
Jasmine membantu bu Jima masak, untuk mereka makan siang karena Azam akan pulang lebih awal hari ini.
Jasmine memotong bawang dan mencium aroma cabai, yang membuatnya mual sehingga ia langsung berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
Huek ... Huek ...
Jasmine terkejut saat tangan seseorang memijat tengkuk lehernya, setelah selesai muntah ia langsung menoleh.
"Kak Azam!"
"Kenapa kamu itu tidak istirahat saja, seharusnya kamu di tokoh bukan di dapur," ucap Azam sambil membantu Jasmine berjalan masuk ke dalam.
"Maaf, karena aku ingin membantu Ibu memasak," sahut Jasmine lirih.
"Nak, sudah jangan ke dapur lagi kamu di tokoh saja sana sama Azam," ucap bu Jima yang menghampiri Jasmine.
"Iya Bu," sahut Jasmine dengan sangat lemas karena habis muntah tadi.
Azam membawa Jasmine masuk ke dalam tokoh dan, mereka duduk di dalam ruangan khusus.
Nana ikut masuk ke dalam saat melihat Jasmine di bawa oleh Azam.
"Ada apa, kenapa Kak Jasmine di bawa masuk?" tanya Nana dengan sangat khawatir akan keadaan Jasmine.
"Tidak ada, dia hanya mula saja. Ambilkan minyak kayu putih di meja kerja," ucap Azam kepada Nana.
"Siap," jawab Nana yang bergegas untuk mengambil minyak kayu putih untuk Jasmine.
Jasmine merasa sangat mual sehingga tubuhnya lemas dan hanya bisa tertidur saja, ia bisa mendengar ucapan Azam dan Nana akan tetapi, tidak bisa menjawab.
Nana membawakan minyak kayu putih dan mengoleskan ke seluruh perut Jasmine, karena Azam yang memintanya.
"Kak Jasmine, cepatlah pulih kembali. Aku sangat khawatir akan keadaan mu saat ini," ucap Nana sambil menggosok-gosok kaki Jasmine menggunakan minyak kayu putih.
"Iya," sahut Jasmine dengan sangat lemas, membuat Nana bahagia karena Jasmine menjawab ucapannya tadi.
"Kak Jasmine, akhirnya kamu sadar juga," ucap Nana sambil bernafas lega.
"Aku dari tadi juga udah sadar. Tapi, lemas tidak bisa menjawab atau berbicara," sahut Jasmine sambil membuka kedua matanya.
*
*
__ADS_1
Sore hari Aldalin sudah sampai di kota A dan ia sedang di perjalanan menuju desa tempat perternakan miliknya, akan menemui Jhoni terlebih dahulu karena ingin melampiaskan kekesalannya.
"Jhoni, kau lihat saja nanti aku akan membuatmu tidak akan mengulangi kesalahan mu lagi," ucap Aldalin yang sedang duduk di dalam mobil dengan sangat santai.
Jhoni sudah bersiap-siap untuk pergi menuju rumah Azam karena ia sudah membuat janji, kini sudah berjalan menuju rumah Aldalin dengan perlahan.
Aldalin sudah sampai di penginapan Jhoni, lalu ia turun bergegas masuk ke dalam dan mengetuk-ngetuk pintu kamar Jhoni.
"Jhoni buka!" teriak Aldalin dengan kesal, karena sejak tadi ia berteriak-teriak tidak ada jawaban sama sekali.
"Taun, sepertinya dia tidak ada di sini sebaiknya kita cari saja dia di sekitar sini," usul anak buahnya.
"Ayo kita cari sekarang!" ucap Aldalin yang bergegas masuk kedalam mobil.
*
*
Jhoni sampai di rumah Azam dan langsung mengetuk-ngetuk pintu rumah Azam, tak berselang lama akhirnya pintu terbuka.
"Taun, ayo masuk kedalam," ucap Azam dengan sangat sopan.
Jhoni tersenyum kemudian masuk ke dalam dan duduk di tikar, lalu matanya melirik ke arah Azam yang ada di sampingnya.
