Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 57 Cacat


__ADS_3

Aldalin terjatuh lemas di lantai, karena mendengar ucapan Samudra yang memiliki golongan darah sama dengan Jasmine. Yang artinya keduanya anak Gilang.


"Sejak kapan, kamu memiliki golongan darah O?" tanya Aldalin yang selama ini tidak mengetahui golongan darah sang anak.


Samudra terdiam dan memikirkan tentang perselingkuhan antara sang ibu dan pria itu, kemudian dia bergegas pergi dari sana untuk mendonorkan darah, karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan Jasmine.


Permasalah dia bukan anak Aldalin atau tidak, itu bisa di urus nanti karena saat ini yang sangat penting adalah menyelamatkan nyawa kakaknya. Setelah melakukan transfusi darah kini keadaan Samudra lemas sehingga dia hanya berbaring di tempat tidur.


'Apa aku ini anak mereka? Tapi, kami memiliki golongan darah yang sama?' batin Samudra sambil berpikir.


Pria remaja itu tidak terima kalau dirinya anak hasil perselingkuhan, yang artinya dia anak haram sang ibu. Samudra langsung menangkis pikiran itu jauh-jauh.


"Walaupun aku bukan anak ayah, aku akan tetap menyayangi ayah Al sebagai orang tua kandung ku," ucap Samudra lirih.


Bagaimana dia tidak sakit, mengetahui kalau dirinya adalah anak hasil perselingkuhan yang membuat sang ayah semakin hari semakin sakit.


Samudra akan melakukan tes DNA, walaupun sudah jelas dia bukan anak Aldalin dari golongan darah yang berbeda.


*. *. *

__ADS_1


Aldalin terus mondar-mandir di depan pintu IGD karena Jasmine belum sadarkan diri. Pria itu juga sangat sedih karena sudah jelas Samudra anak yang selalu di banggakan dan di sayangi. Ternyata bukanlah anaknya.


'Tidak mungkin kalau Samudra anakku, karena sudah jelas golongan darah ku Ab, sedangkan dia O?' batin Aldalin sambil berpikir.


Saat Aldalin tengah berpikir, pintu ruangan terbuka dan dokter ke luar dan menghampiri pria itu yang sejak dua jam lalu terus mondar-mandir.


"Dok, bagaimana dengan keadaan istri saya?" tanya Aldalin dengan sangat cemas.


"Sudah membaik, dan anaknya juga selamat. Hanya saja ... " Dokter tersebut tidak meneruskan ucapannya, membuat Aldalin penasaran sekaligus cemas.


Walaupun Dokter tadi mengatakan bahwa keadaan Jasmine sudah membaik.


"Katakan Dok?" tanya Aldalin.


"Kemukiman anak kalian akan terlahir cacat," ungkap dokter tersebut.


Aldalin seperti di sambar petir di siang bolong mendengar ucapan sang dokter, karena anaknya dan Jasmine akan terlahir dengan keadaan cacat.


'Ini anak pertamaku, dan dia akan terlahir cacat?' batin Aldalin.

__ADS_1


"Anda sudah bisa menjenguk istri bapak, karena dia sudah stabil dan akan di pindahkan ke ruang rawat," ucap Dokter tersebut.


Dokter tersebut hendak bergegas pergi. Namun, langkahnya terhenti saat Aldalin menahannya.


"Tunggu Dok! Saya ingin bicara," ucap Aldalin sambil mendekati dokter tersebut.


"Katakan," jawab sang dokter.


Aldalin mulai bertanya-tanya kepada dokter tersebut tentang janin Jasmine yang kemungkinan akan terlahir cacat.


"Saya minta, jangan beritahu tentang ini pada Jasmine," pinta Aldalin pada sang dokter.


Dokter tersebut menyetujui permintaan Aldalin, karena dia menyarankan untuk menggugurkan kandungan Jasmine yang kemungkinan akan terlahir cacat.


Aldalin bergegas masuk ke dalam melihat keadaan Jasmine, karena semua tentang kehamilan sang istri sudah di mengerti olehnya.


Pria itu menghampiri Jasmine yang tengah berbaring lema di atas tempat tidur pasien, dan dia duduk di samping sang istri dengan sangat sedih.


Hari ini Aldalin di berikan dua kali kesedihan. Yang pertama, melihat keadaan Jasmine yang mengalami pendarahan karena ulahnya.

__ADS_1


Yang kedua, mendengar kalau anaknya kemungkinan besar akan terlahir dengan keadaan cacat.


Bersambung.


__ADS_2