
Aldalin langsung menghampiri sang anak yang berada di depan ruangan IGD, dengan sangat cepat karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan Jasmine.
Aldalin mencoba untuk melihat apa yang terjadi di dalam sana. Namun, gagal dan dia langsung menghampiri Samudra kemudian memegang pundak sang anak dengan tatapan tajam.
"Di mana kakakmu?" tanya Aldalin dengan sangat cemas dan khawatir akan keadaan calon anaknya, begitu juga dengan Jasmine.
Samudra menghela nafas dalam-dalam, kemudian menjawab pertanyaan dari sang ayah.
"Di dalam. Tadi dia mengeluarkan darah," jawab Samudra, dan Aldalin melihat adanya noda darah di baju sang anak dengan jumlah banyak.
Pria itu terjatuh lemas di lantai, dan menyalahkan diri sendiri karena sudah membuat Jasmine seperti ini.
"Ayah!" Samudra bergegas membuat sang ayah bangun dan duduk di bangku tunggu pasien.
Aldalin memikirkan keadaan Jasmine yang tengah berjuang untuk bisa sehat kembali.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Aldalin dengan sangat penasaran apa yang terjadi sampai Jasmine pendarahan.
Samudra menceritakan semuanya pada sang ayah, dan Aldalin sangat menyesali perbuatannya yang membahayakan nyawa calon anaknya dan sang istri.
__ADS_1
'Semua ini terjadi karena aku. Jasmine tolong bertahanlah bersama anak kita,' batin Aldalin.
Samudra tak kalah cemas dari sang ayah, karena dia menghawatirkan keadaan calon keponakan atau calon adiknya.
*. *. *.
Bu Jima sangat merindukan Jasmine yang sudah beberapa hari ini tidak pulang, membuatnya demam karena rasa rindu itu.
Azam menjaga sang ibu dengan sangat lembut dan keikhlasan hatinya. Padahal, dia ada mata kuliah pagi ini akan tetapi, semua ia tinggal demi sang ibu.
Azam sangat menyayangi sang ibu karena, sejak bayi dia selalu bersama ibunya bukan ayah kandungnya. Sebab, itu dia sangat mengutamakan Bu Jima walaupun harus kehilangan apapun.
"Azam, di mana Jasmine?" tanya Bu Jima dengan sangat lema.
Bu Jima menganggukkan kepala kemudian menidurkan diri dan terlelap ke dalam mimpi. Sedangkan Azam bergegas pergi dari sana menuju ruang tamu. Sebab, ada sesuatu yang tertinggal tadi.
'Bukan hanya Ibu saja yang rindu dia. Tapi, aku juga sangat merindukan dia sebagai calon istriku,' batin Azam.
Azam masih berharap akan cinta Jasmine dan memiliki wanita itu, karena dia ingin menjadikan Jasmine istrinya.
__ADS_1
*. *. *
Pintu IGD terbuka dan seorang dokter ke luar dengan raut wajah sedih dan cemas bercampur menjadi satu, dan dokter tersebut bergegas menghampiri Aldalin.
"Bagaimana dengan keadaan anak dan istri saya, Dok?" tanya Aldalin dengan sangat cemas, melihat raut wajah sang dokter.
"Dok, bagaimana dengan keadaan kakak saya?" nambah Samudra yang tak kalah cemas dari sang ayah.
"Jasmine kehilangan banyak darah, dia butuh transfusi darah. Karena rumah sakit kehabisan stok darah jadi kami meminta agar bapak mencarinya," ucap Dokter tersebut.
"Golongannya apa, Dok?" tanya Samudra sambil menatap sang dokter yang terlihat sangat serius.
"Golongannya adalah o, dan dia memerlukan dia kantong darah." Dokter tersebut menjawab sambil bergegas pergi dari sana.
"O?" Aldalin berpikir kalau golongan darah Gilang cocok dengan Jasmine.
Akan tetapi, Pria itu berpikir kalau sang ayah tengah sakit tidak mungkin bisa mendonorkan darah.
"Sam, O!"
__ADS_1
Aldalin terkejut mendengar ucapan Samudra, karena dia sendiri memiliki golongan darah AB.
Bersambung.