Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 51 Selalu mengingat kembali penghianatan itu


__ADS_3

Halo teman-teman semuanya, apa kabar kalian semuanya. Gimana kalau author crazy update? Pada setuju gak. Ya? Kalau setuju komen. Ya, biar author update setiap hari tiga bab 🥰🥰🥰🎉🎉🎉🎉


Setiap hari akan terbongkar masal lalu Aldalin dan Tasya, bahkan. Jasmine akan tahu semuanya.


Heppy Weekend ...


Azam melihat sang kakak begitu bersedih, dan langsung bergegas pergi dari sana karena ingin menemui Difa yang memintanya untuk datang. Entah apa yang akan di sampaikan oleh gadis itu padanya.


Azam mengendarai motor matic milik Samudra karena dia malas kalau naik mobil. Sebab, ingin memperlihatkan kesederhanaan pada Difa. Gadis yang mulai meluluhkan hatinya setelah Jasmine.


'Aku sangat yakin kalau kak Al, sangat menyayangi Jasmine juga mencintainya. Jad, aku sudah tidak bisa lagi, dan mencari pengganti dia,' batin Azam.


Walaupun umurnya sudah memasuki usia 30 tahun, Azam tidak minder berdekatan dengan Difa yang seumuran dengan Samudra sang keponakan. Pria itu menghentikan motornya di sebuah rumah yang sederhana. Namun, sangat bersih.


'Ini rumahnya. Aku jadi ingat rumah kami di kampung dulu,' batin Azam.


Perlahan pria itu berjalan menuju rumah Difa, dan mengetuk-ngetuk pintu rumah tersebut. Tak berselang lama akhirnya pintu terbuka.


"Kak Azam, duduk dulu." Difa mempersilahkan Azam duduk di bangku depan rumah. Gadis itu tidak membawanya masuk karena tidak ada orang.


Difa takut akan ada yang salah paham kalau Azam masuk ke dalam dan mereka hanya berdua.


"Di dalam tidak ada orang," ucap Difa dengan sangat lembut sambil menatap wajah Azam, yang kalau di pandang dengan dalam pasti wajahnya sedikit mirip dengan Samudra.


'Paman ini sangat mirip dengan Samudra,' batin Difa.


Ya, gadis itu seharusnya memanggil Azam dengan sebutan paman. Namun, pria itu tidak mau karena dia masih merasa mudah.


"Tidak apa-apa, tenang saja." Azam menjawab dengan sangat lembut sambil mendudukkan bokongnya di bangku tersebut.


Difa duduk di samping Azam dan mulai memberikan sebuah poto, dan pria itu membulatkan matanya.


"Bukankah ini Samudra?" tanya Azam dengan sangat tidak percaya.


Melihat Samudra bersama seorang wanita, yang di pastikan adalah seorang ja-lang karena, Azam sering melihat wanita itu di sebuah club malam.

__ADS_1


"Iya, dan wanita ini seperti ja-lang," jawab Difa yang mengingat kembali di mana dia pernah melihat wanita seksi itu.


Azam benar-benar tidak percaya, kalau sang keponakan bersama seorang ja-lang karena dia tahu Samudra adalah remaja baik-baik.


"Apa, wanita ini yang menjebak Samudra?" tanya Azam sambil menatap tajam poto wanita tersebut.


"Mungkin saja," jawab Difa dengan cepat.


Azam dan Difa menyusun rencana agar wanita itu terjebak dan menjauhi Samudra, walaupun dia yang akan menjadi umpamanya.


*. *. *.


Tasya menceritakan semuanya pada sang suami apa yang terjadi, walaupun Gilang hanya diam dan mengedipkan matanya.


"Aku takut Mas, kalau Al akan membawa anak kita lagi," ucap Tasya dengan lirih.


Wanita itu sangat menyesali perbuatannya beberapa belas tahun yang lalu, dia ingin memperbaiki semua. Namun, akan sulit baginya kalau Aldalin selalu ada.


"Apa kita kenyakkan saja dia?" tanya Tasya sambil memegang tangan sang suami.


