Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 52 Gadis kecil Ayah


__ADS_3

Pagi hari tiba ...


... ☀️☀️☀️☀️...


Hai teman-teman, author datang lagi ni menyapa kalian semua yang author sayang🥰 semoga kalian semua sehat. Ya, dan baca novel ini setiap hari.


Happy weekend ...


Jasmine bersiap-siap untuk menemui Aldalin. Namun, sang ibu melarangnya dengan alasan sang ayah tengah sakit ingin selalu bersamanya.


Hati Jasmine sedikit sakit dan ragu melihat sikap ibunya saat dia hendak menemui sang suami, yang jelas-jelas sangat berhak atas dirinya dan kehidupannya.


Jasmine hanya berdiam di dalam kamar sambil memikirkan cara agar bisa ke luar dari rumah sang ibu, karena banyak pengawal di luar yang akan menangkapnya kalau dia nekat pergi.


'Aku sangat takut ayah, cepatlah datang jemput Jasmine,' batin Jasmine lirih.


Gadis itu sangat menyesal sudah mendatangi sang ibu yang sama sekali tidak menyayangi dia dengan tulus, melainkan hanya untuk membalas dendam pada suaminya.


"Aku sudah salah memilih, seharusnya aku ikut bersama ayah," ucap Jasmine yang menyesali keputusannya.


Memilih sang ibu ketimbang suaminya yang jelas-jelas sudah sangat mencintainya, walaupun dia belum mencintai Aldalin yang selama ini menjadi ayah baginya.


*. *. *.


Aldalin sudah bersiap-siap berangkat menuju rumah ibu mertuanya, untuk menjemput sang istri seperti janjinya kemarin. Pria itu sangat tidak sabar menemui Jasmine karena, dia sangat merindukan calon anaknya.


Aldalin berpamitan pada sang ibu, kemudian bergegas pergi dari mansion dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Selama di perjalanan dia hanya diam sambil memikirkan.


Apa yang akan di lakukannya saat bertemu dengan Jasmine nanti, karena dia sangat bingung harus bersikap seperti apa untuk meyakinkan sang istri bahwa dia sangat mencintainya.


'Aku sangat mencintainya, apakah itu rasa yang salah?' batin Aldalin sambil berpikir.


*. *. *.


Tasya sengaja memerintahkan semua pengawalnya untuk menjaga rumah, agar Aldalin tidak bisa membawa Jasmine dari rumahnya. Sebab, dia ingin melihat pria itu menderita.


"Mas, kamu cepat sembuh. Ya, biar kita liburan sama Jasmine dan anaknya," ucap Tasya dengan sangat lembut sambil mencium tangan Gilang.


"Ta-sya, ja-ngan se-perti it-u," ucap Gilang terbata-bata sambil menatap wajah sang istri.


Tasya langsung menaikan sebelah alisnya karena ucapan sang suami. Kemudian memeluk Gilang dengan sangat lembut dan meneteskan air mata.

__ADS_1


"Mas ingat bukan? Dulu, kita selalu di halangi untuk menemui Jasmine?" Tasya mengingatkan sang suami.


Gilang menganggukkan kepalanya, kemudian memegang tangan sang istri dengan sangat lembut agar Tasya bisa melupakan semuanya. Yang jelas-jelas adalah salah mereka berdua bukan salah Aldalin.


"Mas kit-" terputus karena Tasya mendengar suara Aldalin yang berteriak-teriak di depan rumah.


"Tunggu. Ya, Mas." Tasya berlari sekuat tenaganya menuju luar karena ingin mengusir Aldalin.


"Tasya! Bajingan kau!" teriak Aldalin saat melihat semua pengawal yang menghalangi jalannya.


"Brengsek kau! Ja-lang!" teriak Aldalin lagi.


Tasya membuka pintu rumahnya dan berjalan menghampiri Aldalin, kemudian tersenyum simpul.


"Ja-lang busuk kau!" teriak Aldalin saat melihat Tasya tersenyum simpul.


"Mas Al, aku ingin bersama dengan anakku. Jangan bawa dia," ucap Tasya dengan sangat lembut.


Aldalin langsung membuang pandangannya ke arah atas rumah Tasya dan melihat Jasmine menatap dirinya.


"Gadis kecil ayah, aku rindu kamu," ucap Aldalin dengan lirih.


Tasya langsung menoleh dan melihat Jasmine tengah menatap mereka dari atas balkon.


