
Hati Aldalin begitu cemas melihat keadaan sang istri, sebab ia memikirkan calon bayi yang ada di dalam kandungan istrinya, apakah baik itu selamat atau tidak.
'Semoga bayi yang ada di kalungan Jasmine bisa selamat,' batin Aldalin lirih.
Aldalin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar segera sampai di rumah sakit. Sedangkan Azam, terus-menerus memegang tangan Jasmine, ia tidak tega melihat wanita menahan sakit. Sebab, ia tahu bagaimana rasa sakit itu.
Karena, dulu sang istri mengalami hal yang sama yang dialami oleh Jasmine dan, mengingat istrinya yang sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
'Semoga saja Jasmine tidak bernasib sama seperti istriku dulu. Sebab, aku tidak akan tega melihat kak Aldalin bersedih seperti apa yang aku rasakan,' batin Azam lirih.
Tak berselang lama, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Aldalin sampai di rumah sakit dan, mereka pun bergegas pembawa Jasmine ke dalam. Keadaan gadis itu sudah semakin parah , sebab pendarahan yang sudah lumayan parah.
"Dokter!" teriak Aldalin, dengan cemas, sebab ia sudah tidak sanggup melihat keadaan sang istri.
Azam meletakkan tumbuh Jasmine ke tempat tidur pasien, kemudian mendorong yang masuk ke dalam UGD dan, para Dokter pun langsung menghampiri mereka.
__ADS_1
"Tolong selamatkan bayi kami Dok dan, juga istri saya," ucap Aldalin lirih.
"Baik Pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin dan, sebaiknya Bapak tunggu di luar," jawab Dokter tersebut.
Azam dan Aldalin keluar dari ruangan UGD kemudian, mereka duduk di bangku tunggu pasien dengan keadaan cemas.
"Zam, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa tenang. Bahkan, duduk pun aku tidak sanggup, karena memikirkan keadaan Jasmine," ucap Aldalin lirih.
Azam sangat mengerti perasaan sang kakak kemudian, dia menghampiri Aldalin dan, memegang pundak pria itu dengan lembut.
Sontak, membuat Aldalin semakin cemas, karena ia memikirkan buah hati yang belum cukup umur dan, juga sang istri pergi dari kehidupannya untuk selama-lamanya.
"Aku tidak ingin mereka pergi dariku. Sebab, baru saja aku merasakan cinta dan, aku tidak mau mereka pergi begitu saja dengan secepat ini," ucapan Aldalin lirih.
Azam mencoba menenangkan sang kakak dan, pria itu pun bisa tenang kemudian berdoa agar Jasmine dan calon bayi gadis itu selamat.
__ADS_1
. . .
Dalam ruangan UGD, Jasmine sudah tidak sadarkan diri. Sebab, ia lemes banyaknya kehilangan darah dan, para Dokter mencari darah Jasmine. Namun, rumah sakit kehabisan stok daerah gadis itu membuat mereka bingung dan menghampiri Aldalin.
"Permisi Pak, bagaimana ini? Keadaan istri Bapak kritis dan, dia sangat banyak kekurangan darah kami tidak ada stok darah yang dia miliki, sebab sangat langka," ucap Dokter tersebut.
Sontak membuat Aldalin langsung terduduk lemas, karena dia juga bingung mencari donor darah untuk sang istri, kemudian teringat kalau orang tua Jasmine pasti miliki darah yang sama seperti gadis itu.
"Kak, aku ada teman yang memiliki golongan darah seperti Jasmine," ucap Azam.
"Benarkah? Segera hubungi dia, aku akan bayar berapapun yang terpenting istri dan anakku selamat," jawab Aldalin.
Azam langsung menghubungi temannya yang ia sebutkan tadi, kemudian ia pun bergegas pergi dari sana untuk menjemput sang sahabat.
BERSAMBUNG.
__ADS_1