Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 63 Hati yang tersungkur


__ADS_3

Aldalin memasak sup daging sapi dan beberapa sayuran lainnya, yang di bantu oleh Bik Sinta karena dia sama sekali tidak pandai masak.


Tanpa di sadari ternyata Samudra memperhatikan sang ayah bersama Bu Jima dari ruang tamu. Mereka sengaja mengintip Aldalin yang tengah masak karena rasa penasaran terhadap pria itu.


"Nek, kita pergi saja tunggu makanannya masak," bisik Samudra pada sang nenek, dan Bu Jima menuruti keinginan cucunya menunggu di ruang tamu saja.


Mereka duduk saling berhadapan sambil tersenyum, mengingat kembali saat Aldalin memasak makanan dengan sangat kerepotan.


"Nek, sepertinya mereka sudah mulai mencintai," ucap Samudra dengan lembut.


"Sepertinya begitu, karena nenek melihat ayahmu dan Jasmine seperti orang yang sedang jatuh cinta," sahut Bu Jima.


Samudra tersenyum dan membisikkan rencana agar sang ayah dan Jasmine semakin dekat. Bu Jima sangat setuju akan usul Samudra untuk mendekatkan dua insan itu.


*


*


*


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Aldalin menyusun masakannya di nampan dan membawa ke dalam kamarnya. Karena, dia ingin makan siang bersama dengan Jasmine.

__ADS_1


Saat ia masuk ke dalam kamar, ternyata Jasmine masih tertidur pulas dan dia langsung menghampiri sang istri sambil tersenyum.


"Kasihan sekali dia, pasti kemarin hari yang sangat menakutkan baginya," gumam Aldalin sambil naik ke atas tempat tidur.


Sebenarnya Jasmine sudah terbangun sejak pintu kamar terbuka. Namun, dia masih malu karena kejadian tadi saat Aldalin mengecup bibirnya.


"Sayang, bangunlah ... aku membawakan makana yang lezat dan bergizi," ucap Aldalin dengan lembut.


Jasmine perlahan membuka matanya dan bangun dengan pelan, karena dia takut terjadi sesuatu kepada calon anaknya.


"Makan. Ya? Biar mas suapi?" Aldalin membenarkan posisi Jasmine agar mudah saat makan nanti.


Aldalin tersenyum bahagia, karena Jasmine hari demi hari sudah semakin luluh padanya dan dia berharap mereka bisa seperti pasangan pada umumnya.


'Aku sangat yakin, lambat laun Jasmine akan mencintai ku juga,' batin Aldalin.


Perlahan Aldalin menyuapi Jasmine makan dan gadis itu hanya diam menerima semua perlakuan Aldalin.


'Jantung ini seperti akan meledak saja. Jangan sampai ayah mendengarnya,' batin Jasmine.


Gadis itu mencoba untuk menenangkan jantung yang sejak tadi berdegup kencang, saat berdekatan dengan Aldalin seperti ini. Padahal, mereka sudah sering berduaan apa lagi berpelukan. Namun, berbeda dengan kali ini Jasmine juga tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Aldalin dapat jelas mendengar detak jantung Jasmine berdetak kencang, dan dia pun tersenyum karena sudah tahu apa yang terjadi pada gadis itu.


'Teryata dia juga merasakan hal yang sama seperti ku,' batin Aldalin girang.


Bagaimana tidak girang? Wanita yang di cintainya juga membalas rasa itu.


*


*


*


Azam duduk di atas balkon kamarnya, karena sejak tadi dia melihat kegiatan Aldalin dan Jasmine yang kian hari semakin mesra, membuat hatinya kian sakit.


'Beginilah kalau mencintai istri orang, pasti akan sakit dan terjatuh. Juga tersungkur-sungkur,' batin Azam lirih.


Azam memegang dada yang terasa nyeri saat mengingat kembali saat Jasmine tidur di pangkuan Aldalin, dan juga saat sang kakak memasak hanya untuk wanita pujaannya itu.


Di tambah lagi, perasaannya pada Jasmine yang tidak bisa di lupakan secepatnya sebab mereka setiap harinya bertemu.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2