Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 60 Cobaan datang bertubi-tubi


__ADS_3

Setelah Jhoni dan Nana sampai di rumah sakit, mereka langsung mencari kamar inap Jasmine dan masuk ke dalan.


"Tuan," ucap Jhoni dengan sangat sopan sambil mendekati sang majikan.


Sedangkan Nana, langsung menghampiri Jasmine yang masih terbaring lema di atas tempat tidur pasien.


"Kalian tahu dari mana? Kami ada di sini!" tanya Aldalin sambil menatap wajah Jhoni yang terlihat sangat polos.


"Toni Tuan," jawab Jhoni sambil tersenyum.


"Euum." Aldalin hanya menjawab dengan gumam saja.


Nana memeluk Jasmine dan mengelus-elus calon Keponakannya, yang masih bisa terselamatkan walaupun dia belum tahu tentang keadaan calon bayi Aldalin.


"Kak Jasmine, kapan pulang?" tanya Nana sambil mengelus-elus perut Jasmine yang sudah membuncit.


"Mungkin besok, karena kakak tidak suka berada di sini," jawab Jasmine dengan sangat lemah.


Aldalin dan Jhoni ke luar untuk membicarakan sedikit masalah, karena mereka tidak ingin sampai Jasmine mendengarkan ucapannya.

__ADS_1


"Apa!" pekik Aldalin dengan sangat tidak percaya apa yang di sampaikan oleh Jhoni.


"Benar Tuan, kita harus waspada karena dia bisa nekat kapan saja dan di manapun," jawab Jhoni sambil melirik ke kanan dan kiri.


Pria itu takut kalau ada yang mendengarkan percakapan mereka, karena ada musuh baru untuk Aldalin yang mengincar nyawa sang konglomerat.


"Awasi gerak-gerik mereka, karena aku tidak ingin samapi anakku dan Jasmine dalam bahaya," ucap Aldalin sambil bergegas pergi dari sana.


Jhoni tidak tahu ke mana sang tuan pergi, dan dia langsung masuk ke dalam kamar inap Jasmine lagi.


Pria itu melihat sang anak dan Nyonya mudah sedang berbicara tentang anak Jasmine yang masih ada di dalam perut. Hati Jhoni seakan tersentuh melihat Nana sangat menginginkan kelahiran anak majikannya.


'Aku sangat bahagia bisa menemukan anakku, dan sekarang kami sudah bisa bersama seperti ini,' batin Jhoni.


"Sudah Nana, kakak tidak sanggup lagi tertawa," ucap Jasmine sambil memegang perut yang terasa sang anak menendang.


"Kak Jasmine, perutmu bergerak-gerak. Apakah dia bisa mendengar lelucon ku?" tanya Nana dengan sangat penasaran.


Jasmine menganggukkan kepala, dan Nana langsung memegang perut sang kakak. Benar saja calon Keponakannya langsung menendang.

__ADS_1


"Ayah, dia menendang!" ucap Nana dengan sangat gembira.


Jhoni hanya tersenyum karena tidak mungkin bukan dia ikut melihat perut nyonya kecil itu, kalau dia melihat maka habislah riwayatnya karena sang tuan akan marah.


*


*


*


Aldalin duduk di bangku taman sambil menatap langit malam dengan pandangan lirih, memikirkan tentang keadaan calon bayinya bersama Jasmine yang kemungkinan besar akan terlahir dengan cacat.


Hatinya seakan teriris pisau dan di tabur garam, karena masalah datang tidak ada henti-hentinya. Cobaan selalu ia lalui dengan keikhlasan hati.


'Kenapa Tuhan selalu memberikan aku cobaan seperti ini? Apa karena aku ini manusia jahat?' batin Aldalin sambil berpikir.


Pria itu menganggap dirinya jahat karena sudah menyiksa anak tirinya, selama belasan tahun. Bahkan, dia juga tidak memberikan uang selama sepuluh tahun pada Jasmine sehingga gadis itu bekerja sendiri dari duduk di bangku sekolah SD.


"Tuhan, semoga aku bisa menjalani semua cobaan darimu. Tolong lindungilah calon anak kami," ucap Aldalin lirih.

__ADS_1


Air mata yang sejak tadi di tahan saat melihat wajah Jasmine, kini tumpah membasahi seluruh wajahnya dan ada seseorang yang memberikan sebuah sapu tangan. Sontak dia langsung menoleh.


Bersambung.


__ADS_2