Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 62 Kecupan manis


__ADS_3

Setelah sampai di mansion, Aldalin dan Jasmine langsung masuk ke dalam bersama dengan Samudra. Karena, mereka ingin memakan roti bakar buatan Bik Sinta yang sangat lezat dan bergizi.


Jasmine hanya duduk di sofa, sedangkan Samudra membantu Bik Sinta membuat roti bakar untuk Jasmine terlebih dahulu. Sebab, pria itu ingin mengutarakan sang kakak ketimbang dirinya.


"Bik, bukankah kak Jasmine selama ini tidak menyukai roti bakar?" tanya Samudra sambil terus mengerjakan tugasnya.


"Benar, memang seingat bibi juga seperti itu. Oh, kemungkinan ini kemauan anaknya Non Jasmine," jawab Bi Sinta dengan sangat lembut.


Samudra tidak melanjutkan pertanyaannya lagi. Karena, dia sama sekali tidak mengetahui masalah kehamilan wanita.


'Aku tidak sabar menyambut keponakan ku, akan seperti apa wajahnya nanti. Dia wanita atau pria. Ya?' batin Samudra.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Samudra membawa roti bakar buatannya menuju ruang tamu.


Setibanya dia di sana, terlihat sang kakak tengah tidur di pangkuan ayahnya. Membuat Samudra tersenyum bahagia melihat pemandangan itu.


"Roti bakar sudah siap!" Samudra meletakan roti dan jus jeruk di meja, kemudian dia duduk di hadapan sang kakak dan ayah.


Jasmine langsung bangun dan mengambil roti bakar tersebut kemudian langsung memakannya, dengan sangat lahap seperti orang yang kelaparan.


Aldalin dan Samudra saling menatap satu sama lainnya, dengan rasa heran melihat Jasmine seperti itu.

__ADS_1


'Oh, ya ampun. Apa itu kak Jasmine?' batin Samudra heran.


Aldalin memberikan isyarat dengan mengangkat kedua tangan ke udara, dan Samudra mengerti sang ayah berbicara apa.


'Sial, ayah melarang ku mengejek kak Jasmine. Apa mereka sudah saling mencintai?' batin Samudra.


Setelah selesai makan, Jasmine meminum jus jeruk buat Samudra sampai habis tak tersisa. Hal itu membuat Aldalin menekan ludahnya dalam-dalam.


'Ternyata wanita hamil akan seperti itu. Seingatku Tasya hamil dulu tidak seperti Jasmine ini?' batin Aldalin.


"Mas Al, Jasmine mau istirahat di dalam," ucap Jasmine dengan sangat lembut.


Pria itu mengendong tubuh sang istri berjalan masuk ke dalam kamar. Sedangkan Samudra masih menatap heran kepergian ayah dan kakaknya.


"Ternyata wanita hamil sangat rakus. Ya?" Samudra berjalan menuju dapur dan mengambil roti bakar miliknya.


*


*


*

__ADS_1


Aldalin meletakan tubuh Jasmine dengan perlahan, kemudian membenarkan posisi tubuh sang istri agar lebih nyaman saat tidur nanti.


Pria itu mencium perut Jasmine dengan sangat lembut, kemudian ciuman itu berpindah ke seluruh wajah sang istri.


Membuat Jasmine gugup. Entah perasaan aneh apa yang masuk ke dalam tubuhnya seperti tersengat listrik saat Aldalin menciumnya.


'Jasmine, jangan seperti itu. Dia adalah ayah yang sudah membesarkan mu,' batin Jasmine yang mengingatkan dirinya.


Agar tidak mencintai Aldalin, karena dia tetap menganggap sang suami sebagai ayah yang sudah membesarkannya.


Aldalin tersenyum, kemudian mengecup bibir Jasmine dengan lembut. Pria itu itu bangun dan menyalakan AC kemudian menyelimuti seluruh tubuh sang istri mengunakan selimut.


"Tidur yang nyenyak, aku akan masak makan siang untukmu." Aldalin bergegas pria dari sana.


Jasmine mencoba untuk menenangkan jantung yang sejak tadi berdegup kencang, saat Aldalin mengecup bibirnya. Refleks gadis itu mengusap bibir dan tersenyum.


"Jasmine, ada apa denganmu?" tanya Jasmine pada diri sendiri.


Gadis itu langsung masuk ke dalam selimut dan memejamkan kedua mata, agar terlelap dan melupakan kejadian tadi yang membuatnya seperti terkena serangan jantung.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2