Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 75 Panas kembali


__ADS_3

Azam bangun dan membantu Difa bangun, kemudian mereka saling menatap satu sama lainnya dengan tatapan tajam.


"Dasar Om mesum!" seru Difa dengan kesal.


Azam langsung membuka mata lebar-lebar saat mendengar ucapan Difa, dan dia langsung menarik tangan gadis itu masuk ke dalam pelukannya.


"Kau ingin tahu mesum itu seperti apa?" tanya Azam sambil mengedipkan sebelah matanya.


Difa langsung menendang pisang ambon pusaka Azam, sehingga pria itu langsung terjatuh lemas sambil menahan sakit yang luar bisa.


"Sial! Pisang pusaka ku!" jerit Azam dengan kuat.


Difa tertawa lepas mendengar ucapan Azam, dan dia langsung menarik tangan pria itu kemudian membantunya duduk di sofa.


"Maaf. Ya Om, tadi Difa sengaja," ucap Difa dengan sangat lembut. Namun, mengejek dari nada bicaranya.


Azam hanya mengendus kesal, dan bergegas pergi dari sana sebelum dia menjadi gila berlama-lama bersama gadis aneh itu pikirnya.


*


*


*


Nana tertidur di dalam pelukan sang ayah, saat memikirkan Samudra yang berselingkuh dengan wanita malam. Hal itu sangat menyayikan baginya.


Pada saat itu juga Samudra kembali menghampiri sang kekasih hatinya, dan melihat Nana tertidur. Pria itu langsung duduk di samping Jhoni dan berbisik.


"Om, saya bawa Nana pulang saja! Kasihan dia," bisik Samudra.


Jhoni juga berpikir seperti itu, karena dia kasihan pada anak gadisnya yang tertidur dengan posisi yang membuatnya tidak nyaman.


"Bawa saja! Pakai mobil Om, setelah itu kamu kembali lagi ke sini!" pinta Jhoni.


Samudra menganggukkan kepala karena dia ingin menemani sang ayah yang tengah di rawat di rumah sakit. Namun, Jhoni menghentikan langkahnya.


"Tunggu!"


Samudra langsung mengentikan langkahnya, sambil mengendong tubuh Nana dan menatap wajah Jhoni.


"Di rumah tidak akan ada orang," ucap Jhoni yang mengingat kalau di rumah hanya ada pembantunya saja.


Samudra berpikir dan dia mendapatkan jawaban dari pertanyaan Jhoni.

__ADS_1


"Saya bawa dia ke ruangan ayah saja!" ucap Samudra.


Jhoni terkejut mendengar ucapan Samudra dan langsung menepuk pundak pria itu dengan pelan.


"Maksudnya?" tanya Jhoni.


Samudra langsung tersenyum dan menjelaskan siapa yang di maksudkan. Jhoni tersenyum dan membiarkan anaknya pergi bersama sang kekasih.


Samudra membawa tubuh Nana menuju ruangan inap sang ayah, karena di sana gadis itu bisa tidur dengan pulas dan nyaman.


Setelah sampai dia langsung meletakan tubuh Nana di sofa dan menyelimuti tubuh gadis itu. Sontak membuat Gilang terkejut.


"Sam, itu siapa?" tanya Gilang dengan sangat penasaran. Siapa wanita yang di bawa anak sambungnya itu.


"Pacar Sam, dia sedang menemani ibunya yang koma di RS ini juga," jawab Samudra sambil berjalan mendekati sang ayah kembali.


"Euum, kasihan dia. Tapi, wajahnya seperti tidak asing?" Gilang mencoba untuk mengingat kembali di mana dia pernah bertemu dengan gadis itu.


"Oh, dia anaknya om Jhoni," jawab Samudra.


Gilang langsung ingat kalau wajah gadis itu sangat mirip dengan Jhoni sang asisten Aldalin Kusnaedi.


'Jadi, istri Jhoni koma di RS ini?' batin Jhoni.


Mereka kembali melanjutkan cerita yang tertunda, karena mereka banyak sekali memiliki kesamaan. Namun, sifat Samudra sama seperti Aldalin. Bahkan, mereka terlihat seperti pinang di belah dua.