Jhoni tersenyum lalu ia memegang pundak Azam. "Aku datang bukan untuk menilai rumahmu, aku datang meminta bantuan darimu."
Azam tersenyum lalu mereka kembali bercerita sampailah Jhoni memperlihatkan foto Jasmine, sontak membuat Azam membuka matanya lebar-lebar.
'Ternyata dia anak konglomerat, bagaimana ini jika tuan ini tahu dia ada di rumahku ini habislah aku,' batin.
"Itu fotonya dan dia juga sedang hamil, aku sangat mengkhawatirkan keadaannya dan juga calon anaknya. Aku juga mendapat informasi jika dia pergi bersama dengan laki-laki dari terminal bis," ucap Jhoni lirih.
Azam hanya diam saja karena sangat bingung akan bicara apa. Sebab orang yang di cari oleh Jhoni ada di rumahnya saat ini.
"Tuan, jika saya memberitahu Anda tentang Jasmine apa Tuan akan menghukum saya?" tanya Azam dengan sangat berani, karena ia berfikir jika berbohong itu tidaklah baik.
"Kamu, pernah melihat dia?" tanya Jhoni dengan sangat serius.
"Iya," jawab Azam dengan cepat.
Jhoni sangat bahagia saat ia mendengar jika Azam pernah melihat Jasmine yang sudah ia cari-cari.
"Di mana kamu melihatnya?" tanya Jhoni dengan sangat bergembira membuat Azam juga tersenyum.
__ADS_1
"Sebenarnya, laki-laki yang membawa Jasmine itu adalah saya," ungkap Azam dengan sangat berani.
Jhoni tersenyum karena sangat bahagia setelah mengetahui di mana keberadaan Jasmine saat ini.
"Katakan dia ada di mana? Saya sangat berterimakasih kepada mu karena sudah membawanya," ucap Jhoni dengan sangat bahagia sambil memegang tangan Azam.
"Dia ada di tokoh, bersama dengan ibu saya dan adik saya," jawab Azam dengan sangat sopan.
Jhoni langsung bangun dan berjalan bersama Azam keluar menuju tokoh, walaupun hari sudah malam tokoh mereka masih saja ramai.
Jhoni menghentikan langkahnya, saat ia melihat Jasmine sedang melayani pembeli. Padahal tadi melewati tokoh itu.
'Jasmine, akhirnya aku bisa menemukanmu di sini tanpa aku sadari, ternyata kita berdekatan selama beberapa hari ini,' batin Jhoni.
"Jasmine," panggil Jhoni.
Jasmine menoleh saat mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.
"Om Jhoni!" pekik Jasmine dengan sangat terkejut.
Bu Jima dan Nana juga terkejut saat melihat wajah Jasmine yang terlihat sangat ketakutan.
Jhoni berlari menghampiri Jasmine dan memeluk gadis itu, sontak membuat bu Jima dan Nana membuka mulut mereka lebar-lebar.
Saat Jhoni melepaskan pelukannya, ia melirik ke arah bu Jima dan membuka mulut lebar-lebar.
"Jhoni."
"Kak Jima."
Nana dan Azam sangat terkejut saat melihat bu Jima mengenali Jhoni, sehingga mereka semua masuk ke dalam rumah untuk menceritakan tentang kisah mereka.
"Kak Jima, katakan padaku di mana Nandini?" tanya Jhoni dengan sangat lirih.
Nana sangat terkejut mendengar laki-laki tua yang ada di hadapannya bukan hanya mengenali tantenya, ternyata juga mengenali sang ibu.
"Semuanya sudah saling kenal?" tanya Nana dengan sangat penasaran akan apa yang ia dengar hari ini.
"Tuan, sebarnya ada hubungan apa Taun dan Ibu saya?" tanya Azam membuat Jhoni bingung harus menjawab pertanyaan yang mana dulu.
"Nandini ada, sekarang dia sedang sakit di rumahnya ini Nana anak kamu dan Nandini," ungkap bu Jima.
Sontak saja membuat Azam, Nana saling menatap satu sama lainnya, Jasmine juga menatap ke arah Jhoni dan Nana yang terlihat sangat mirip.
__ADS_1
Bersambung.