Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 86 Kesedihan Nana


__ADS_3

**Halo sahabat Author, apa kabar kalian semuanya? Pada nungguin author update gak?


Author bakalan update setiap hari mulai besok. Ya, terus doakan author sehat dan update setiap harinya.


I Love You semuanya 🥰


...Heppy Reading** ... ...


Nana tersadar dan melihat Samudra ada di sampingnya, kemudian gadis itu ingat kalau ibunya sudah meninggal dunia. Membuatnya sangat terpukul dan menangis tersedu-sedu.


Samudra terkejut melihat Nana menangis, dan dia langsung menghampiri sang pacar kemudian memeluk kekasih hatinya.


"Na, jangan menangis lagi! Aku ada di sini bersamamu," ucap Samudra dengan sangat lembut, sambil mengelus-elus rambut Nana.


Nana tidak bisa menjawab, dan dia semakin terisak-isak di dalam pelukan Samudra. Membuat pria itu sedih karena sang pacar sangat terpukul.


"Na, kumohon jangan menangis lagi! Aku tidak sanggup," ucap Samudra dengan pelan.


Pria itu tidak sanggup melihat seorang wanita menangis di hadapannya, sebab itu dia meminta Nana berhenti menangis.

__ADS_1


"Sam, bagaimana dengan ibu? Apa dia di sana akan bahagia?" tanya Nana lirih.


Samudra menganggukkan kepalanya, dan mengusap air mata yang membasahi seluruh wajah Nana.


"Tapi, kenapa ibu bisa bahagia di sana? Sedangkan kami ada di sini?" tanya Nana dengan lirih.


Gadis itu belum bisa melepaskan kepergian sang ibu, karena Nana sangat menyayangi Nandini yang sudah bersamanya sejak dia bayi.


"Na, kalau ibumu pergi. Pasti dia sudah tidak merasakan sakit lagi bukan?" jawab Samudra dengan lembut.


Nana terdiam, dan memikirkan ucapan Samudra yang ada benarnya juga. Karena sang ibu selama hidupnya selalu menahan rasa sakit yang di deritanya.


"Aku akan mencoba untuk kuat, bisakah antar aku ke makam ibu?" tanya Nana dan Samudra menganggukkan kepalanya.


Setelah sepuluh menit kemudian ...


Nana dan Samudra sudah tiba di pemakaman ibunya Nana, dan gadis itu langsung berlari menuju keramaian. Yang sudah pasti itu adalah acara pemakaman sang ibu.


Langkahnya terhenti, saat melihat jasad sang ibu sudah masuk ke dalam kuburan, dan pandangannya gelam kemudian dia terjatuh. Untungnya ada Samudra yang sigap menangkap tubuhnya.

__ADS_1


"Ya ampun Nana, aku tadi sudah mengatakan kalau tidak sanggup jangan di paksa," gumam Samudra sambil menggendong tubuh Nana, masuk ke dalam mobilnya.


Jasmine tidak sengaja melihat Samudra menggendong Nana tadi, sehingga dia turun dari mobil dan menghampiri mereka.


"Sam, buka pintu!" Jasmine mengetuk pintu mobil Samudra dan pria itu langsung membukanya dan turun.


"Kakak ada di sini?" tanya Samudra dengan lembut, dan Jasmine menganggukkan kepala kemudian masuk ke dalam.


Gadis itu duduk di samping tubuh Nana, dan dia mengelus-elus rambut adiknya dengan sangat lembut. Ya, Jasmine sudah menganggap Nana sebagai adiknya.


Samudra masuk ke dalam dan duduk di depan, karena Jasmine duduk di belakang bersama Nana.


"Sam, sebaiknya bawa saja Nana pulang," ucap Jasmine, sambil mengoleskan minyak kayu putih ke hidung gadis itu.


"Tapi Kak, dia pasti akan marah pada Sam, sebaiknya kita tunggu saja dia bangun," jawab Samudra dengan lembut.


Jasmine menganggukkan kepala, dan memeluk Nana dengan erat, karena dia sangat sedih melihat sang adik sangat terpukul.


Gadis itu bisa merasakan apa yang di alami Nama saat ini, dan dia juga akan seperti sang adik kalau di posisi itu.

__ADS_1


...Bersambung....


Lanjut nanti lagi ya, sahabat Author Cinta Terindah.


__ADS_2