Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 41 Mulai baru


__ADS_3

Setelah saling berpelukan, kini pasangan pengantin baru itu tidur berdua dengan berpelukan juga.


Jasmine merasa sangat nyaman berada di dalam pelukan sang suami, yang pertamakali di rasakannya.


Keesokan harinya ...


Aldalin mulai terbangun, kemudian dia melihat Jasmine masih tertidur pulas. Dengan perlahan ia bangun dan mencium kening sang istri.


'Pagi ini aku akan memeriksa kandungan Jasmine, aku ingin melihat anakku seperti apa?' batin Aldalin.


Aldalin bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dan membersihkan diri. Setelah selesai ia langsung memakai pakaian rapi dan berjalan ke luar.


Aldalin masuk ke dalam dapur, membuat semua pelayan langsung menghampirinya karena takut sang majikan marah.


"Tuan, biar bibi saja! Anda mau apa?" tanya Bi Sinta sambil menundukkan wajahnya.


"Tidak usah, karena saya ingin membuatkan susu untuk anak saya," ucap Aldalin dengan sangat lembut sambil mengerjakan tugasnya.


"Tapi, kalau Bibi ingin membantu maka potongkan buah-buahan," ucap Aldalin dengan sangat santai.

__ADS_1


"Baik Tuan!" Bi Sinta langsung memotong buah-buahan kesukaan Jasmine, kemudian ia meletakannya ke dalam nampan.


"Saya bawakan saja! Ke dalam Tuan?" Bi Sinta mengambil susu dari tangan Aldalin dan membawanya bersama buah-buahan.


Aldalin mengikuti langkah Bi Sinta masuk ke dalam kamarnya. Setelah sang pembantu selesai langsung bergegas pergi dari sana karena melihat Jasmine masih tertidur.


'Aku sangat bahagia, melihat non Jasmine di perlakukan dengan sangat baik oleh tuan Aldalin,' batin Bi Sinta.


Aldalin menghampiri Jasmine, dan mengelus-elus perut buncit sang istri dengan sangat lembut. Membuat sang empunya bangun.


"Maaf, aku sudah mengganggu tidurmu," ucap Aldalin dengan sangat lembut sambil membantu Jasmine bersandar di kepala ranjang.


"Jangan panggil aku dengan sebutan ayah lagi! Panggil saja mas Al," ucap Aldalin dengan sangat lembut.


Jasmine terdiam karena dia belum bisa menerima pernikahannya, bersama pria yang sudah menjadi ayah sejak ia kecil.


"Baik Ayah, eh. Mas Al maksudnya," ucap Jasmine dengan sangat canggung memanggil sang suami dengan sebutan mas.


Aldalin tersenyum mendengar Jasmine memangilnya dengan sebutan mas, dan dia langsung mengelus-elus rambut gadis itu dengan sangat lembut.

__ADS_1


"Minum susu?" tanya Aldalin sambil menatap wajah Jasmine dengan sangat dalam, kemudian matanya melirik ke arah sudut bibir sang istri.


"Iya, Jasmine bisa buat sendiri," jawab Jasmine dengan sangat canggung, karena sang suami menatapnya sangat dalam.


"Aku sudah membuatnya," sahut Aldalin.


Aldalin mengusap bibir sang istri dengan sangat lembut, karena ada sesuatu yang menempel di sana.


Jantung Jasmine berdetak kencang, kemudian ia membuang pandangannya ke arah jendela.


Aldalin mendengar jelas suara detak jantung sang istri, kemudian dia bergegas bangun dan mengambil nampan berisi susu dan buah-buahan.


"Minum susu, setelah itu kita pergi memeriksa kandungan mu." Aldalin berucap sambil bergegas pergi dari sana.


Jasmine langsung meminum susu buatan sang suami, dan juga memakan buah-buahan. Setelah itu ia langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


'Aku sangat bahagia bisa mendapatkan pelukan ayah, walaupun dia bukan ayah kandungku. Namun, dia orang yang membesarkan aku,' batin Jasmine.


Setelah selesai mandi, Jasmine langsung bersiap-siap menggunakan dres panjang yang mencapai lutut. Karena perutnya sudah mulai membesar membuatnya tidak bisa lagi mengunakan celana.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2