
Hari ini Jasmine sudah keluar dari rumah sakit, sebab Dokter sudah memperbolehkannya pulang dan, ia pun pulang bersama sang suami.
Selama di perjalanan, mereka berdua hanya diam dalam pikiran masing-masing, sebab memikirkan acara pernikahan Nana dan juga Samudra yang akan digelar satu bulan mendatang.
'Aku harus membuat adikku bahagia dengan acara pernikahannya yang mewah dan wanita yang sangat dia cintai. Sebab, dia adalah adikku satu-satunya,' batin Jasmine.
Jasmine senang sekali mendengar kabar pernikahan sang adik, sebab ia senang melihat adiknya bahagia. Sejak dulu mereka sama sekali tidak bahagia, sebab Aldalin tidak menyayangi mereka, namun sekarang sudah jauh berbeda.
Sesampainya di rumah, Aldalin dan Jasmine langsung berangkat masuk ke dalam dan gadis itu berjalan dengan di papa oleh sang suami.
"Setelah sampai nanti kamu jangan beritahu apa-apa dulu kepada Samudra, sebab ini akan ada jadi kejutan untuknya karena Jhoni yang menginginkan hal ini," ucap Aldalin lembut.
Jasmine langsung menoleh, kemudian dia pun menganggukkan kepalanya, mengartikan bahwa ia mengerti akan ucapan sang suami.
"Syukurlah Kakak sudah pulang, yang artinya kakak sudah sembuh," ucap Samudra dengan sangat gembira.
"Ini semua, karena berkatmu sudah mendonorkan darah untuk kakak, sebab itulah aku cepat sembuh," jawab Jasmine lembut.
Samudra tersenyum, kemudian ia pun langsung menghampiri sang kakak dan, memeluk gadis itu dengan lembut.
"Hei! Jangan memeluk istriku terlalu lama, aku cemburu," ucap Aldalin sambil menyingkirkan tangan Samudra.
Sontak saja, membuat Samudra dan Jasmine saling menatap satu sama lainnya, kemudian keduanya tertawa lepas sebab lucu di tengah mereka.
"Apa yang lucu?" tanya Aldalin.
Pria itu menatap Jasmine dan Samudra bersamaan dan, mereka pun saling tersenyum, sebab sudah menertawakan pria yang selama ini menjadi ayah bagi keduanya.
"Aaahhh, Ayah mau dipeluk juga?" tanya Samudra dengan nada meledek.
Sontak, membuat Aldalin kesal dan, langsung menghampiri anak yang sangat ia sayangi, sejak dulu sampai saat ini.
"Jangan ucapkan kata ampun, sebab aku tidak akan memberikan mu ampunan!" teriak Aldalin.
Pria itu langsung menggelitik Samudra, sampai pria itu jatuh dan, berteriak-teriak histeris, kemudian dia pun berhenti.
"Ayah, kepala Sam sangat pusing," ucap Samudra lirih.
Aldalin langsung memeluk sang anak, kemudian dia membantu Samudra duduk di sofa dengan lembut.
"Ayah dan Jasmine memiliki kabar gembira, pastinya akan membuatmu langsung sembuh," ucap Aldalin sambil melirik ke arah sang istri.
"Apa?" tanya Samudra cepat.
Sebab, dia sangat penasaran apa yang akan diucapkan oleh sang ayah dan, kabar apa yang membuat dia langsung sembuh?
"Mas," ucap Jasmine lembut.
Sebab, gadis itu ingin memberikan isyarat kalau sang suami hampir keceplosan. Namun, pria itu malah menganggukan kepalanya.
"Tidak apa sayang, biar aku beritahu dia, agar anakku ini cepat sembuh," ucap Aldalin lembut.
__ADS_1
"Ayolah apa itu, jangan buat aku semakin penasaran!" sahut kesal Samudra.
Sebab, ayah dan kakaknya terus berbicara tanpa memberitahu apa yang akan disampaikan, membuatnya kesal.
"Pernikahanmu dan Nana, akan dilangsungkan bulan depan," jawab Aldalin girang.
Sontak, membuat Samudra membuka mulut lebar-lebar, sebab dia tidak menyangka, pernikahan yang diimpikan menjadi kenyataan.
"Ya benar?" tanya Samudra.
"Iya!" jawab Aldalin.
Samudra langsung memeluk sang ayah dengan lembut, membuat pria itu tersenyum, sebab apa yang dia ucapkan benar adanya.
"Bener bukan, dia langsung sembuh," ucap Aldalin.
"Benar," sahut Jasmine.
Samudra sama sekali tidak malu lagi, karena dia sangat bahagia, sebab pernikahannya dengan Nana akan segera berlangsung.
'Aku sangat bahagia, karena bisa menikahi Nana, wanita yang sangat aku cintai,' batin Samudra bahagia.