Rasa iri itu muncul, karena Gilang tidak pernah mendapatkan apa yang di dapatkan Aldalin.


*


*


*


...Pagi hari tiba ... ...


Jasmine bangun dan merasa tubuhnya remuk semua karena pertempuran semalam bersama Aldalin. Mereka seperti pengantin baru yang tidak kenal lelah melakukan hal itu.


'Apa aku sudah mencintai ayah? Tapi, hal itu belum aku rasakan saat ini. Yang aku rasakan hanya nyaman saat seperti ini,' batin Jasmine.


Perlahan gadis itu berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan menutupi seluruh tubuh mengunakan selimut. Setelah sampai di dalam kamar mandi dia langsung membersihkan diri.


Setelah selesai mandi, Jasmine langsung ke luar dan melihat sang suami sudah bangun dan menatap dirinya dengan sangat nakal.

__ADS_1


"Ada apa, Mas Al?" tanya Jasmine dengan sangat takut akan tatapan dari Aldalin.


Pria itu tidak menjawab dan mendekati Jasmine kemudian memeluk dan mencium aroma tubuh sang istri, yang sangat harum dan segar sehabis mandi.


"Sayang, bisakah sekali lagi saja?" tanya Aldalin dengan sangat lembut dan halus.


Jasmine tersenyum dan menganggukkan kepala sambil tersipu malu, karena dia juga menginginkan hal yang sama. Walaupun dia tengah hamil tua.


"Terimakasih sayang," ucap Aldalin dengan sangat lembut.


Aldalin membawa tubuh Jasmine dengan sangat lembut sambil melahap bibir ranum sang istri, dan membuka handuk memperlihatkan gadis itu seperti bayi yang baru lahir.


Aldalin bermain di tempat favoritnya, di dalam gua yang tubuh biji kacang hijau di tengah-tengahnya. Kemudian dia melahap gua hangat dan sudah tidak rimba lagi.


Karena, Jasmine sudah mencukur gua rimba itu sehingga memudahkan Aldalin bermain-main di sana.


"Sayang," desah Jasmine.


Gadis itu merasa terbang ke awan saat sang suami memainkan lidah di dalam gua, dan membuka biji kacang hijau itu bergerak-gerak.


"Tahanlah, dan jangan di tahan desah itu," ucap Aldalin dengan sangat lembut.


Jasmine men-desah karena ulah sang suami yang bermain-main di dalam gua bersama biji kacang hijau di dalam sana.


Setelah puas bermain-main di sana, Aldalin berpindah ke gunung kembar kenyal milik Jasmine dan menciptakan hal yang sama seperti tadi.


"Sayang sudah," desah Jasmine lagi.


Aldalin semakin melahap gunung kembar kenyal itu dengan sangat ganas, membuat Jasmine seakan terbang ke awan.


"Sayang sudah, ayolah," desah Jasmine yang sudah tidak tahan lagi akan permainan mereka.


Aldalin tersenyum dan mengentikan permainannya, dan mulai berjalan masuk ke dalam gua itu bersama pisang ambon miliknya. Dengan sangat laju sampai Jasmine berteriak-teriak.


"Aaahhhkkk! Sayang!" teriak Jasmine sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher Aldalin.


Pria itu tersenyum dan semakin melajukan jalannya dengan sangat kuat agar segera sampai di puncak awan.


Jasmine merasa sangat lelah sehingga dia mencakar pundak Aldalin, dan pria itu sama sekali tidak mengehentikan langkahnya dan semakin melajukan jalannya.


Aldalin menutup matanya dan menyemburkan lahar panas ke dalam gua hangat itu, dan terjatuh lemas di samping tubuh sang istri begitu juga dengan Jasmine.


'Rasanya aku sangat bahagia saat bersama Jasmine, apa lagi sekarang kami sudah saling melengkapi. Bahkan, kami sudah seperti pengantin baru lagi,' batin Aldalin.

__ADS_1


Aldalin memeluk sang istri dan mencium puncak kepala gadis itu dengan sangat lembut. Entah mengapa rasa cintanya untuk Jasmine sangat besar dan dalam, sehingga dia tidak bisa membangkang jika dirinya hidup tanpa sang istri.


...Bersambung. ...


__ADS_2