
4 hari kemudian
Hari ini adalah hari terakhir SMA Jaya biru melaksanakan ujian kenaikan kelas. Setelah lima hari menjalani ujian, membuat para siswa-siswi merasa lega. Otak merek harus bekerja semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil ujian yang baik untuk beberapa hari ini.
Seperti Ayla dan Dista yang merasa lega, karena ujian mereka sudah selesai. Mereka saat ini tengah berada di rumah Ayla.
" Otakku rasanya lega, Ay " Dista membaringkan tubuhnya di atas kasur milik Ayla.
" Yahh dan kita hanya tinggal menunggu pengumuman hasil ujian kita" Ayla menyandarkan punggungnya di dinding kamarnya yang menyatu dengan kasurnya.
" Dan juga pengumuman libur sekolah. Ahh..aku sangat tidak sabar "
" Apa yang ingin kamu lakukan di hari libur nanti ?" tanya Dista.
" Aku nggak tahu. Mungkin aku akan bekerja di toko setiap harinya. Kalau kamu ?" tanya Ayla balik.
" Aku sebenarnya juga nggak tahu, tapi aku tidak sabar kak Dimas akan pulang dari negara S " Dista mengingat di mana Dimas berjanji padanya untuk pulang saat ia libur.
" Kak Dimas? itu kakakmu ?" tanya Ayla yang baru pertama kali mendengarnya.
" Aku belum cerita, yah ?"
" Belum " Ayla menggeleng.
" Aku dua bersaudara dan aku punya kakak laki-laki bernama Dimas. Saat ini dia kuliah di negara S dan dia janji sama aku untuk pulang saat libur semester "
" Kak Dimas udah umur berapa sih ?"
" Kak Dimas udah umur 20 tahun. Hehe..udah tua yah ..."Dista terkekeh mengingat umur sang kakak yang sudah mulai tua.
Ayla hanya tersenyum melihat Dista. Kemudian tak lama terdengar suara pak Jang yang memanggil Dista.
" Nona muda, waktunya pulang " suara pak Jang dari luar.
" Eh..pak Jang memanggilmu, Ta " ucap Ayla.
Ayla menyingkat nama Dista menjadi Ta, sedangkan Dista menyingkat nama Ayla menjadi Ay.
" Tunggu pak Jang " teriak Dista.
" Aku pulang dulu yah, Ay. Sampai ke temu di hari pengumuman sekolah, dadah.." Dista berlari keluar dan masuk ke dalam mobil.
Ayla berjalan keluar untuk mengantar sahabatnya, tapi dia sudah lari lebih dulu. Sehingga saat ia sampi di depan pintu, mobil Dista sudah berjalan meninggalkan rumahnya.
Beberapa hari kemudian
Pengumuman kenaikan kelas di laksanakan hari ini. Para siswa dan siswi SMA jaya biru sangat tidak sabar dan juga deg-degan. Mereka tidak sabat untuk melihat kerja keras mereka dan juga mereka takut nilai mereka rendah, sehingga mereka tidak bisa naik kelas.
Pembagian hasil belajar mereka selama satu tahun belakangan akan di berikan kepada mereka. Hasil itu akan di bagikan masing-masing di kelas mereka.
__ADS_1
Dan saat ini, di kelas 10 satu tengah riuh, karena para murid sangat tidak sabar menunggu wali kelas mereka yang akan membagikan hasil belajar selama satu tahun ini. Mereka juga bertanya-tanya, apakah di antara mereka akan ada yang tertinggal kelas.
" Halo murid-murid ibu..." suara wali kelas terdengar. Ia melangkah masuk dan menyapa para murid-muridnya.
" Kalian sudah tidak sabar, yah..?" wali kelas duduk di meja khusus guru.
" IYA DONG, BUU..." sahut mereka serentak.
" Waah...kalian sangat bersemangat. Ibu sangat suka. Apa ibu bagikan sekarang atau nanti-nanti saja ?" wali kelas sengaja mempermainkan anak muridnya.
" Bagikan sekarang lah, Buu..kita sudah tidak sabar nih " ucap Tasya.
" Oke-oke ibu akan bagikan. Apa kalian mau dengar siapa yang memiliki nilai paling tinggi di kelas ini ?"
" MAU BUU..." sahut mereka serentak.
" Gua lah yang punya nilai paling tinggi di sini. Gua kan paling pintar di kelas ini " Tasya menyombongkan dirinya.
" Betul itu.." sahut Sifa dan Sofia bersamaan.
" HUUUU...." para murid lain bersorak. Bagi mereka itu tidak mungkin, karena Tasya selalu menyontek dan dia selalu menyuruh di antara mereka untuk mengerjakan tugas sekolahnya.
