Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 13 Kenapa perut anak ini membuncit?


__ADS_3

Jasmine berjalan dengan perlahan menuju mansion siang hari, karena ia takut untuk pulang dan juga merasa sangat pusing.


Saat Jasmine masuk ke dalam, ia tidak melihat siapa-siapa dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Saat dia duduk di tempat tidur melihat ada paper bag langsung membukanya.


"Roti buaya, aku sangat menginginkan ini, ini pasti ayah yang membawanya dari kota J," ucap Jasmine.


Hati Jasmine terasa sangat nyeri saat menyebut namanya sang ayah tadi, ia langsung meneteskan air mata kemudian dia bergegas untuk mengambil handuk. Gadis itu ingin membersihkan diri sebelum memakan roti buaya.


Jasmine menangis tersedu-sedu di dalam kamar mandi, karena ia masih mengingat kejadian tadi pagi. Gadis itu tidak bisa melupakan kejadian tadi karena hal itu sangat menyakiti hati dan perasaannya.


"Sakit sekali hati ini, seharusnya aku bisa menerima semua karena aku memang pantas mendapatkan itu. Kesalahan ibu pada ayah sangat fatal," ucap Jasmine sambil menangis tersedu-sedu.


*


*


Tasya mendapatkan pesan dari nomor yang tidak ia kenal dan langsung membukanya, wanita paru paya itu langsung membuka mulutnya lebar-lebar saat membaca pesan tersebut.


[Ini Samudra, apa ibu bisa menemui Sam? Karena ada hal penting! Yang ingin Sam sampaikan kepada ibu, ini tentang kak Jasmine.]


Tasya menangis tersedu-sedu karena anak yang di cari sudah mengabarinya, dan ia langsung cepat-cepat berlari mencari keberadaan sang suami.


"Mas!" Tasya berlari mengelilingi rumahnya dan melihat sang suami yang sedang menyapu halaman.


"Ada apa?" tanya Gilang karena melihat sang istri berlari-lari menghampirinya.


"Samudra, dia mengirimkan pesan kepadaku dan memintaku untuk menemuinya, karena ada hal tentang Jasmine anak kita," jawab Tasya. Gilang langsung menatap wajah Tasya dengan sangat dalam.


"Beritahu dia, kita segera menemuinya karena kita akan tahu di mana keberadaan anak kita," sambung Gilang.


Tasya menganggukkan kepala, dan langsung membalas pesan dari Samudra ia mengatakan, jika dia dan suaminya akan menemui Samudra malam ini di cafe.


Setelah malam hari seperti janji Tasya ia dan suaminya sudah ada di cafe, kini mereka tengah menunggu kedatangan Samudra.


Samudra datang akan tetapi, ia tidak tahu yang mana ibunya karena mereka tidak pernah bertemu dia sejak kecil.

__ADS_1


"Mereka, di meja mana ya? Aku tanya satu persatu orang mumpung tidak ramai," ucap Samudra dan mulai bertanya kepada satu persatu orang yang ada di sana.


"Jika mereka berdua bukan ibu, maka aku akan pergi saja karena sudah semua orang sini bukan ibu dan suaminya," ucap Samudra.


Samudra lelah karena sudah bertanya-tanya kepada semua orang yang ada di sana.


Samudra berjalan perlahan menuju meja yang terlihat ada dua orang, dan ia langsung bertanya pada dua orang tersebut.


"Permisi, saya ingin bertanya apakah Ibu ini Ibunya Samudra?" tanya Samudra.


Tasya langsung berdiri dan langsung memeluk Samudra, karena ia sangat merindukan anaknya yang sudah lama sekali tidak di temui.


"Ini ibu, Nak," ucap Tasya dengan sangat lirih sambil melepaskan pelukan, kemudian ia memandangi wajah anaknya dengan sangat dalam.


"Duduk, sebaiknya kita bicara saja," ucap Gilang.


Samudra langsung duduk dan menatap wajah Gilang, lalu ia tersenyum simpul karena sudah tahu siapa yang membawa ibunya pergi darinya.


