
Halo teman-teman semuanya, siapkan dirimu untuk membaca part ini. Karena akan menguras emosi jiwa kalian semua.
Di Part ini semua masa lalu Aldalin dan Tasya akan terbongkar, dan akan ada juga flashback mereka bertiga. Ya.
*. *. *.
Setelah selesai menuturkan lagu, mulailah video tersebut di putar. Sontak membuat Tasya terkejut langsung bangun dari duduknya.
"Matikan video itu!" seru Tasya.
Aldalin langsung bangun dan menarik tangan Tasya, agar video itu tuntas dan kebenaran akan terungkap jelas. Setelah sekian lama Aldalin menahannya.
Jasmine sangat terkejut melihat adegan dewasa itu, sehingga dia membuang padanya dan hanya mendengar desah-desah sang ibu dan ayah.
Gilang hanya diam dan pasrah melihat video masa lalu mereka terputar sampai habis, dan semua orang langsung pergi sambil melempari batu padanya dan sang istri.
"Apa mau mu!?" tanya Tasya dengan sangat emosi, setelah aib masa lalunya terbongkar.
Jasmine bangun dari duduknya dan mendekati sang ibu, kemudian gadis itu meneteskan air mata yang sejak tadi di bendung.
"Ibu, sangat jahat! Pada kami, pantas saja Jasmine selama ini selalu di perlakukan kasar oleh Ayah Al," ucap Jasmine dengan sangat lirih.
Aldalin langsung terdiam mendengar ucapan Jasmine, dan rasa bersalahnya kian bertambah.
"Jasmine," ucap Tasya dengan lembut, dan dia bingung harus menjawab apa pertanyaan sang anak.
"Ibu tamu? Jasmine menjual diri karena apa? Semua ini Ibu penyebabnya!" Jasmine tidak bisa membendung kesedihannya, sehingga dia berlari sekuat tenaga menjauh dari orang-orang yang di sayang.
"Jasmine!" teriak Tasya yang hendak mengejar Jasmine. Namun, tangannya di tarik oleh Aldalin.
"Mau ke mana kau? Biarkan saja dia menenangkan diri," ucap Aldalin sambil tersenyum simpul.
"Brengsek kau!" seru Tasya.
Samudra berlari mengejar sang kakak yang berlari dengan sangat kencang, padahal sedang mengandung.
"Kak Jasmine, tunggu!" teriak Samudra sambil terus berlari mengejar sang kakak.
Jasmine mendengar teriakan Samudra, dan langsung berhenti. Kemudian memeluk sang adik dengan sangat lirih.
"Sam, hiks ... hiks ... hiks." Jasmine menangis tersedu-sedu di dalam pelukan sang adik. Samudra mengelus-elus punggung kakaknya agar lebih tenang.
__ADS_1
"Sudah kak," ucap Samudra dengan sangat lembut.
Jasmine melepaskan pelukannya, kemudian dia ingin berjalan duduk di bangku yang ada di hadapannya. Namun, perutnya terasa sangat sakit.
"Sakit!" jerit Jasmine dan Samudra sangat panik sehingga langsung mengendong sang kakak, dan meletakkannya di bangku taman tersebut.
"Sam, perut kakak sakit!" jerit Jasmine sambil menahan rasa sakit yang luar bisa di dalam perutnya.
"Tenang kak, ada Sam di sini." Samudra langsung menelpon anak buahnya agar membawa mobil, dan membawa Jasmine ke rumah sakit.
Mata Samudra melirik ke arah kaki Jasmine yang mengeluarkan darah segar yang lumayan banyak.
"Kak Jasmine, ada darah." Samudra sangat panik melihat darah yang ke luar dengan deras, sehingga dia langsung menggendong sang kakak mencari bantuan.
Sedangkan gadis itu sudah pingsan karena melihat darah. Ya, Jasmine memang fobia pada darah sejak kecil. Kalau dia melihat darah banyak maka dia akan pingsan.
*. *. *.
Tasya memukuli Aldalin, dan pria itu menahan tangannya dengan sangat kuat kemudian mendorong tubuhnya ke lantai dengan sangat kuat.
"Bajingan kau!" seru Tasya sambil beranjak bangun dan mendekati Aldalin lagi.
Aldalin tersenyum simpul saat mendengar ucapan Tasya barusan, dan dia juga tersenyum pada Gilang yang hanya diam saja.