" Sudah-sudah. Ibu akan membacakannya " wali kelas membuka nama pemilik yang memiliki hasil belajar dan ujian paling tinggi.
Para murid-murid sangat deg-degan. Mereka masing-masing berharap nama merekalah yang di sebut.
Begitupun dengan Ayla dan Dista. Mereka saling berpegangan tangan. Mereka sama-sama berharap juga, tapi Ayla dan Dista tidak masalah kalau bukan namanya yang di sebutkan. Baginya yang penting dia sudah berusaha semaksimal mungkin.
" Haaaahh...arkhhh itu namaku, Ay " Dista berteriak tidak percaya. Ia memeluk Ayla yang berada di sebelahnya.
"Selamat, Ta. Kamu memang hebat. Majulah ke depan " Ayla menepuk-nepuk punggung sahabatnya, kemudian mendorong tubuhnya pelan untuk naik ke atas.
" Dista, ayo naik keatas " panggil wali kelas.
Dista berdiri dan berjalan menghampiri wali kelasnya. Dengan perasaan bahagia, Dista menerima hasil akhirnya.
" Selama yah " wali kelas mengucapkan selamat.
" Terimakasih, Bu.."
"Dan selamat juga untuk Ayla. Kamu memiliki nilai paling tinggi kedua di kelas ini. Dista dan Ayla memiliki selisih nilai hanya 2 angka saja. Ambillah milikmu juga "
Ayla tersenyum senang .Iya tidak menyangka bisa menjadi orang kedua yang memiliki nilai hasil akhir tertinggi di kelas.
" Terimakasih, bu" ucap Ayla.
Ayla dan Dista kembali duduk ke tempatnya. Murid yang lain mengambil miliknya masing-masing. Sedangkan Tasya, raut wajahnya terlihat cemberut dan sangat kesal. Ia tidak terima dengan hasil akhir belajarnya.
***
__ADS_1
" Dadah, Ayla " Dista melambaikan tangannya, saat mobilya melewati Ayla yang sedang mengayuh sepeda.
Ayla membalas lambaian itu seraya tersenyum.
Manssion Smith
" MOMMY..." Dista berteriak sangat kencang dari arah pintu masuk manssion.
Dista menghampiri sang mommy yang tengah berada di dapur.
" Astaga..Dista, pelankan suaramu " pekik mom Awah.
" Hehe..maaf mom " Dista duduk di kursi yang ada di dekat pembatas antara dapur dan meja makan.
" Bagaimana hasil belajarmu ?" tanya mom Awah. Ia menghampiri putrinya.
" Aku berhasil.." Dista menunjukkan hasilnya dengan wajah ceria.
" Waah...putri mommy memang hebat "
" Tentu saja. Putri siapa dulu dong..."
" putri mommy " jawab mereka serempak.
Kedua ibu dan anak itu tertawa bersama dengan jawaban mereka yang sangat kompak.
" Apa yang kalian tertawakan ?" tanya daddy Hasbu. Ia baru saja pulang dari kantor dan mendengar suara istri dan anaknya yang tertawa dari arah dapur.
" Ehh.. daddy " pekik Dista yang tidak menyadari kedatangan daddy'nya.
" Nggak ada apa-apa, dad " jawab mom Awah.
" Berapa lama kamu libur sayang ?" tanya daddy Hasbu pada Dista. Ia duduk di sebelah putrinya yang masih mengenakan seragam sekolah.
" 2 Minggu "
" Lumayan lama ternyata. Bagaimana dengan acara pesta ulang tahunmu, kamu ingin mengundang teman-temanmu atau merayakan dengan kami saja ?" daddy Hasbu menayakan tentang ulang tahun putrinya 6 hari lagi.
" Oh iya, aku lupa kalau 6 hari lagi adalah hari ulang tahunku " Dista menepuk jidatnya.
" Aku tidak ingin merayakan dengan teman-temanku, karena mereka tidak tahu tentangku. Aku hanya ingin mengundang anak panti saja dan selebihnya terserah mommy sama daddy " ucap Dista lagi.
" Umm.. baiklah. Terserah kamu saja " ucap daddy Hasbu.
Daddy Hasbu akan melakukan apapun untuk putrinya asalkan itu adalah hal yang baik. Dia akan menjadi Daddy yang tegas, kalau sang putri sangat susah untuk dilarang.
.
.
__ADS_1
NEXT..
Jangan bosan-bosan baca cerita author. Tunggu cerita selanjutnya, Tetang bagaimana sang sahabat dapat berada di kasur yang sama dengan sang kakak, ikuti terus ceritanya...