Pria itu sangat bahagia, ingin rasanya dia berlompat dari atas balkon, namun bila itu terjadi, maka dia tidak jadi menikah, sebab itu semua hanya angan-angannya.
Satu bulan kemudian . . .
Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh Samudra, sebab lagi ini dia dan Nana akan menikah di salah satu gedung termegah di kota mereka.
"Sam, lihatlah istrimu, dia sangat cantik," bisik Aldalin di telinga sang anak.
Samudra tersipu malu, karena dia melihat betapa cantiknya sang istri menggunakan baju pengantin berwarna putih.
"Samudra, ibu senang sekali, karena anak-anak ibu sudah menikah. Bahkan, sebentar lagi ibu akan memiliki cucu," ucap Tasya lirih.
Wanita paruh baya itu menyesal, karena sudah meninggalkan anaknya dan, sekarang mereka sama sekali tidak dendam padanya.
"Ibu adalah wanita yang terbaik untuk kami berdua, jangan pernah mengingat masa lalu lagi, sebab kita hidup di masa kini, bukan masa lalu," jawab Samudra bijak.
Tasya menitihkan air mata, kemudian mereka mengantarkan Samudra menjemput Nana dan, langsung menghampiri pendeta.
"Aku sangat mencintaimu," bisik Samudra di telinga Nana.
Gadis itu tersipu malu, karena dia juga sangat mengagumi ketampanan calon suaminya. Kini mereka berdua sudah mengucap janji bersama dan, keduanya resmi menjadi suami-istri.
"Ayo kita berpesta!" teriak Aldalin.
Jasmine langsung mencubit lengan sang suami, sebab sudah berteriak di depan ramainya orang yang menghadiri acara pernikahan Samudra dan Nana.
"Pestanya nanti saja! Sebab, kami ingin memiliki banyak cucu," ucap Tasya.
"Benar itu!" sahut Jhoni.
__ADS_1
Pria itu tersenyum dan, matanya melirik ke arah gadis yang sejak tadi melihatnya, namun dia sama sekali tidak memperdulikannya.
"Kalian berpesta saja, sebab aku mau menyambut para tamu undangan." Jhoni bergegas pergi dari sana.
Setelah kepergian Jhoni, mereka semua masuk ke dalam dan, menyambut para tamu undangan yang hadir.
. . .
"Tunggu!" teriak Jhoni.
Sebab, gadis yang sejak tadi menatap dirinya tidak henti, mencoba kabur darinya. Padahal ia sangat merindukannya sejak beberapa hari lalu.
"Sayang, kenapa pergi?" tanya Jhoni.
Pria itu langsung memegang tangan sang pujaan hatinya, walaupun lebih tepatnya, hanya menjadi sugar Beby.
"Bukan seperti itu Om, tapi Difa tidak enak pada yang lain," jawab Difa.
Jhoni langsung mencium gadis itu tanpa rasa malu dilihat orang yang berdatangan, membuat Difa langsung menarik tangan pria itu, menuju tempat yang sunyi.
"Om, kenapa bersikap seperti tadi?" tanya Difa.
"I miss you sayang," jawab Jhoni.
Pria yang hampir berusia 50 tahun itu merasa seperti muda lagi, saat dia mengenali Difa dan menjadikan gadis itu sebagai sugar Beby nya.
"Nanti malam kita bertemu," ucap Difa sambil bergegas pergi dari sana dengan berlari.
Jhoni hanya tersenyum melihat kepergian Difa dan, dia pun kembali ke dalam gedung pernikahan dan berkumpul di sana.
"Saatnya melemparkan bunga, bagi yang merasa jomblo, tolong berkumpul!" ucap MC di sana.
Sontak, membuat Aldalin langsung membawa Jhoni dan Azam, agar mereka berdua mendapatkan jodoh.
"Tuan, saya sudah tua, tidak usah ikutan lagi," ucap Jhoni.
"Tidak ada, penolakan darimu dan Azam, sebab aku ingin kalian menikah lagi," jawab Aldalin.
Pria itu bergegas pergi dari sana, sedangkan Jhoni terus menatap ke arah Difa yang berada tidak jauh darinya.
"Semuanya siap? Satu, dua, tiga!" teriak MC tersebut.
Samudra dan Nana melemparkan bunga dan, Difa melompat agar mendapatkan bunga, namun naas dia malah jatuh ke atas tubuh Jhoni dan, pria itu berhasil menangkap bunga pengantin..
"Cie!" teriak semua orang yang ada di sana.
...~ TAMAT ~ ...
Kisah selanjutnya akan liris pada bulan depan ya, terus baca novel aku yang lain. Jangan lupa hampir ke novelku yang baru ya, judulnya: Benih Papa Syerkan.
Love you semuanya 🙏
__ADS_1