Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 54 Hanya Alibi


__ADS_3

Aldalin berjalan menuju rumah Tasya, karena rencananya memberikan kejutan untuk sepasang suami-istri itu sudah selesai. Pria itu meminta agar anak buah Gilang memanggil sang majikan.


"Kenapa temanmu lama sekali?" tanya Aldalin, karena sudah menunggu lama sejak kepergian anak buah Tasya.


"Tunggu sebentar lagi," jawab anak buah Tasya tersebut.


Aldalin mendengarnya dan menunggu untuk beberapa saat lagi, karena dia sudah tidak sabar melihat kehancuran sepasang suami-istri itu.


'Tidak akan ada lagi senyuman'mu besok, atau nanti. Kalian harus mendapat karma belasan tahun lalu,' batin Aldalin.


*. *. *.


Tasya kesal akan permintaan Aldalin, dan dia juga sangat penasaran. Apa yang sebenarnya ingin di tunjukkan oleh menantunya itu, sehingga ia pun bersedia menemui mantan suaminya dulu.


"Mas Gilang, kita temui dia dulu. Ya? Bersama anak kita juga," ucap Tasya dengan sangat lembut, sambil mendorong kursi roda milik suaminya.


Gilang hanya menganggukkan kepala, karena dia masih belum bisa terlalu banyak bicara. Sebab, itu akan membuatnya lama sembuh seperti sediakala.


Tasya mendorong kursi roda itu dengan perlahan, menuju kamar sang anak sambil berpikir.


'Apa yang sebenarnya ingin di sampainya? Aku, jadi sangat penasaran?' batin Tasya.


Setelah sampai di depan pintu kamar sang anak, Tasya langsung bergegas masuk ke dalam dan melihat Jasmine sedang duduk sambil menonton televisi.


"Ibu!"


Tasya langsung menghampiri sang anak, dan duduk di samping anak gadisnya dengan sangat lembut sambil mengelus perut Jasmine yang sudah mulai membuncit.


"Ayo! Kita temui suamimu ada di depan," ucap Tasya sambil membantu Jasmine berdiri.


Gadis itu tersenyum tanpa sadar mendengar sang ibu mengatakan kalau ada suaminya di depan rumah, dan dia menatap ke arah ayahnya yang tersenyum padanya.


'Hatiku bahagia mendengar ayah ada di depan,' batin Jasmine.


Jasmine menganggukkan kepala sambil tersenyum manis ke arah sang ayah, agar ibunya tidak tahu kalau dia tersenyum karena bahagia Aldalin datang.

__ADS_1


"Jasmine, kalau suamimu itu berjanji apa saja padamu. Jangan percaya!" Tasya mengingatkan agar sang anak tidak mempercayai suaminya lagi.


"Euum, baik Bu." Jasmine menjawab sambil berjalan di samping sang ibu yang tengah mendorong kursi roda ayahnya.


Tasya mengingat kembali ucapan Samudra kalau Aldalin seringkali menyiksa Jasmine, walaupun anaknya tidak berbuat kesalahan apapun. Hal itu membuatnya sangat dendam pada pria itu.


'Aku selama ini diam. Tapi, itu hanyalah alibi ku saja agar semua orang tidak mengetahui apa misi utama ku,' batin Tasya licik.


Setelah sampai di luar, mata Jasmine berkaca-kaca melihat sang suami ada di hadapannya. Ingin rasanya dia memeluk sang suami. Namun, itu tidak mungkin karena asa Tasya yang selalu memegang tangannya.


"Ingat ucapan ibu tadi," bisik Tasya di telinga sang anak dan, Jasmine menganggukkan kepala.


Aldalin tersenyum bahagia melihat wanita yang sangat di rindukan ada di hadapannya, dan dia langsung menghampiri Jasmine kemudian mencium puncak kepala gadis itu. Tanpa menghiraukan adanya Tasya dan Gilang di sana.


Aldalin langsung mengelus-elus perut Jasmine dan mencium anaknya yang masih di dalam kandungan. Sontak membuat Tasya kesal melihat pemandangan itu, karena sewaktu dia hamil tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh Aldalin.


