Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 19 Aldalin selalu menang


__ADS_3

Aldalin tersenyum simpul kepada dua orang yang ada di hadapannya saat ini, lalu ia mulai menghisap rokok dan melirik ke arah mantan istrinya.


"Ternyata kau tidak berubah, apa kau yakin akan keputusan mu saat ini?" tanya Aldalin sambil menghembuskan asap rokoknya ke udara.


"Yakin," jawab Tasya dengan sangat cepat, membuat Aldalin tertawa kecil.


"Gilang, kau dan istri mu buat saat ini sudah menjadi keputusan kalian bersama?" tanya Aldalin sambil terkekeh.


Tasya dan Gilang menatap satu sama lainnya, karena mereka sedikit takut dengan apa yang mereka rencanakan.


"Iya, sebaiknya kita minum dulu karena di sini sedikit panas," ucap Gilang sambil memberikan satu botol air mineral kepada Aldalin.


"Terimakasih," sahut Aldalin sambil meminum air tersebut karena sudah di buka oleh Gilang.


'Mata ini, semangat mengantuk,' batin Aldalin.


Aldalin langsung terjatuh ke lantai, Tasya bersama Gilang langsung bergegas pergi dari sana.


"Dimana anak kita, seharusnya dia ada di sekitar sini?" Gilang berlari bersama dengan Tasya.


"Benar, kita cari dia dulu," jawab Tasya.


Kemudian ia berlari mengikuti langkah sang suami. Sayangnya mereka di halangi empat orang laki-laki bertubuh kekar.


"Jangan harap, kalian bisa kabur dari sini!" ucap salah satu anak buah Jhoni. Tasya memegang tangan suaminya karena ia merasa sangat takut.


"Mas, bagaimana ini?" tanya Tasya sambil berbisik kepada suaminya.


"Tenang saja," jawab Gilang.


Belum sempat Gilang melawan keempat anak buah Jhoni berhasil membekuk merek tanpa perlawanan.


"Lepaskan kami!"


"Lepaskan!"


Tasya dan Gilang berhenti berteriak karena mereka sudah di bius oleh keempat anak buah Jhoni.


*

__ADS_1


*


Anak-anak buah Jhoni membawa Aldalin ke dalam mobil yang di bawa Jhoni tadi, dan kaki tangan Aldalin itu pergi bersama bersama Jasmine ke suatu tempat.


"Pastikan jika tuan tidak akan sadar sampai aku kembali," ucap Jhoni dari dalam telpon bersama dengan anak buahnya.


Setelah selesai menelpon Johni menatap wajah Jasmine yang terlihat sangat ketakutan saat ini.


"Jasmine, jika kamu bersama saya untuk sementara waktu saja kamu akan aman. Karena saya adalah kaki tangan dari ayahmu, tidak mungkin dia akan mencurigai ku," ucap Jhoni dan Jasmine langsung menatap wajah Jhoni.


"Kenapa, Om baik sekali kepada saya?" tanya Jasmine yang merasa takut akan Jhoni, yang sangat baik padanya saat ini. Jhoni tersenyum lalu ia melirik sekilas ke arah gadis itu.


"Saya tidak sanggup melihat wanita terus-menerus di sakiti, karena pernah kehilangan wanita yang saya sangat sayangi," ungkap Jhoni sambil tersenyum.


Jasmine merasa terharu akan ungkapan dari Jhoni sehingga ia langsung diam, dia juga sudah sangat lama kenal dengan pria paru paru itu.


Setelah mereka sampai, mulailah Johni membawa Jasmine ke dalam rumahnya, karena ia merasa jika gadis itu akan aman bersama dengannya untuk sementara waktu.


Setelah mereka masuk ke dalam rumah, Jhoni membawa koper Jasmine ke dalam kamar tamu. Kemudian ia bergegas pergi dari sana sebelum pergi dia sempat berpesan kepada gadis itu.


"Jika ada apa-apa, jangan sungkan untuk meminta saja karena saya ini juga ayah mu, kamu anak dari tuan dan akan melindungi mu dari tuan untuk sementara waktu saja."


