
Bu Jima banyak sekali menjelaskan tentang kewajiban seorang suami, pada Jasmine dan Azam.
"Jasmine, itu memang tugas laki-laki saat wanita hamil karena ayahnya Azam dulu seperti itu," jelas bu Jima dengan sangat lembut kepada menantunya.
Jasmine hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala saja, karena tidak bisa berbuat apa-apa jika ia berkata jujur maka detik itu juga akan di nikahkan dengan Azam.
'Sepertinya aku diam saja, karena aku tidak mau sampai aku di nikahkan dengan kak Azam. Seperti yang dia ceritakan tadi pagi,' batin Jasmine.
"Sudah, kamu mandi terus setelah itu kita beristirahat karena aku lelah sekali," ucap Azam yang bergegas pergi menuju sungai untuk mandi di sana.
Jasmine bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan langsung memulai ritual mandinya, setelah ia selesai ia menggunakan handuk dan langsung masuk ke dalam kamar.
Setelah di dalam kamar ia langsung bergegas mengunakan baju, kemudian duduk di bibir ranjang sambil menatap ke arah ponselnya yang mati.
'Apa, Sam sudah tahu jika aku pergi dan ayah?' batin Jasmine.
Ceklek!
Mata Jasmine langsung menatap ke arah Azam yang baru saja masuk ke dalam kamar, terlihat pria itu hanya menggunakan handuk s yang hanya menutupi kris pusakanya.
"Berbalik badan! Aku ingin menggunakan baju, apa kau ingin melihatnya?" tanya Azam sambil menatap ke arah Jasmine.
Jasmine langsung cepat-cepat berbalik badan sambil menutupi wajahnya. menggunakan tangan.
Setelah Azam selesai berganti baju ia menidurkan tubuhnya di samping Jasmine, sontak membuat gadis itu langsung bangun karena terkejut.
"Apa kita, akan tidur satu ranjang?" tanya Jasmine sambil menatap ke arah Azam yang sudah memejamkan mata.
Azam membuka satu mata dan bangun dengan perlahan sambil mengembuskan nafasnya dalam-dalam.
"Lihat kamar ini, bukankah hanya miliki satu ranjang saja. Lagipula jika aku tidur di luar apa ibu tidak akan curiga?" sahut Azam sambil menidurkan kembali tubuhnya.
Jasmine berfikir jika yang di ucapkan oleh Azam ada benarnya juga, sehingga ia naik ke atas ranjang kembali dan menidurkan tubuh dengan sedikit menjauh.
*
*
Pagi-pagi sekali Azam sudah bangun lebih dari biasanya, dan membuatkan sarapan untuk Jasmine setelah selesai ia langsung bergegas pergi ke sungai.
__ADS_1
Azam mambawa baju kotor Jasmine dan miliknya, dengan perlahan ia menuju pinggir sungai dan mulai mencuci baju Jasmine, matanya melihat bikini milik gadis itu lalu tersenyum simpul.
"Pikiran ini, benar-benar membuatku gila," ucap Azam sambil menggelengkan kepala.
Setelah selesai Azam mencuci baju ia langsung bergegas pulang agar bisa segera menjemur baju, setelah sampai rumah dia mendengar suara air dari dalam kamar mandi.
"Sepertinya itu dia sedang mandi?" ucap Azam sambil terus menjemur baju yang di cuci tadi.
"Jasmine!" teriak Azam yang berada di depan pintu kamar mandi.
"Iya," jawab Jasmine dari dalam.
Azam langsung bergegas pergi menuju luar rumahnya karena ia sedang menunggu kedatangan Amit, karena hari ini mereka akan bekerja seperti biasanya di perternakan milik keluarga konglomerat yang ada di kota.
Jasmine keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam kamar kemudian menggunakan baju, lalu ia keluar untuk mencari keberadaan Azam yang tadi memanggilnya.
"Di mana kak Azam?" tanya Jasmine dan bu Jima langsung menjawab dari dapur.