'Ini benar-benar tidak adil, dulu saja aku selalu di abaikan waktu mengandung Sam dan Jasmine,' batin Tasya kesal.


Gilang tersenyum melihat anaknya di perlakukan dengan sangat manis oleh sepupu, yang kini sudah menjadi menantunya itu.


'Aku benar-benar sangat menyesali perselingkuhan ku dan Tasya dulu. Karena itu sangat menyakiti perasaan Aldalin,' batin Gilang.


Aldalin langsung tersenyum simpul dan menghentikan aktivitasnya, kemudian menatap wajah kedua mertuanya itu.


'Berhasil, ternyata dia masih cemburu,' batin Aldalin.


"Katakan apa mau mu?" tanya Tasya dengan sangat cuek.


Aldalin tersenyum kemudian membisikkan sesuatu di telinga Tasya, membuat wanita itu tersenyum bahagia. Jasmine dan Gilang hanya menatap ke arah mereka saja.


'Aldalin akan memberikan aku kejutan untuk ku,' batin Tasya.


"Ayo! Kita ke taman sana, karena aku sudah menyiapkan sesuatu," ucap Aldalin sambil menggandeng tangan Jasmine.


Gadis itu hanya diam, karena sejujurnya sangat merindukan pria yang sudah menjadi suaminya. Sedangkan Tasya kesal melihat pemandangan itu sambil mendorong kursi roda Gilang.

__ADS_1


'Ini memang tidak adil sama sekali,' batin Tasya.


Aldalin sangat bahagia bisa memeluk sang istri, walaupun hanya sebentar saja. Pria itu membawa Jasmine duduk di bangku dekat layar projection.


Membuat Jasmine bingung, untuk apa adanya layar projection di sana dan apa yang akan di putar di layar tersebut.


Tasya merasa heran mengapa Aldalin menyiapkan seperti itu, padahal pria tadi dia mengatakan ingin memberikan kejutkan untuknya.


Tasya membawa Gilang duduk di samping Jasmine, dan mulailah ramai orang datang sekitar 20 pria dan wanita dewasa.


'Sebenarnya ada apa ini? Kenapa Al membawa mereka semua? Kejutan apa ini?' batin Tasya bingung.


Aldalin memulai meninggalkan Jasmine dan mulai memutar lagu tentang perselingkuhan, agar Tasya merasa takut padanya yang masih menyimpan video panas perselingkuhan itu.


'Sial, lagu ini seperti menyindir aku,' batin Tasya.


Aldalin kembali duduk bersama Jasmine, karena semua sudah di atur bersama anak buahnya dan ada juga Samudra yang kehadirannya tidak di ketahui oleh sang ayah.


"Kamu menyukainya?" tanya Aldalin dengan sangat lembut sambil memegang tangan Jasmine.


Gadis itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, karena tidak tahu apa maksud dari lagi tersebut.


'Sejujurnya aku tidak tahu apapun tentang lagu ini, dan apa maksud ayah memutarkan lagi itu?' batin Jasmine sambil berpikir.


Samudra mengambil rekaman video itu, dan memutarnya. Sontak saja membuatnya membuka mulut lebar-lebar saat melihat adegan panas tersebut.


Dengan sangat cepat ia langsung mematikan dan mengembalikan kepda ank buah sang ayah. Kemudian dia duduk di bangku sambil menenangkan dirinya.


'Rasa sakit ayah, bisa aku rasakan saat melihat video itu dan juga kata-kata ibu yang sama sekali tidak mau mengurus kami hanya karena pria itu,' batin Samudra.


Awalnya pria remaja itu ingin membantu sang ibu agar tidak terbongkar aib masa lalu. Namun, setelah melihat video itu dia langsung berbuah pikiran dan memihak sang ayah.


"Pak, setelah lagi ini habis. Kita putar langsung video itu tanpa sensor di awal dan di akhir kita berikan sedikit sensor," ucap Samudra pada anak buah sang ayah.


"Baik, Tuan muda," jawab pria tersebut.

__ADS_1


Samudra sangat sakit mengingat kembali video tadi, saat sang ayah berbicara kalau ibunya berhubungan dengan pria lain saat pernikahan mereka. Bahkan, sampai tidur bersama berulangkali.


Bersambung.


__ADS_2