Maka ayahnya akan menghukumnya karena kesalahan dari ibunya, yang sama sekali tidak mengetahuinya.


"Maaf, bukannya Jasmine ingin membuat ayah susah, ini untuk kebaikan kita," ucap Jasmine lirih.


Jasmine menangis tersedu-sedu karena merasakan nyeri lagi di hatinya, saat mengingat tentang sang ayah atau menyebutkan nama ayahnya.


*


*


*


Jhoni sudah sampai di mansion Aldalin dan tuannya itu belum juga bangun sehingga ia aman.


"Kalian semuanya boleh pergi!" pinta Jhoni kepada anak buahnya dan semua bergegas pergi dari sana.


'Maaf tuan, ini semua saya lakukan ingin membantu tuan agar tidak kalut untuk menghukum Jasmine, kasihan dia tidak tahu apa-apa. Lagi pula saya sudah berhasil menangkap dua manusia itu,' batin Jhoni.

__ADS_1


Tiga menit kemudian ...


Aldalin membuka mata dan melihat ada di dalam kamar, sontak saja ia langsung cepat-cepat bangun dan Jhoni menghampirinya.


"Tuan, Anda sudah sadar," ucap Jhoni dan Aldalin langsung menatap tajam ke arahnya.


"Dimana, mereka semuanya?" tanya Aldalin kemudian bergegas bangun dan berhadapan dengan Jhoni.


"Mereka berdua, aman di markas kita," jawab Jhoni dan Aldalin tersenyum puas karena belum kalah.


"Jhon, kau adalah kaki tangan ku yang sangat aku percaya," sambung Aldalin seketika ia mengingat tentang Jasmine.


"Dimana, anak itu?" tanya Aldalin dengan emosi yang terlihat jelas di matanya.


Jhoni menundukkan wajahnya karena tidak sanggup harus berbohong kepada tuannya itu.


"Euum dia sudah pergi entah kemana, saat saya dan anak-anak menangkap dua orang busuk itu," jawab Jhoni bohong.


Akan tetapi, Aldalin biasa saja karena ia berfikir besok juga akan menemukan Jasmine seperti biasannya.


Jika Jasmine kabur setelah lima jam ia sudah berhasil menemukan kebenaran gadis itu lagi, karena itu dia merasa biasa-biasa saja dan sangat santai.


"Sebaiknya kau pulang saja, karena dua orang itu akan kita selesaikan besok dan Jasmine juga kita temukan besok dengan anak-anak yang mencarinya," ucap Aldalin dengan sangat percaya diri.


"Baik, saya permisi dulu Tuan." Jhoni langsung bergegas pergi dari hadapan Aldalin.


Aldalin tertawa karena ia belum kalah dan tidak ada yang bisa mengalahkan dirinya, karena ia tidak pernah kalah sekalipun dengan rekan bisnisnya maupun dengan para musuh.


Aldalin di kenal sebagai Presdir yang sangat hebat, memiliki banyak kemanapun di bidang apapun. Bahkan, juga pernah masuk ke dalam duni mafia dan ia berhenti karena dirinya sudah melebihi seorang mafia.


Aldalin terkenal tidak pernah kalah sehingga ia tidak pernah meminta maaf pada siapapun, dan juga tidak pernah mengharapkan wanita yang pergi darinya untuk kembali lagi.


Karena Aldalin sudah berjanji kepada dirinya sendiri tidak akan mempercayai ucapan wanita, karena sudah sangat pengalaman akan cinta dusta dari wanita yang sangat ia cintai.


"Dasar ja-lang busuk, dia kira aku akan kalah darinya. Selama Jhoni ada bersama dengan ku maka aku akan selalu menang, karena semuanya adalah usaha dan kerja kerasnya," ucap Aldalin yang merasa sangat bahagia.


Karena kali ini ia menang lagi untuk yang kesekian kalinya, seorang Aldalin Kusnaeni tidak pernah di kalahkan oleh siapapun. Bahkan, dengan wanita sekalipun.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2