'Aku harus sembuh, agar kami bisa berdamai, walaupun aku tahu kesalahan ku padanya sangat fatal,' batin Gilang.


Gilang adalah orang kepercayaan Aldalin. Namun, dia selingkuh bersama Tasya sampai memiliki anak, dan hal itu sudah di maafkan oleh Aldalin.


Akan tetapi, Gilang berselingkuh lagi dan hal itu membuat Aldalin sangat marah dan dendam. Salahkan Aldalin membenci mereka?


Tanpa mereka sadari ternyata Jasmine mendengar jelas ucapan sang ibu yang akan melenyapkan suaminya.


'Apa yang sebenarnya terjadi? Apa, aku bertanya saja pada ayah langsung. Tapi, bagaimana caranya kalau ibu selalu ada?' batin Jasmine.


Jasmine berjalan perlahan kembali ke dalam kamarnya, dan duduk di bibir ranjang sambil terus mengingat ucapan sang ibu.


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Jasmine pada diri sendiri.


Karena dia takut apa yang akan terjadi pada suaminya. Sejujurnya Jasmine sangat menghawatirkan keadaan Aldalin walaupun tidak mencintai pria itu.

__ADS_1


Gadis itu berniat akan bertanya langsung pada sang suami apa yang sebenarnya terjadi di antara orang tuanya. Jasmine berniat menemui Aldalin besok untuk mendapatkan apa yang ia ingin dengar.


Jasmine tidak pernah tahu apa yang terjadi sampai Aldalin sangat membencinya, karena yang ia ingat sang ibu pergi bersama seorang pria. Selebihnya dia tidak tahu apa-apa.


*. *. *.


Samudra bermain ponsel dan melihat wanita malam itu mengirimkan pesan lagi padanya, setelah malam bersama mereka yang terjadi karena kesalahannya.


Waktu beberapa hari lalu, Samudra bertemu dengan temannya di sebuah club malam dan dia mabuk. Saat terbangun ia melihat sudah ada di dalam kamar bersama dengan seorang wanita dengan keadaan polos.


Akan tetapi, dia sama sekali tidak mengingat apa-apa dan juga tidak mengingat kalau dia sudah menyentuh wanita itu.


"Untuk apa dia mengirimkan pesan, bukankah aku sudah memberikannya uang banyak?" tanya Samudra pada diri sendiri.


Samudra tidak membalas pesan itu lagi, dan langsung menghapusnya karena dia tidak mau sampai kakak atau pamannya tahu tentang masalah ini.


'Jangan sampai mereka semua tahu masalah ini, karena aku akan sangat malu karena kenakalan yang tidak aku sengaja,' batin Samudra.


*. *. *


Aldalin sama sekali tidak bisa tidur karena sang istri tidak ada di sampainya, dia hanya memeluk bantal yang biasa Jasmine gunakan karena masih ada aroma gadis itu di bantal tersebut.


Aldalin meneteskan air matanya, karena sudah tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Pria itu sudah menerima kalau Jasmine akan meninggalkannya bersama anak mereka.


Pria itu berpikir bahwa apa yang di alami beberapa belas tahun yang lalu akan terulang kembali, karena semuanya hampir sama hanya saja kali ini Jasmine sangat setia padanya.


'Aku sudah menerima semuanya, karena ini memang pantas untuk ku yang sudah berbuat jahat pada anak sambung ku,' batin Aldalin.


Rasa rindunya pada Jasmine sangat dalam, walaupun tadi mereka baru bertemu. Namun, tidak seperti biasanya. Karena kali ini sang istri sudah terhasut omongan Tasya dan Gilang.


Begitulah pemikiran Aldalin, yang mengira Jasmine berubah karena terpengaruh oleh Tasya dan Gilang. Padahal, gadis itu hanya salah paham saja pada dirinya.


"Gadis kecil ku, ayah rindu kamu sayang," ucap Aldalin dengan lirih.


Karena sewaktu Jasmine masih kecil, kata-kata itu yang selalu terucap dari bibirnya. Namun, semuanya berubah saat Tasya mengkhianati dia.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2