Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 48 Kepergian Jasmine


__ADS_3

Tasya langsung berlari memeluk sang anak yang masih menangis, di samping tubuh ayahnya yang tidak menggubrisnya. Gadis itu sangat sedih mencurahkan isi hatinya.


"Ayah kenapa? Semua ini harus aku yang merasakan. Sejujurnya aku tidak bisa menerima pernikahan kami!" Jasmine semakin terisak-isak.


Mengingat kembali malam kelam bersama Aldalin, karena gadis itu sama sekali tidak ingin mencintai ayah sambungnya sebagai seorang suaminya.


Samudra yang mendengar hal itu langsung terdiam, dan berpikir agar sang kakak bisa terbebas dari ayahnya. Pria remaja itu tidak bisa melihat Jasmine bersedih seperti saat ini.


'Apa yang harus aku lakukan? Agar, ayah dan kak Jasmine berpisah? Karena aku tidak bisa melihat dia bersedih,' batin Samudra.


"Sudah Nak, jangan ingat hal itu lagi. Semuanya adalah kesalahan ibu dan Ayah," ucap Tasya sambil mengelus-elus rambut Jasmine.


Gadis itu langsung berhenti menangis saat melihat tangan sang ayah bergerak-gerak, kemudian dia memegang tangan Gilang.


"Bu, tadi tangan Ayah bergerak," ucap Jasmine dengan sangat bergembira, dan Tasya langsung menghampiri sang suami.


"Mas, bangunlah ada anak kita di sini," ucap Tasya dengan sangat lembut.


Samudra menghampiri sang ibu dan kakaknya, kemudian dia duduk di sampai Jasmine sambil menatap ke arah ayah sambungnya.


"Ayah, bangunlah ada Jasmine di sini," ucap Jasmine dengan sangat lirih sambil meneteskan air mata.


Gilang membuka kedua matanya kemudian melihat istrinya dan anak yang sudah sangat di rindukan, kemudian dia mencoba untuk berbicara.


"Ta-sya," ucap Gilang dengan terbata-bata.


Sontak membuat Jasmine dan Tasya sangat bergembira karena pria itu sudah sadar, dan mereka berdua langsung memeluk Gilang secara bersamaan.


"Ayah, ada Jasmine di sini!"

__ADS_1


"Mas, jangan koma lagi ada kami semua di sini bersamamu!"


Gilang merasa sangat haru mendengar dan melihat dua wanita yang sangat di cintainya, sangat menyayangi dia.


'Terimakasih Tuhan, telah mempertemukan aku dengan Jasmine,' batin Gilang.


Pria itu tidak bisa berbicara, karena dirinya baru saja sadar dari koma yang sudah lumayan lama. Sebab itu dia hanya diam saja sambil meneteskan air mata.


"Ayah, Ibu, aku akan tinggal bersama kalian," ucap Jasmine dengan sangat lembut.


Sontak membuat Samudra terkejut mendengar ucapan sang kakak, karena ingin tinggal bersama ibu mereka. Sebab Jasmine sudah menikah dengan ayahnya.


"Kenapa seperti itu? Bukankah kakak sudah menikah dengan ayah?" tanya Samudra.


Jasmine langsung menatap ke arah sang adik, begitu juga dengan Tasya dan Gilang. Mereka terkejut akan pernyataan Samudra.


Samudra tidak terkejut akan ungkapan Jasmine, karena dia sudah tahu kalua sang kakak sama sekali tidak mencintai ayahnya.


"Lalu? Apa yang harus kita lakukan?" tanya Samudra.


Tasya menatap ke arah sang suami, kemudian dia memiliki rencana dan menceritakan apa rencananya pada sang anak.


"Setuju!" jawab Samudra dan Jasmine dengan serempak.


Mereka semua mulai menyusun rencana, dengan sangat matang agar berjalan dengan lancar.


*. *. *.


Aldalin sangat gelisah, sebab sang istri belum juga kembali begitu juga dengan Samudra padahal hari sudah semakin larut.

__ADS_1


"Ke mana mereka? Sampai sekarang belum juga kembali?" Aldalin terus-menerus berjalan seperti setrikaan, maju dan mundur secara berulang-ulang.


Karena pria itu sangat mengkhawatirkan keadaan sang istri yang tengah mengandung anaknya.


Azam melihat sang kakak mondar-mandir seperti setrikaan, kemudian dia menghampiri Aldalin.


"Ada apa, Kak?" tanya Azam sambil menatap wajah cemas sang kakak.


Aldalin langsung memegang pundak Azam dan berkata, "Jasmine dan Samudra belum kembali, sejak mereka pergi tadi pagi."


Azam langsung menepuk pundak Aldalin dengan lembut, karena sang kakak sudah sangat cemas sampai-sampai tidak berpikir.


"Bukankah, kakak adalah Aldalin Kusnaedi sang konglomerat?" tanya Azam.


Aldalin tersadar apa yang di ucapkan oleh Azam ada benarnya juga, sehingga dia langsung mengutus para anak buahnya mencari keberadaan Jasmine dan Samudra.


*. *. *


Samudra masih ada di rumah sakit, karena malam ini juga Gilang akan pulang setelah koma panjang yang di laluinya. Pria itu sangat bahagia saat mengelus perut buncit anaknya. Yang artinya dia akan segera memiliki cucu.


"Apa, Aldalin tidak akan mencarimu?" tanya Aldalin pada Jasmine, karena dia tahu sang anak sudah menjadi istri.


"Jasmine ingin sendiri dulu, bersama Ayah dan Ibu," jawab Jasmine dengan cepat.


Gilang dan Tasya tidak mau membuat sang anak tertekan sehingga dia hanya diam saja, menuruti keinginan. Sedangkan Samudra masa bodoh akan keadaan sang ayah yang sudah pasti sangat cemas akan meraka.


'Sudah pasti, ayah akan mencemaskan kami sejak pagi pergi sampai-sampai tidak pulang,' batin Samudra.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2