Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 78 Siapa wanita itu?


__ADS_3

Difa berjalan dengan perlahan dan melihat Nana bersama Samudra duduk di bangku tunggu pasien, dengan sangat mesra dan membuat hatinya sakit.


'Apa aku harus melupakannya? Tapi, aku sangat menyukainya,' batin Difa lirih.


Difa berjalan dengan lirih, ke luar dari rumah sakit karena hatinya sakit melihat Samudra bersama wanita yang di cintai pria itu.


"Seharusnya aku yang ada di sana," gumam Difa sambil berjalan.


Kemudian gadis itu menendang kaleng minuman dan mendarat tepat di atas kepala pria yang ada di hadapannya.


"Aaahhhkkk!" jerit pria itu.


"Astaga!" Difa menutup mulut menggunakan tangannya, dan membuka mata lebar-lebar melihat pria yang ada di hadapannya.


"Kau!" pekik Azam melihat wanita yang menendang kaleng minuman yang mendarat di kepalanya.


Difa tersenyum dan hendak pergi dari sana. Namun, tangannya di tarik oleh Azam dengan cepat. Sehingga gadis itu tidak bisa ke manapun.


"Maaf, aku tadi tidak sengaja," ucap Difa sambil cengengesan.


Azam langsung menarik tangan Difa menunju luar dan berhenti di tepi jalan, kemudian membisikan sesuatu di telinga gadis itu. Namun, Difa tidak bisa berbisik karena dia akan merasa geli dan tertawa lepas.


"Astaga! Kau ini wanita aneh," ucap Azam sambil menepuk keningnya.


Difa menenangkan dirinya dan meminum air dan duduk di trotoar, kemudian menatap wajah Azam.


"Om tahu tidak? Kalau wanita itu geli berbisik seperti itu?" jawab Difa sambil mengatur nafasnya.


Azam baru ingat dan langsung duduk di samping Difa kemudian menatap wajah gadis itu.


"Maaf. Ya, aku lupa tadi. Sebenarnya ini ... " Azam menceritakan masalah mereka yang tertunda kemarin. Karena, Gilang pingsan dan mereka melupakan tujuan utama bertemu.


Difa tersenyum dan membisikkan sesuatu di telinga Azam, dan pria itu biasa saja tidak sepertinya tadi yang geli dan tertawa lepas.


"Setuju?" tanya Difa dengan senyuman manisnya.


"Setuju!" jawab Azam dengan bergembira.


Difa berpamitan pulang, karena dirinya harus bekerja. Lagi pula dia juga sudah lama di rumah sakit dan hatinya juga sakit karena Samudra dan Nana bermesraan tadi.


Azam pun bergegas masuk ke dalam, karena ada masalah yang harus di bicarakan dengan Samudra dan Jhoni. Mengenai proyek yang mengalami sedikit masalah kemarin.

__ADS_1


"Entahlah, siapa wanita yang ada di proyek kemarin saat tidak ada orang," gumam Azam sambil berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Azam mendapatkan rekaman video dari salah satu karyawan yang bekerja di sana. Namun, karyawan itu tidak tahu siapa wanita yang merusak properti pembangunan mall di sana. Sebab, saat karyawan itu menghampiri wanita itu sudah kabur dengan cepat.


Azam menghentikan langkahnya saat melihat Samudra dan Nana duduk di bangku sambil berpelukan, walaupun itu hanya pelukan biasa, tetap Azam kesal karena Samudra sudah berselingkuh.


'Apa mau Sam, kenapa kau berselingkuh? Padahal, aku lihat kau sangat mencintai Nana. Apa tujuanmu sebenarnya?' batin Azam kesal.


Pria itu bergegas menghampiri mereka dan langsung duduk di tengah-tengah. Sontak membuat Samudra dan Nana terkejut dan menatap wajah pria itu dengan tajam.


'Dasar tua bangka, menganggu saja! Apa dia tidak memiliki pekerjaan lain!?' batin Samudra kesal.


"Ada apa Kak?" tanya Nana sambil menatap wajah Azam.


Azam tersenyum dan menginjak kaki Samudra dan pria itu hanya diam sambil menahan rasa sakit itu.


"Ada sedikit masalah," jawab Azam dengan sangat santai.


Samudra membuka mata lebar-lebar saat Azam menginjak kakinya lagi, sehingga dia juga membalasnya.


