
Pagi ini Jasmine sudah bangun lebih awal karena merasa tidak enak tinggal di rumah Jhoni, dia membantu pekerjaan Art di sana yang sedang masak.
Jasmine merasa sangat mual saat ia mencium aroma masakan, sehingga muntah dan dibantu oleh Art di sana.
"Non, duduk saja biar bibi yang masak. Apa Non lagi hamil?" tanya Bi Indi yang merasa jika Jasmine hamil, walaupun ia baru bertemu dengan gadis itu pagi ini.
Jasmine tidak menjawab ia hanya menganggukkan kepala saja, lalu Bibi Indi tersenyum sambil memegang tangannya.
"Non ini, ada hubungan apa dengan tuan Jhoni?" tanya Bi Indi, yang mengira jika Jasmine dan tuanya ada hubungan sampai gadis itu hamil.
"Tidak ada, om Jhoni itu adalah kaki tangan ayah saya dan saya di sini hanya menumpang untuk beberapa waktu saja," jawab Jasmine dengan sangat cepat, karena ia tidak mau sampai ada salah faham dirinya dan juga Jhoni.
"Oh, saya kira Non hamil anak tuan," sahut Bi Indi sambil kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Lalu suaminya, Non di mana?" tanya Bi Indi lagi karena merasa penasaran akan kehidupan Jasmine.
"Saya ... " Jasmine tidak bisa menjelaskan semuanya kepada Bi Indi, karena ia merasa jika itu semua adalah aib dirinya.
"Di luar kota," jawab Jhoni yang baru saja tiba, dan langsung duduk di samping Jasmine.
'Untungnya, ada om Jhoni yang menyelamatkan aku dari pertanyaan bi Indi,' batin Jasmine.
"Oh, masih muda sekali sudah menikah," tambah Bi Indi dan Jasmine hanya bisa tersenyum saja.
"Bibi ini, banyak sekali bertanya," sahut Jhoni dan Bi Indi tertawa, karena mereka sudah seperti saudara.
"Bi, jika saya sedang di luar Bibi jaga Non Jasmine ini baik-baik. Ya," pinta Jhoni.
__ADS_1
Bi Indi menganggukkan kepala sambil terus mengerjakan tugasnya. Jhoni menatap ke arah Jasmine yang terlihat hanya diam saja sehingga ia mencoba untuk bicara.
"Jasmine, ayahmu baik-baik saja jangan khawatirkan tentang dirinya, karena saya akan mengabari terus tentang ayahmu itu," ucap Jhoni dan Jasmine langsung menatap wajah Jhoni.
"Terimakasih, sudah mau membantu saya saat Om," sahut Jasmine dengan sangat lembut.
Jhoni tersenyum dan berlalu pergi dari sana, ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai di mansion Aldalin.
Setelah sampai ia langsung duduk di pos ronda untuk sarapan bersama dengan teman-temannya yang lain.
"Jhon, apa anak tuan sudah di temukan?" tanya satpam disana sambil memakan sarpan.
"Tidak tahu, karena anak buah ku yang mencarinya. Sebab aku tidak akan sempat lagi," jawab Jhoni dengan sangat lahap menyantap sarapannya.
"Sebenarnya, ada semalam?" tanya Pak Kumar yang sangat penasaran akan kejadian semalam saat tuannya pulang.
Jhoni menelan makanannya, lalu meminum air dan menatap ke arah sahabat itu.
"Oh, lalu bagaimana dengan kabar Non Jasmine? Karena dia saat ini sedang mengandung bukan?" sahut Pak Kumar, ia merasa sangat kasihan kepada Jasmine yang selalu mengalami hal buruk.
"Entahlah, sebaiknya kita doakan saja agar dia baik dan selamat," sambung Jhoni dengan sangat lembut.
Setelah selesai makan Jhoni langsung bergegas pergi untuk menemui Bos-nya, karena mereka akan pergi ke markas mereka yang ada di tempat rahasia.
Kini ia sudah berhadapan dengan Bos-nya yang sedang sarapan, akan tetapi Jhoni merasa sangat heran melihat perilaku Bos-nya.
Karena ia tahu jika Bos-nya tidak pernah mau sarapan dengan memakan roti saja dan minum susu. Sebab biasanya Aldalin minum kopi atau jus dan makan nasi dan salad saja tidak pernah makam roti.
__ADS_1
"Tuan, sepertinya selera Anda sudah berubah," ujar Jhoni dengan sangat lembut.
Aldalin membulatkan matanya, karena ia juga baru menyadari perilakunya sendiri dan langsung meminum susu.
'Benar, ada apa denganku saat ini. Biasanya tidak pernah mau memakan roti dan susu seperti ini, apa aku sedang sakit atau stres?' batin Aldalin.
"Euum, sepertinya begitu karena saat ini aku ingin merubah cara hidupku," jawab Aldalin sambil menyelesaikan sarapannya.
"Oh, bagaimana dengan Jasmine apa sudah di temukan? Tapi, aku belum mendapatkan kabar apapun?" tanya Aldalin dengan sangat penasaran, karena biasanya gadis itu sudah di temukan dalam waktu lima jam saja.
Jhoni mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak keceplosan saat bicara nantinya.
"Anak-anak sudah mencari dengan sekuat tenaga mereka, Tuan," jawab Jhoni dan Aldalin langsung memikirkan tentang Jasmine.
Biasanya Jasmine tidak akan pergi jauh, sehingga memudahkan Adlain menangkapnya lagi.
Saat ini Aldalin merasa bingung kenapa Jasmine belum juga di temukan padahal, gadis itu sudah lama sekali pergi dan menghilang.
"Aneh sekali, biasanya dia akan sangat muda untuk menemukannya. Pastikan malam ini juga dia harus tertangkap!" pinta Aldalin pada Jhoni.
Jhoni memang mengutus anak buahnya untuk mencari keberadaan Jasmine.
"Baik, seharusnya saat ini kita sudah menghukum mereka berdua Tuan," ucap Jhoni yang sudah tidak sabar ingin melihat dua orang tersebut.
"Tentu, bukankah kita hari ini akan melenyapkan mangsa itu," sahut Johni dan Aldalin tersenyum penuh kemenangan sat ini.
Mereka berdua bergegas pergi menuju markas yang berada di tempat rahasia.
__ADS_1
Setelah meraka mereka sampai di markas, langsung masuk ke dalam dan terlihat adanya dua orang tersebut.
Bersambung.