'Ternyata dia orangnya, sebenarnya aku benci padanya dan ibu akan tetapi, ini semuanya untuk kak Jasmine,' batin Samudra.


"Buruk, karena ayah selalu saja menghukumnya walaupun dia tidak membuat kesalahan," ungkap Samudra dan Tasya langsung menangis tersedu-sedu.


"Dimana, kakak mu saat ini?" tanya Gilang dengan sangat cemas, karena ia sudah percaya akan ucapan Aldalin beberapa minggu lalu.


"Ada di mansion, karena dia sama sekali tidak keluar beberapa minggu ini dia kurang sehat," jawab Samudra yang mengingat jika keadaan kakaknya beberapa minggu ini menurun.


"Bagaimana kita menemuinya, karena aku tahu jika mas Al tidak akan membiarkan kita menemui Jasmine," ucap Tasya sambil memeluk Samudra.


"Ibu, hal ini yang ingin Sam sampaikan meminta agar Ibu menyelamatkan kak Jasmine dari ayah, karena hanya Ibu yang bisa," ungkap Samudra dan Tasya menganggukkan kepalanya.


*


*


Jasmine sudah menghabiskan roti buaya yang sebelumnya tidak ia sukai sampai habis tak bersisa, setelah selesai makan ia meminum segelas susu yang sebelumnya juga tidak menyukainya.

__ADS_1


"Ternyata makanan ini sangat enak, padahal aku sebelumnya tidak pernah memakan dan tidak ingin merasakan," ucap Jasmine sambil menyenderkan tubuh di kepala tempat tidur.


"Besok, aku akan berterimakasih kepada ayah, karena dia sudah membawakan aku makanan ini yang sangat aku sukai," ucap Jasmine dan lagi-lagi ia merasakan nyeri saat menyebutkan nama sang ayah.


Jasmine meneteskan air mata, kemudian menutup matanya dan tertidur sambil bersandar.


Jasmine merasa sangat nyaman saat tidur dengan bersandar seperti saat ini, karena ia merasa jika perutnya sangat begah dan berfikir jika dirinya terlalu banyak makan roti buaya tadi.


*


*


Aldalin sedang mengerjakan pekerjaan, dan mendapatkan kabar jika mantan istrinya ada di kota A. Ia langsung memperketat pengawasan karena tidak mau sampai Jasmine bertemu dengan Tasya maupun Gilang.


"Aku yakin sekali, mereka pasti datang dan mereka akan mengambil Jasmine dariku. Sayangnya tidak bisa karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi," ucap Aldalin.


Aldalin terkekeh karena sudah menyusun rencana agar dirinya bertemu dengan mantan istrinya tersebut.


Aldalin bergegas pergi dari ruangan kerjanya karena pekerjaannya sudah selesai, kemudian ia berjalan menuju dapur dan melangkahkan kakinya menuju gudang.


Entah mengapa ia berjalan menuju kamar Jasmine karena begitu saja kakinya berjalan, perlahan dia membuka pintu kamar gadis malang itu, kemudian mata melirik ke arah anak sambungnya yang tertidur dengan bersandar.


Perlahan Aldalin menghampiri Jasmine, kemudian ia membenarkan posisi tidur gadis itu, dan mata melirik ke arah perut Jasmine yang terlihat membuncit.


Karena Jasmine memiliki tubuh kecil dan perutnya sangat jelas terlihat membuncit.


'Kenapa perut anak ini membuncit, karena sebelumnya aku selalu melihat jika perutnya rata. Sebab dia memiliki tubuh langsing begitu juga dengan perutnya,' batin Aldalin sambil berfikir.


Saat Aldalin hendak melangkah, tangannya ditarik oleh Jasmine dan ia langsung menatap gadis itu kembali.


"Ayah, jangan pergi! Peluk Jasmin karena rindu Ayah!" ucap Jasmine yang masih tertidur dan tangannya yang menarik tangan Aldalin.


Aldalin langsung melepaskan tangannya dan bergegas pergi dari sana, karena perasaannya menjadi tidak karuan melihat wajah Jasmine tadi, ia merasakan hal yang di rasakan saat wanita malam itu memegang tangannya seperti Jasmine lakukan tadi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2