'Rasakan itu, siapa suruh memulai duluan,' batin Samudra.


Azam hanya diam sambil menatap tajam ke arah Samudra kemudian memegang pundak Samudra dengan kuat.


Samudra langsung bangun dan menarik tangan Azam dan mereka mulai berbisik, agar Nana tidak mendengar percakapan di antara mereka berdua.


"Sebentar, biar Sam panggilkan om Jhoni dulu," ucap Samudra dan Azam mengangguk kepala.


Nana hanya diam sambil mengikuti langkah Samudra masuk ke dalam ruangan sang ibu, dan mereka duduk di samping Jhoni yang terlihat sangat bersedih.


"Om Jhoni, kita ada sedikit masalah di proyek Kenangan itu," bisik Samudra di telinga Jhoni. Membuat pria itu langsung bangun.


"Nana, jaga ibu. Ya, ayah pergi sebentar bersama Sam. Tidak akan lama kok." Jhoni mencium puncak kepala sang anak dan bergegas pergi dari sana.


"Hati-hati Ayah!"


Samudra mengikuti langkah Jhoni, dan mereka berdua menghampiri Azam. Kemudian berjalan menuju cafe yang ada di sebrang jalan Rumah sakit.


Setelah sampai, mereka bertiga duduk dan Azam memperlihatkan video yang di dapatnya tadi dari karyawan mereka.


"Apa maksudnya dia merusak properti kita?" tanya Samudra sambil berpikir, mengapa ada wanita yang berbuat jahat.

__ADS_1


"Apa kalian yakin dia wanita?" tanya Jhoni balik, karena dia melihat orang itu mengunakan juba dan masker wajah.


"Yakin, karena dia mengunakan sepatu wanita. Lihatlah itu." Azam memutar ulang video tersebut dan benar yang di ucapkan tadi.


Jhoni mulai berpikir begitu juga dengan Samudra, dan mereka bertiga mendapatkan ide bersama dan mulai menyusunnya dengan rapi. Agar wanita itu tertangkap dan mereka mengetahui siapa wanita itu.


*


*


*


Aldalin dan Jasmine baru saja sampai, dan mereka langsung di sambut hangat oleh Bu Jima yang sangat merindukan anak-anaknya.


"Ayo sayang, kita duduk dulu. Pastikan kamu lelah bukan?" Bu Jima membawa Jasmine duduk di sofa sambil mengelus-elus pinggang menantunya itu.


"Ibu sangat perhatian pada Jasmine," ucap Jasmine dengan sangat lembut.


Bu Jima tersenyum, dan melihat Aldalin mendorong koper lalu ia memberikan kode agar mengambilkan air minum untuk Jasmine.


"Kenapa sudah kembali sayang?" tanya Bu Jima dengan sangat lembut, sambil terus memijat punggung sang menantunya.


"Oh. Tapi, kami ingin menjenguk ibunya Nana," jawab Jasmine dengan sangat lembut.


Bu Jima tersenyum dan mengelus-elus perut Jasmine yang sudah mulai membuncit, dan bayi di dalam kandungan gadis itu bergerak-gerak dan menendangnya.


"Cucu nenek, sangat aktif. Ya," ucap Bu Jima dengan sangat lembut dan bergembira.


Sedangkan Jasmine merasa sedih, karena mertuanya tidak tahu kalau anaknya cacat, dan gadis itu langsung meneteskan air mata. Sebab, berpikir bagaimana nantinya saat anaknya sudah lahir.


'Apa salah Jasmine? Kenapa semua ini terjadi pada Jasmine Tuhan? Padahal, selama ini Jasmine tidak membuat kesalahan atau kejahatan?' batin Jasmine lirih.


Aldalin memberikan air pada Jasmine, dan dia menghapus air mata yang mengalir membasahi seluruh wajah sang istri. Agar ibunya tidak melihat dan mencurigai mereka berdua.


"Terimakasih Mas Al," ucap Jasmine dengan lembut.


Gadis itu langsung meminum air dari sang dan kembali masuk ke dalam pelukan sang mertua, dan Bu Jima memijat punggung gadis itu dengan lembut.


'Aku harus menguatkannya lagi, karena kami harus menerima semua ini dengan lapang dada,' batin Aldalin.


...Bersambung....

__ADS_1


Halo teman-teman, pantangin terus ya karena author bakalan update lagi hari ini sampai beberapa Bab. 🤭😁🙏


__ADS_2