"Karena aku mendapatkan virgin Jasmine, sedangkan kau hanya sampah yang membuatku jijik selama berhubungan denganmu!" jawab Aldalin dengan sangat emosi.
Tasya langsung mengungkit semua sama lalu mereka saat berpacaran dulu, Aldalin sama sekali tidak mau menyentuh Tasya saat wanita itu memintanya melakukan hal itu.
Sehingga Tasya tidur bersama sepupunya dan kehilangan keseimbangannya, tanpa memikirkan apapun sampai hamil. Karena mereka melakukan itu tidak satu kali saja melainkan berulangkali.
"Kau ja-lang, akan seperti itu sampai kapanpun!" seru Aldalin sambil mengingat kembali penghianatan itu, beberapa belas tahun yang lalu.
Setelah mengetahui Tasya hamil bersama sepupunya, Aldalin kian banyak menerima video dan foto panas Tasya bersama Gilang. Membuatnya sangat depresi.
Flashback on.
Aldalin sempat pergi jauh. Namun, rasa cintanya yang sangat besar tidak tega saat Tasya meminta untuk menikahinya karena Gilang tidak mau bertanggung jawab.
Aldalin memutuskan untuk menikahi Tasya. Namun, setelah mereka memiliki anak dan istrinya kembali membuat ulah. Karena dia mendapatkan foto 5ek sang istri bersama Gilang.
"Hancur berkeping-keping, hatiku ini melihat semua ini? Apa salahku Tasya!" teriak Aldalin sambil melemparkan ponsel, yang terdapat bukti perselingkuhan sang istri.
__ADS_1
Flashback off.
"Kau tahu? Kenapa, aku memilih berhubungan dengan Gilang?" tanya Tasya sambil mendekatinya.
Aldalin menaikkan sebelah alisnya, karena melihat Tasya yang terlihat seperti ja-lang lagi mendekatinya.
"Pisang ambon ku kecil?" tanya Aldalin.
Tasya menganggukkan kepala dan terus mendekatinya. Namun, dia berhasil menjauh.
"Itu bukan urusan ku lagi, dan aku ingin katakan. Jangan dekati istriku lagi atau anak-anak ku!" Aldalin bergegas pergi dari sana dengan sangat cepat.
"Al!" teriak Tasya. Namun, Aldalin tidak menggubrisnya karena dia ingin mencari Jasmine.
Gilang hanya bisa diam melihat sang istri terlihat jelas ingin meninggalkannya hanya karena dia sakit saat ini. Walaupun Tasya sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu, karena dia sangat mencintai suaminya.
*. *. *.
Samudra membawa Jasmine ke rumah sakiti bersama dengan anak buahnya, dengan sangat cepat agar segera sampai. Pria remaja itu sangat mengkhawatirkan keadaan sang kakak.
"Bertahanlah kak, aku akan menyelamatkan anakmu dan kamu," ucap Samudra lirih.
Setelah sampai dia langsung mengendong tubuh sang kakak masuk ke dalam IGD, dan para dokter langsung menangani keadaan Jasmine yang sangat memburuk. Sebab, banyak sekali mengeluarkan darah.
'Tuhan, selamatkan kakakku dan anaknya,' batin Samudra.
Pria remaja itu sangat mengkhawatirkan keadaan sang kakak sampai dia lupa untuk menghubungi ayahnya.
*. *. *.
Aldalin lelah mencari keberadaan sang istri, sampai satu orang anak buahnya mengatakan kalau Jasmine ada di rumah sakit bersama Samudra.
"Kenapa tidak ada yang memberitahu aku!" teriak Aldalin sambil bergegas pergi masuk ke dalam mobilnya.
Pria itu mengemudikan mobilnya dengan sangat laju, agar segera sampai di rumah sakit karena dia sangat khawatir akan keadaan sang istri.
"Tuhan, selamatkan anakku dan Istriku," doa Aldalin sambil terus mengemudikan mobilnya.
Setelah sampai dia cepat-cepat turun dan berjalan menyusuri rumah sakit, kemudian matanya melirik ke arah Samudra yang tengah mondar-mandir di depan ruangan IGD.
"Samudra!"
__ADS_1
Samudra langsung menatap ke arah sang ayah, yang terlihat sangat marah padanya karena tidak memberitahunya tentang apa yang terjadi pada Jasmine.
Bersambung.