Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 31 Mangga mengkal milik Jasmine


__ADS_3

Tiga hari kemudian ...


Jasmine merasa sangat bahagia karena bisnisnya bersama dengan Nana dan Azam berjalan lancar, tokoh konglomerat mereka juga lumayan banyak pembelinya setiap hari.


Pada pagi ini seperti biasa, Jasmine akan menjaga tokoh sampai Nana datang barulah dia beristirahat, sedangkan Azam harus bekerja di perternakan untuk mendapatkan uang tambahan.


Jasmine duduk sambil memakan buah mangga yang di berikan oleh Azam sebelum pergi pekerja tadi, ia merasa masalahnya seketika hilang karena tidak merasakan kesenian setiap harinya.


"Sayang, jika kamu sudah lahir jangan lupa pada kakekmu. Eh anakku harus memanggil ayah dengan sebutan apa? Aku bingung, kakek atau ayah?" ucap Jasmine yang merasa bingung dengan apa yang saat ini sedang ia pikirkan.


*


*


Jhoni merasa sangat sedih karena sudah tiga hari ini di kota A belum juga mendapatkan kabar dari supir angkot, yang membawa Jasmine bersama dengan seorang laki-laki yang sama sekali tidak ia kenali.


"Bagaimana ini? Empat hari lagi aku harus kembali dan belum juga menemukan Jasmine," ucap Jhoni sambil berjalan menuju perternakan.


Saat tengah berjalan mata Jhoni melirik ke arah gadis yang sedang berjalan, ia melihat wajah gadis itu mirip sekali dengan mantan istrinya dulu.


Jhoni tersenyum sambil terus berjalan melewati gadis tersebut, setelah sampai di perternakan, ia langsung masuk ke dalam dan melihat-lihat pekerja di sana lalu matanya melirik ke arah Azam.


Terlihat jika kinerja Azam sangat baik dan cukup bagus, ia langsung menghampiri laki-laki tersebut.


"Kerja mu sangat bagus, dan memuaskan," ucap Jhoni sambil tersenyum manis kepada Azam.


Azam hanya bisa tersenyum karena bukan kali ini saja Jhoni memujinya, melainkan sudah berkali-kali.


"Terimakasih, saya hanya mengerjakan tugas saya dengan baik Pak," jawab Azam dengan lembut.


Jhoni seakan termenung saat mendengar ucapan Azam ia berfikir jika dirinya tidak bekerja dengan baik, karena sampai saat ini belum bisa menemukan Jasmine.


"Tuan, apa Anda memiliki masalah?" tanya Azam yang melihat raut wajah Jhoni berubah seketika.


Jhoni tersadar lalu ia menatap wajah Azam yang menatap dirinya.


"Iya," sahut Jhoni lirih membuat Azam juga bersedih, sehingga ia membawa Jhoni duduk agar bisa bercerita kepadanya.


Jhoni duduk di bangku bersama dengan Azam.


"Ceritakan saja, saya akan membantu Anda jika saya bisa," ucap Azam dengan sangat pelan.

__ADS_1


Jhoni menatap wajah Azam lalu ia menghembuskan nafasnya dalam-dalam, dan berfikir jika dia bercerita mungkin saja Azam akan membantunya.


"Sebenarnya, saya datang karena saya ingin mencari anak majikan saya yang sudah beberapa hari ini kabur, dia kabur ke kota A dengan sangat nekat. Saya sudah mencarinya di sini dan saya mendapatkan informasi akan tetapi tidak lengkap," ungkap Jhoni.


"Kenapa dia pergi?" tanya Azam dengan sangat penasaran.


Jhoni tidak mungkin akan menceritakan, yang sebenarnya kepada Azam karena ia juga berfikir jika itu semua, adalah aib keluarga Aldalin.


"Hal itu tidak bisa saya ceritakan, karena itu aib keluarga majikan saya," jawab Jhoni sambil menatap wajah Azam.


"Tidak apa-apa, saya juga akan membantu Anda, datang saja ke rumah saya dan kita akan menyebarkan kabar kehilangan anak tuan Aldalin itu," usul Azam.


