Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 59 Cemas


__ADS_3

Bu Jima mendapatkan kabar kalau Jasmine masuk rumah sakit dari pengawal Aldalin, dan dia langsung bergegas pergi ke sana bersama Azam yang sangat cemas akan keadaan kakak iparnya.


Mereka berdua pergi di antar oleh supir Aldalin menuju rumah sakit, selama di perjalanan mereka hanya diam saja dalam pikiran masing-masing.


Setelah sampai Bu Jima dan Azam langsung bergegas masuk ke dalam dan mencari kamar inap Jasmine, setelah menemukan mereka berdua langsung masuk ke dalam.


"Jasmine!" Bu Jima langsung berjalan mendekati sang menantu yang tengah terbaring lema.


Aldalin dan Jasmine menatap sumber suara, kemudian tersenyum melihat Bu Jima datang bersama dengan Azam.


"Ibu datang bersama siapa?" tanya Aldalin sambil mencium tangan sang ibu.


Azam langsung menatap tajam ke arah sang kakak karena sudah bertanya hal yang membingungkan.


"Aku ini apa?" tanya Azam sambil mendudukkan bokongnya di sofa.


Aldalin tertawa karena dia lupa kalau ada sang adik, sehingga ia bertanya hal yang tidak penting.


"Maaf, aku lupa kalau ada kamu di sini," jawab Aldalin sambil mendekati sang adik.


"Euum," jawab Azam dengan gumam saja.


Bu Jima mengelus-elus rambut Jasmine, dan dia juga memijat kepala gadis itu agar lebih tenang. Wanita paruh baya itu tahu perasaan menantu seperti apa saat ini yang habis melewati masa-masa kritis.

__ADS_1


'Kasihan Jasmine, dia masih sangat muda dan mengalami hal ini hanya karena hal sepele,' batin Bu Jima.


*. *. *.


Samudra sendirian di dalam kamar sehingga dia bermain ponsel dan mendapatkan telpon dari Difa.


"Ada apa dia menelpon aku. Ya?" Samudra berpikir karena dia dan Difa tidak dekat, dan sekarang gadis itu menelponnya.


Samudra langsung menjawab panggilan masuk dari Difa, takut kalau ada hal yang penting.


📞Gadis bar-bar.


Samudra.


Difa.


[Tidak ada, hanya aku ingin bertemu kakakmu.]


Samudra.


[Aku akan mengirimkan alamat rumah besok, karena aku sedang di rawat di rumah sakit.]


Belum sempat Difa bertanya lagi, Samudra langsung memutuskan sambungan telepon, sehingga dia tidak bisa bertanya.

__ADS_1


"Dia kenapa masuk rumah sakit?" tanya Difa dengan sangat cemas, sambil memikirkan tentang Samudra.


Gadis itu sangat mengkhawatirkan keadaan Samudra yang sama sekali tidak menganggap dia, apa lagi mau bersamanya karena pria itu sedikit sombong padanya.


Walaupun begitu, Difa tetap menyukainya dan mencintai pria itu.


*. *. *


Jhoni dan Nana mendapat kabar kalau Jasmine masuk rumah sakit, membuat mereka berdua langsung bergegas pergi menuju rumah sakit. Walaupun hari sudah malam.


Nana sangat mengkhawatirkan Jasmine yang sudah di anggap seperti seorang kakak, karena sewaktu di kampung mereka sangat dekat.


Kini mereka berdua masih di dalam mobil, menuju ke rumah sakit dengan perlahan karena hari sudah malam.


"Ayah, cepat sedikit. Nana sangat khawatir akan keadaan kak Jasmine," ucap Nana dengan sangat cemas.


Jhoni tersenyum kemudian mengikuti apa yang sang anak mau, karena dia sangat menyayangi Moana atau yang sering di sapa Nana itu.


"Anak ayah ini sepertinya sangat menginginkan saudara," sindir Jhoni.


Nana langsung membuang pandangannya, karena dia tidak mau sampai sang ayah dan ibu memiliki anak lagi. Yang sudah pasti dia akan di lupakan karena ada yang baru.


'Aku tidak mau sampai ayah dan ibu memiliki anak lagi, karena akan membuat posisiku terancam,' batin Nana.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2