"Dia sudah pergi, ke perternakan!" sahut bu Jima dari dapur lalu Jasmine menghampiri ibu mertua pura-puranya itu.
"Apa kak Azam bekerja, di sana Bu?" tanya Jasmine yang sudah tahu di mana perternakan itu, karena kemarin ia melewatinya dan Nana menjelaskan semua kepadanya.
Jasmine menganggukkan kepala dan membantu bu Jima masak untuk makan siang, karena mereka tadi sudah sarapan bersamaan saat Azam mencuci di sungai.
*
*
Jhoni berada di sebuah stasiun bis menuju kota A, karena sudah menghampiri setiap stasiun bis yang ada di kotanya dari kemarin tanpa sepengetahuan Aldalin.
Jhoni bertanya-tanya kepada orang yang ada di sana sampai mengecek CCTV yang ada di sana, lalu melihat Jasmine masuk ke dalam bis yang akan pergi ke kota A.
"Sepertinya aku harus ke sana, karena kota itu sangat luas sekalian juga melihat perternakan di sana," ucap Jhoni yang berniat akan segera pergi.
Jhoni akan merahasiakan hal ini dari Aldalin karena jika ia memberitahu, maka majikannya itu sudah di pastikan ikut juga.
*
*
__ADS_1
"Tumben sekali kau ingin ke sana, biasanya anak buah mu saja yang pergi?" tanya Aldalin yang mendengar ucapan Jhoni.
"Tuan, saya sudah sangat lama tidak ke sana. Di sini ada anak-anak yang bisa saya utus untuk terus mencari keberadaan Jasmine," jawab Jhoni dengan sangat memohon agar di izinkan pergi.
"Baiklah aku akan mengizinkanmu pergi dari sini. Ingat jika ada masalah atau apa katakan saja padaku, seperti anak buah yang memeriksa ke adaan di sana," ucap Aldalin.
Jhoni tersenyum dan mulai berjalan pergi dari ruangan majikannya, ia bergegas pulang agar bisa segera berangkat dan sampai di sana.
*
*
Jasmine membawa rantang yang berisikan makan siang untuk Azam yang di buatkan oleh bu Jima tadi, ia berjalan menuju perternakan dengan berjalan kaki yang lumayan menguras tenaganya.
Setelah sampai ia mencari-cari kebenaran Azam akan tetapi, Jasmine sama sekali tidak melihat keberadaan suami pura-puranya itu.
"Di mana dia?" tanya Jasmine sambil terus-menerus melihat orang yang ada di sana.
"Cari siapa Nona?" tanya Amit yang menghampiri Jasmine karena ia melihat wanita itu, seperti orang yang kebingungan.
Jasmine menoleh lalu ia menatap wajah Amit. "Azam," jawab Jasmine dengan pelan.
Amit tersenyum karena ia sudah tahu istri dari sahabatnya itu, dan mulai mendekati Jasmine.
"Ikuti saya saja, karena saya ini temanya Azam," ucap Amit dengan sangat ramah.
Jasmine mengikut langkah Amit masuk ke dalam dan mereka bertemu dengan Azam, terlihat pria sedang memberikan makan kepada sapi yang ada di sana.
"Zam, istri mu datang!" teriak Amit membuat Azam langsung menoleh dan menghampiri mereka.
"Jasmine, kenapa datang? Kamu itu lagi hamil pasti lelah berjalan sejauh ini?" ucap Azam sambil menatap ke arah Jasmine.
"Cie, ada yang bucin sama ayang beb," sambung Amit lalu mendapatkan tatapan tajam dari Azam.
"Aku membawakan makan siang," jawab Jasmine dengan sangat lembut.
Azam dan Jasmine pergi menuju luar dan mereka duduk di pos ronda, untuk makan siang bersama-sama. Sebelum Azam makan ia terlihat dahulu membersikan dirinya.
Bersambung.
__ADS_1