'Aku sangat rindu akan panggilan itu. Namun, bagaimana agar aku bisa bersama ayah lagi?" ucap Jasmine sambil berpikir.


Aldalin terus-menerus menatap ke arah Jasmine yang tengah menatap dirinya.


"Sayang, ayo pulang! Bersamaku kita mulai semuanya dengan awal yang baru!" teriak Aldalin.


Tasya langsung bergegas masuk ke dalam meninggalkan Aldalin yang terus menatap ke arah Jasmine.


*. *. *.


Jhoni merasa sangat pusing akan semua pekerjaan yang sangat menumpuk, di tambah lagi sang istri sedang sakit membuatnya stres ringan.


"Ya ampun, bagaimana ini? Aku harus menyelesaikan pekerjaan milik tuan Aldalin. Sebab, pria itu tengah menyelesaikan masalahnya," ucap Jhoni sambil terus mengerjakan tugasnya.


Saat tengah asik menyelesaikan pekerjaannya, pintu ruangannya tiba-tiba terbuka dan terlihat Samudra masuk ke dalam.


"Paman Jhoni, bisa bantu aku untuk menyelesaikan pekerjaan ini?" tanya Samudra sambil memberikan berkas sang ayah yang harus di selesaikan.

__ADS_1


"Ya ampun, sejak ayahmu menikah dan permasalahan ini datang. Begitu juga dengan pekerjaan kita," ucap Jhoni.


Pria itu membantu tuan muda yang meminta bantuannya untuk menyesuaikan pekerjaan sang tuan Aldalin Kusnaedi.


"Apakah, Azam sudah bisa menggantikan posisi ayahmu?" tanya Jhoni sambil terus mengerjakan pekerjaannya.


"Tidak bisa, karena dia baru saja belajar," jawab Samudra dengan cepat.


Mereka berdua mengerjakan tugas masing-masing, sambil bercerita tentang Aldalin dan Jasmine yang tengah bertengkar.


Samudra tidak canggung menceritakan semuanya permasalahan keluarganya pada Jhoni, karena pria itu sudah menjadi bagaian dari keluarganya.


*. *. *


Aldalin mengalah dan pergi dari rumah Tasya, karena dia memiliki rencana khusus agar mantan istrinya itu kalah dengan sadis.


Aldalin menyusun semua rencananya yang akan di berikan besok pada Jasmine dan semua orang, karena dia miliki kejutan yang sangat mengagetkan.


Aldalin sudah menyusun rencana agar semuanya bisa hadir di taman depan rumah Tasya, untuk menunjukkan kejutan yang tertuju pada Tasya dan Gilang.


"Kau lihat Tasya, aku sudah menyusun semuanya dengan sangat detail." Aldalin berjalan sambil tersenyum melihat rencana yang akan tayang besok.


*. *. *


Azam sedang les privat bersama guru yang di utus Samudra untuk mengajarnya, dan dia sangat senang karena bisa paham tentang perusahaan dalam waktu singkat.


"Miss Dita, apakah ini sama dengan yang tadi?" tanya Azam yang kesulitan memahami pelajaran itu.


Dita tersenyum kemudian menjelaskan semuanya pada Azam, dan pria itu langsung mengerti apa saja tentang perusahaan.


"Jangan panggil Miss, karena kita seumuran," ucap Dita dengan sangat lembut sambil menatap wajah Azam.


Azam tersenyum dan berkata, "Tidak bisa seperti itu, karena aku ini anak muridmu."


Dita benar-benar sangat heppy saat mengajar Azam, karena pria itu sangat pandai dan juga tampan yang membuatnya betah, berlama-lama mengajar duda itu.


'Duda ini sangat tampan, apa dia masih single. Ya?' tanya Dita dalam hatinya.


Mereka berdua melanjutkan kembali pelajaran yang harus di kerjakan oleh Azam, dan Bu Jima memperhatikan mereka saja dengan senyuman manisnya.


Wanita itu sangat bahagia melihat sang anak bisa belajar dengan mudah dan di tambah lagi, guru itu wanita cantik yang membuat Azam meluapkan cinta keduanya yang sudah meninggal.

__ADS_1


'Semoga Azam bisa melupakan mantan istrinya, dan melanjutkan kembali cerita cintanya bersama wanita yang di cintai,' batin Bu Jima.


Bersambung.


__ADS_2