
Amit dan Azam masuk ke dalam rumah, untuk bercerita tentang masa-masa mereka dimasa dulu.
Azam meletakan buah delima yang ia ambil tadi ke meja makan, kemudian duduk di samping Amit yang duduk di tikar ruang tamu.
"Ceritakan, apa istrimu anak kota?" tanya Amit dengan sangat penasaran akan pernikahan sahabatnya tersebut. Karena Azam tidak bisa melupakan istrinya yang sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
"Iya, dia tinggal di kota memang kenapa?" tanya Azam balik karena ia juga tidak tahu asal-usul Jasmine.
"Tidak ada, hanya saja aku penasaran jika kau sudah menikah," jawab Amit sambil menatap wajah Azam dengan sangat lekat.
"Buktinya sekarang aku sudah menikah, dan istriku juga sedang mengandung anakku," sambung Azam dengan sangat cuek.
Amit tertawa sambil menceritakan masa-masa mereka dulu, dan bercerita tentang kehidupan saat berpisah selama satu tahun.
Karena Azam merantau di kota untuk mencari pekerjaan yang layak, ia hanya bertahan selama satu tahun saja di sana karena ia sudah mengumpulkan cukup uang, dan berniat akan membuka usahanya sendiri di kampungnya.
Saat mereka tengah berbincang Bu Jima datang karena sudah selesai memasak untuk menantunya.
"Zam, panggil Jasmine berikan dia makan karena dia sedang hamil jadi harus banyak makan," pinta Bu Jima pada anaknya tersebut.
"Siap, sebentar lagi Azam panggilkan Jasmine makan," sahut Azam dengan sangat lembut dan sopan.
"Aku pulang dulu, sampaikan salam ku pada istri mu," ucap Amit yang bergegas pergi dari rumah Azam.
Setelah kepergian Amit ia mulai berjalan memasuki kamarnya, untuk memanggil Jasmine.
Perlahan ia masuk dan mendekati Jasmine yang tengah tidur pulas, dan duduk di samping tubuh gadis itu ia memegang tangannya.
"Jasmine, ayolah bangun makan dulu," ucap Azam dengan sangat lembut kemudian gadis itu terbangun.
Jasmine perlahan membuka matanya dan melihat jika Azam ada di sampingnya.
__ADS_1
"Iya kak, apa Jasmine boleh mandi dulu? Setelah itu baru makan," sahut Jasmine dengan sangat lembut.
Azam mengangguk kepalanya lalu mengambil handuk untuk Jasmine, dan memberikan handuk kepada gadis itu.
"Aku akan mengantarmu mandi, karena ini desa bukan kota yang memiliki kamar mandi di dalam rumah," ucap Azam sambil menatap wajah Jasmine.
Jasmine sangat terkejut mendengar ucapan Azam, lalu ia berfikir jika tidak ada kamar mandi di dalam rumah terus ia akan mandi di mana.
"Lalu, kita mandi di mana kak?" tanya Jasmine sambil berjalan dengan perlahan di ikuti oleh Azam.
"Sungai, hanya kali ini saja karena mulai besok aku yang akan membawakan air untuk mu bisa mandi di rumah," ucap Azam sambil berjalan menuju belakang rumah, dan Jasmine hanya mengikuti langkah Azam saja karena tidak tahu apa-apa.
Setelah mereka sampai di sungai yang berada di belakang rumah Azam, mereka langsung bergegas ke pinggir sungai terlihat air yang sangat jernih dan banyaknya ibu-ibu mencuci baju di sana.
"Bagaimana caranya Jasmine mandi?" tanya Jasmine yang melihat banyaknya orang mencuci dan mandi di sungai itu.
"Lihat wanita yang ada di sana," tunjuk Azam pada wanita yang sedang mandi di pinggir sungai, terlihat wanita tersebut menggunakan kain untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Perlahan Jasmine memakai kain tersebut dan melepaskan pakaiannya satu persatu, setelah itu ia langsung masuk ke dalam air dan duduk di atas batu besar.
Azam melaksanakan tugasnya dengan menutupi Jasmine yang sedang mandi, ia juga membuang pandangannya ke arah lain karena tidak mau melihat gadis itu yang sedang mandi. Walaupun menggunakan kain yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Azam, pengantin baru mandi di sungai!" teriak tetangga Azam yang sangat kepo tersebut, sehingga ibu-ibu yang lain menatap ke arahnya.
"Pantas saja mandi di tungguin," tambah ibu-ibu yang lain dan Azam hanya bisa tersenyum saja, sedangkan Jasmine terus mengerjakan tugasnya.
Setelah selesai Jasmine mandi, ia menggunakan handuk yang di berikan oleh Azam tadi. Lalu mereka bergegas pulang dengan Azam yang menutupi seluruh tubuhnya Jasmine dengan kain yang di bawa tadi.
Setelah sampai di rumah, mereka masuk ke dalam dan Jasmine langsung masuk kamar Azam untuk memakai baju.
Azam meletakan baju kotor milik Jasmine yang ada di dalam ember ke dapur, lalu ia mulai melihat belakang rumah yang akan di jadikan kamar mandi sementara untuk Jasmine.
__ADS_1
"Setelah ini aku akan langsung membuatkan kamar mandi, agar anak kota itu tidak mandi di sungai lagi," ucap Azam sambil berlalu masuk ke dalam dan duduk di meja makan sendirian.
Azam mengupas buah-buahan yang ia petik tadi dari halaman belakang rumahnya, setelah selesai di letakkan di meja makan.
Tak berselang lama akhirnya Jasmine datang dengan keadaan yang sudah sangat segar, lalu duduk di samping Azam sambil melirik ke arah buah yang sangat menggugah seleranya.
"Makan nasi dulu, setelah itu baru kamu makan bauh. Karena kamu tidak makan nasi dari tadi pagi," ucap Azam yang mengetahui isi pikiran Jasmine, walaupun gadis itu tidak mengatakan apapun.
"Baiklah, di mana ibu?" tanya Jasmine yang merasa tidak enak jika ia makan tanpa adanya ibu.
"Oh, ibu pergi ke rumah adiknya yang ada di depan jalan. Sudah jangan sungkan makan saja apa yang ada karena hanya itu yang aku bisa berikan kepada mu," ucap Azam dengan sangat lembut kepada Jasmine.
"Terimakasih, jangan bicara seperti itu karena aku juga tidak pernah makan yang mewah, aku setiap harinya makan bakso terkadang juga soto yang murah-murah saja," ucap Jasmine dengan senyumannya.
Azam juga tersenyum karena ia juga baru ingat akan cerita Jasmine pagi tadi, tentang kehidupan gadis itu sampai hamil.
*
*
Aldalin merasa sangat hancur mengetahui Jasmine pergi entah kemana, sehingga ia mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan gadis itu di seluruh kota.
Aldalin juga mengutus anak-anak buahnya mencari di setiap bandara, karena takut jika Jasmine pergi keluar negeri.
"Jasmine, aku akan menemukan mu sampai kapanpun karena ingin meminta maaf atas segala dosaku padamu. Setelah itu akan menikahi mu untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan padamu," ucap Aldalin sambil memeluk foto Jasmine yang ada di kamarnya.
Aldalin juga mencari informasi tentang Jasmine memalui kantor polisi, ia mengatakan jika gadis itu kabur dari rumah dan entah kemana perginya.
Kantor polisi berusaha untuk mencari keberadaan Jasmine yang hilang saat ini, dan tugas Aldalin hanya menunggu kabar dari mereka saja.
Bersambung.
__ADS_1