerang Pak Jang.
Pak Jang menoleh dan mengeluarkan pistol dari balik celananya.
DOR....DOR..DOR.
Pak Jang menembak ketiga preman itu tepat di kakinya. Membuat mereka tidak berdaya. Pak Jang segera mendekat kearah Ayla dan mepaskan ikatan pada kedua tangan Ayla. Ia juga melepas lakban yang menempel di mulutnya.
Pak Jang kemudian memperbaiki pakaian Ayla, agar separuh tubuhnya tidak terlihat. !!! Pak Jang membopong Ayla keluar dari gubuk dan membawanya ke dalam mobil.
"Joni, pergilah ke jalan xxx bersama Jono dan masuk ke dalam gubuk di balik pohon! Beritahu tuan Smit, bahwa nona Ayla saya bawa ke rumah sakit mutiara." perintah pak Jang di balik sambungan telepon.
Tut...
Pak Jang mematikan sambungan telponnya dan menyalakan mesin mobil menuju rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
NEXT...
TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACANYA...
SELALU DUKUNG KARYA AUTHOR, YAH...
__ADS_1
LIKE, COMMENT, AND VOTE...