Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 97 > Sobek


__ADS_3

Aldalin kesal pada sang putra, karena bertemu dengan Gilang. Sebab, dia takut pria itu mengambil putra yang sangat ia sayangi.


"Apa yang lalu lakukan, di sini?!" tanya Aldalin dengan kesal.


Gilang menceritakan semua pada Aldalin, kalau Tasya tengah dirawat di rumah sakit ini dan, pria itu langsung diam.


"Jangan marah pada Sam, karena dia hanya ingin melihat ibunya tadi, saat kami tidak sengaja bertemu,"ucap Gilang dengan lembut.


Aldalin menganggukan kepala, kemudian dia duduk di bangku tunggu pasien dan, mereka bertukar cerita.


"Syukurlah, kalau Jasmine sudah baik-baik saja! Aku, benar-benar sangat mencemaskan dia, saat Sam menceritakan keaannya padaku tadi," ucap Gilang sambil bernafas lega.


"Benar, aku berharap Tasya juga cepat sembuh. Kalau begitu, aku permisi dulu, kasihan Jasmine sendirian," ucap Aldalin dengan lembut.


"Silahkan, aku nanti akan melihat anakku saat Tasya tidur," jawab Gilang dengan lembut.


Aldalin langsung bergegas pergi dari sana, sedangkan Samudra masih di dalam ruangan Tasya. Pria itu menangis tersedu-sedu melihat kondisi sang mama.


"Mama, kenapa tidak memberitahu Samudra atau kak Jasmine, kalau Mama sakit parah seperti ini?!" tanya Samudra kesal.


Sebab, Tasya tidak memberitahu kalau akan dia sakit. Hal itu, membuat Samudra marah sekaligus cemas.


"Sayang, mama tidak ingin membuat kalian sedih lagi, mama juga sadar diri. Sebab, mama tidak ada artinya untuk kalian," jawab Tasya lirih.

__ADS_1


"No! Mama, sangat berarti untuk kami, apa lagi kak Jasmine yang membutuhkan Mama, karena dia akan segera melahirkan," sahut Samudra.


Pria remaja itu memeluk sang mama dengan lembut dan, juga mencium Tasya dengan lembut.


"Sam," ucap Tasya dengan lema.


"No! Tidak ada, ucapan seperti tadi lagi," sahut Samudra dengan cepat.


Walaupun Tasya sudah meninggalkannya selama ini, dia tetap sangat menyayangi wanita itu. Apa lagi kondisinya sekarang sangat buruk.


"Maafkan mama sayang, karena sudah membiarkan kalian hidup tanpa adanya mama," ucap Tasya dengan penuh penyesalan.


"No! Hentikan ucapan itu, Ma!" ucap Samudra dengan kesal.


. . .


Aldalin kembali ke dalam ruangan Jasmine dan, terlihat gadis itu tengah makan bersama Azam. Bahkan, sang adik yang menyuapi istrinya.


"Hei! Menjauh dari Istriku!" teriak Aldalin.


Azam dan Jasmine terkejut, sehingga pria itu langsung berhenti menyuapi kakak iparnya. Sedangkan Difa, langsung menghentikan langkah, sebab dia baru saja keluar dari kamar mandi.


"Jangan dekati Istriku!" gram Aldalin.

__ADS_1


Pria itu langsung mengambil bangku bubur dari tangan Azam, membuat sang adik sangat terkejut.


"Kak, apa kamu cemburu?" tanya Azam dengan terus terang.


"Pikir saja sendiri! Sebaiknya, antara temanmu itu pulang, hari sudah semakin siang!" ucap Aldalin dengan ketus.


Difa dan Azam saling pandang, kemudian keduanya tertawa bersama. Sebab, lucu melihat tingkah Aldalin.


"Baiklah, ayo Difa kita pulang," ucap Azam dengan lema.


Difa menganggukan kepala, kemudian dia berjalan mendekati Azam dan, terpeleset sehingga ia terjatuh.


"Aaahhh!" teriak Difa.


Sontak Azam langsung tertawa, karena lucu melihat Difa yang terjauh ke lantai. Sedangkan Aldalin langsung membantu gadis itu bangun.


Krek!


Semua orang yang ada di sana Saling menata, sedangkan Difa langsung membulatkan matanya dengan sempurna. Sebab, celananya sobek.


"Astaga! Celanaku, robek!" pekik Difa, sambil mencoba untuk menutupi celananya yang sobek.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2