"Terimakasih, saya akan datang malam ini dan kita akan membuat kabar itu," sahut Jhoni dengan sangat bergembira.


Bagaimana tidak? Ia sangat bahagia karena ada juga yang akan membantunya, untuk mencari keberadaan Jasmine.


*


*


Nana berjalan perlahan memasuki tokoh kelontong karena ia ingin membuat Jasmine terkejut, sayangnya gadis itu tidak ada dalam sehingga Nana kecewa.


"Kemana dia? Aku datang cepat hanya untuk mengagetkan dia," ucap Nana sambil terus berjalan masuk.


"Asam, aku sangat menyesal sudah memakannya," ucap Nana sambil memuntahkan mangga yang di makan tadi.


Jasmine baru sampai langsung menghampiri Nana, karena khawatir akan keadaan Nana yang di lihat muntah tadi.


"Ada apa?" tanya Jasmine sambil menatap wajah Nana.


Nana tersenyum lalu ia tertawa kecil, karena melihat jika Jasmine membawa mangkuk yang berisikan garam.


"Untuk apa garam itu, Kakak ipar?" tanya Nana sambil tertawa.


Jasmine langsung meletakan mangkuk yang berisikan garam di meja kerjanya, dan duduk sambil memakan mangga mengkal bersama garam.


Melihat itu, Nana seakan menelan air liurnya karena ia tahu betul jika mangga itu sangat asam.


"Hentikan! Aku bisa basah karena air liur ku terus berjatuhan melihat mu, Kakak ipar," pinta Nana sambil mengalihkan pandangannya.


"Nana, jika tidak sanggup maka duduk di luar saja aku tidak bisa menghentikan ini, karena sangat berselera memakan mangga mengkal ini," sahut Jasmine yang terus-menerus memakan buah mangga mengkal itu.

__ADS_1


Nana mengalah karena ia juga tahu jika Jasmine tengah hamil mudah, pasti wanita yang sedang mengandung akan sering memakan buah-buahan yang rasanya asam.


*


*


Aldalin menyelesaikan pekerjaannya seorang diri, karena Jhoni belum juga pulang dari perternakan yang ada di kota A.


Aldalin mengutus anak-anak buahnya untuk terus mencari keberadaan Jasmine, karena sudah berhari-hari Jasmine belum juga di temukan.


"Permisi, saya ingin menyampaikan kepada Tuan bahwa saya menemukan bukti jika tuan Jhoni mencari keberadaan nona Jasmine," ucap anak buah Jhoni.


Aldalin merasa sangat kecewa akan apa yang di sampaikan oleh anak buah Jhoni, ia kecewa untuk yang kedua kalinya kepada Jhoni.


"Siapkan Jet pribadiku, hari ini juga aku akan ke sana untuk melihat keadaan Jhoni dan mencari Jasmine," pinta Aldalin pada anak buah Jhoni.


Selamat anak buah Jhoni pergi dari ruangannya, ia mulai menelfon Samudra yang masih berlibur di kota A.


📱 Samudra.


Aldalin.


[Sam, pulanglah dan urus perusahaan untuk sementara waktu, ayah akan pergi mencari kakakmu karena dia kabur lagi.]


Samudra.


[Apa, kak Jasmine kabur lagi?]


Aldalin.


[Cepatlah pulang, karena ayah hari ini juga pergi dan tidak ada yang memimpin perusahaan.]


Ucap Aldalin dengan sangat serius membuat Samudra menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua memutuskan sambungan teleponnya.


Aldalin bergegas pergi menuju mansion, untuk bersiap-siap karena ia akan segera berangkat ke kota A.


Setelah ia sampai di mansion, ia langsung cepat-cepat masuk ke dalam kamarnya dan membereskan beberapa baju untuk di sana nanti.


"Jasmine, setelah kita bertemu aku akan menceritakan semuanya pada mu tentang masalalu ku dan juga akan menikahi mu," ucap Aldalin lirih.


Bersambung.

__ADS_1


Maaf. Ya, author lama update soalnya lagi sakit 🙏


__ADS_2