Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 70 Bab berbahaya


__ADS_3

Bijaklah dalam memilih bacaan.🙏 Dalam bab ini mengandung anu, dan tidak ada akhlak dan lainnya. 😁


Siapkan tisu sebelum membaca. Ya, yang lagi puasa skip aja. Author takut dosa 😂 Siap-siap keringat dingin mengucur deras. 😁


...Heppy Reading ......


Aldalin sangat puas karena sang istri diam yang mengartikan setuju, dan dia semakin melajukan aksinya membuka kain segitiga milik Jasmine. Sebab gadis itu memakai dres yang memudahkannya membuka kain segitiga itu.


Jasmine hanya diam tidak mau menghalangi jalan Aldalin, karena sejujurnya dia juga menginginkan hal itu terulang kembali.


"Tahan. Ya," bisik Aldalin di telinga Jasmine.


Aldalin semakin bersemangat melihat sang istri memejamkan mata. Namun, mulutnya berbicara tidak bersuara.


'Aku tahu dia sangat menginginkan hal ini juga, sama sepertiku. Tapi, malu memintanya,' batin Aldalin.


Jasmine tidak bisa menahan suaranya lagi, sehingga dia mengeluarkan suara hirotis yang membuat Aldalin kian bersemangat dan terus melajukan permainannya.


Jasmine merasa ada yang akan tumpah, sehingga gadis itu menarik rambut Aldalin dan berkata, "Mas Al, mau pipis!"


Jasmine merasa dia ada di awan dan menumpahkan lahar panas bersama suara hirotis, dan tertidur lemas


Pria itu tersenyum dan langsung bangun sebelum Jasmine pipis tadi, dan dia membuka handuknya memperlihatkan kris jaka tarub yang sudah berdiri tegak.


Jasmine menutup matanya saat melihat tajamnya kris jaka tarub itu, sehingga Aldalin jahil.


"Sayang, gosok kris jaka tarub ini agar semakin tajam bisa menerobos gua rimba itu," ucap Aldalin dengan sedikit halus.

__ADS_1


Jasmine kian malu mendengar gua miliknya sangat rimba, dan dia langsung masuk ke dalam selimut. Pria itu menghampiri sang istri dan melahap gunung kembar kenyal tersebut.


"Mas Al, sudah cukup," desah Jasmine di telinga Aldalin.


Nafas Jasmine tersengal-sengal, dan dia sampai pipis dua kali karena ulah sang suami, yang bermain-main di gua rimba yang di tengah-tengah tumbu biji kacang hijau.


"Sudah Mas Al," desah Jasmine sambil mengatur nafasnya.


Aldalin tersenyum penuh kemenangan, dan kini gilirannya yang bermain-main bersama kris jaka tarub di gua rimba tersebut.


"Tahan. Ya, ini akan sedikit lama mungkin," bisik Aldalin di telinga Jasmine.


Gadis itu bergidik ngeri, karena membangkang akan berapa lama mereka bermain-main di gua rimba bersama kris jaka tarub.


"Mas Al, jangan! Lama-lama," ucap Jasmine pelan.


Namun, sebelum itu Aldalin meminta agar Jasmine melahap kris jaka tarub miliknya agar lebih tajam lagi masuk gua rimba itu.


Setelah 15 menit kemudian ...


Kris jaka tarub miliknya muntah saat Jasmine melajukan permainannya, sehingga gadis itu terdiam merasakan hal yang sangat tidak di sukainya.


Aldalin tersenyum saat melihat Jasmine memuntahkan benih-benih kepemilikan, dan kembali melahap kris jaka tarub miliknya sampai dia lelah. Namun, sayangnya Aldalin saam sekali tidak lelah.


Cukup lama Jasmine bermain-main, sampai dia geram dan mengigit kris jaka tarub dan Aldalin menjerit-jerit kesakitan. Kemudian meminta Jasmine menyudahinya.


"Mas Al, Jasmine lelah mau tidur," ucap Jasmine dengan sangat lelah. Namun, sang suami tidak berbaik hati kali ini.

__ADS_1


Pria itu melajukan perjalanan menuju awan lewat gua rimba tersebut dengan sangat laju, membuat Jasmine lemah.


Setelah satu jam lamanya, akhirnya kris jaka tarub itu patah dan berhenti di tengah gua rimba.


Aldalin tersenyum dan mengecup kening Jasmine, kemudian menidurkan tubuhnya di samping sang istri. Mereka berdua sama-sama mencapai awan berkali-kali sehingga keringat keduanya membasahi seluruh kamar.


"Terimakasih sayang, semua kebutuhan sudah kamu berikan padaku," bisik Aldalin di telinga Jasmine.


Gadis itu tersenyum dan langsung masuk ke dalam pelukan sang suami, kemudian tertidur pulas karena sangat lelah bermain-main tadi.


...Malam hari tiba ......


Malam hari tiba, Aldalin terbangun dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah selesai dia langsung bersiap-siap ke luar menyiapkan makan malam mereka.


'Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan aku, setelah hari yang menyakitkan itu aku lewati. Semoga aku dan Jasmine bisa saling mencintai setelah hari ini,' batin Aldalin.


Setelah semuanya tersusun rapi, Aldalin bergegas masuk ke dalam kamar dan membangunkan Jasmine.


"Bangun sayang, ayo kita makan malam." Aldalin menggoyangkan tubuh Jasmine dengan perlahan dan gadis itu terbangun..


"Euum, sudah malam. Ya, Mas?" tanya Jasmine dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Mas Al, kamar ini basa bagaimana kita membersihkannya?" tanya Jasmine sambil melirik ke seluruh ruangan.


Aldalin tersenyum dan menepuk kedua tangannya.


"Aku akan membersihkannya, selagi kamu mandi."

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2