Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 82 Ternyata Tasya


__ADS_3

Heppy Reading ...


Satu Minggu kemudian ...


Aldalin bersama Jhoni menjalankan rencana yang sudah di susun oleh Samudra beberapa hari lalu, dan mereka berdua ada di pembangunan mall.


Aldalin penasaran karena wanita itu mengenali dia, dan ia juga berpikir wanita tersebut adalah orang yang sangat di bencinya.


"Tuan, itu dia," tunjuk Jhoni pada wanita yang masuk ke dalam pembangunan mall, dengan menggunakan juba serba hitam.


"Sialan wanita itu!" geram Aldalin sambil bergegas pergi dari sana, untuk menangkap wanita itu dengan perangkapnya.


Jhoni mengikuti langkah sang Bos, dan mereka berdua berpencar bersama para karyawan di sana.


Aldalin bersembunyi di belakang wanita itu yang sedang merusak beberapa properti di sana, membuat Aldalin kesal karena dirinya sudah rugi ratusan juta.


"Ja-lang!" teriak Aldalin.


Jhoni langsung menepuk keningnya, karena sang-bos terlalu cepat memanggil wanita itu. Sehingga dia langsung mengerahkan semua karyawan untuk mengepung wanita tersebut.


Wanita itu tertawa dan membalikkan badannya, membuat Aldalin kesal. Sebab, dugaannya benar kalau itu adalah Tasya.


"Apa mau mu?!" tanya Aldalin dengan kesal, melihat mantan istri yang sekarang menjadi mertuanya.

__ADS_1


"Melihatmu hancur, karena kau sudah mengambil anakku!" seru Tasya.


Aldalin tersenyum simpul kemudian mengibaskan tangannya, dan semua karyawannya mengepung Tasya.


"Kau ambil jika meraka berdua mau ikut bersama ja-lang seperti mu!" sahut Aldalin dengan sangat kesal.


"Aku akan membalas mu!" teriak Tasya dan salah satu karyawan Aldalin membius wanita tersebut sampai pingsang.


"Bawa dia ke markas!" pinta Jhoni pada semua karyawan di sana.


"Siap Tuan!"


Karyawan itu langsung membawa Tasya menuju markas yang di pinta oleh Aldalin, dan Jhoni mengikuti mereka. Sedangkan Aldalin masih diam di sana.


"Tuhan, apa salahku? Sampai Tasya sampai membenciku. Padahal, aku sama sekali tidak pernah menyakiti hatinya," ucap Aldalin lirih.


Samudra bersama Jasmine tengah melihat-lihat pakaian bayi yang di belikan oleh Aldalin kemarin, kini mereka berdua ada di dalam kamar bayi yang akan menjadi kamar anak Jasmine nantinya.


"Kak, kenapa ayah membeli baju pria saja? Bagaimana kalau anakmu perempuan?" tanya Samudra sambil melihat semua baju yang ada di sana milik pria semua.


Jasmine juga tidak tahu mengapa sang suami membeli pakaian pria saja. Padahal, mereka tidak tahu apa jenis kelamin anak yang di kandungannya.


"Entahlah, mungkin karena kami belum tahu jenis kelaminnya apa," jawab Jasmine dengan sangat lembut.

__ADS_1


Samudra tersenyum dan mengelus-elus perut Jasmine yang tinggal menunggu, delapan minggu lagi akan mengempes dan dia akan bertemu dengan sang keponakan.


"Wah, dia sangat aktif menendang terus," ucap Samudra dengan sangat bergembira.


Jasmine juga merasakan hal yang sama. Padahal anaknya cacat. Tapi, sangat aktif seperti bayi normal pada umumnya.


'Apa aku sanggup melihat anakku terlahir cacat?' batin Jasmine lirih.


Hatinya kian sakit mengingat hal itu dan dia menahan air mata agar tidak tumpah, karena ada Samudra di sampingnya.


"Kak Jasmine, Sam ingin di panggil Uncle tampan," ucap Samudra dengan sangat bergembira.


Jasmine tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian mengelus-elus perut yang terasa keram akibat pergerakan anaknya.


"Siapa namanya kak?" tanya Samudra.


Jasmine terdiam, karena dia juga belum memikirkan nama untuk calon anaknya yang akan lahir delapan minggu lagi.


"Mungkin ayah sudah menyiapkan nama untuknya," jawab Jasmine sambil mengelus perutnya.


Samudra tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian mereka kembali melihat-lihat pakaian bayi lagi.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2