
Azam langsung memeluk gadis itu dan mengelus rambut Nana, sebab dia tidak bisa melihat seorang wanita menangis tersedu-sedu di hadapannya.
"Ayolah sayang, jangan menangis lagi!" pinta Azam dengan lembut pada sang adik.
Namun, Nana sama sekali tidak berhenti menangis sehingga Azam pun ikut menangis. Sontak, gadis itu diam saat mendengar tangisan dari sang kakak.
"Kamu menangis?" tanya Nana sambil menatap wajah sang kakak.
Azam langsung diam, kemudian menghanpus air matanya dengan cepat. Sebab, sangat malu dilihat sang adik.
"Aku tidak menangis kok, tadi itu hanya masuk debu di mataku," jawab Azam.
Nana langsung tertawa kecil, membuat Azam tersenyum. Sebab, dia berhasil membuat sang adik bahagia.
'Aku sangat bahagia, bisa melihat senyuman di wajahnya. Tapi, tidak bisa aku pungkiri, aku juga sedih atas kepergian bibi Nandini,' batin Azam lirih.
Mereka berdua saling bercerita, sehingga Nana tertidur di pangkuan Azam. Sebab, pria itu memijat kepalanya dengan lembut.
"Gadis kecilku, sama sekali tidak berubah," gumam Azam.
Sambil memindahkan tubuh Nana ke tempat tidur dan, dia bergegas pergi dari kamarnya. Sebab, tidak ingin mengganggu tidur sang adik.
__ADS_1
. . .
Jhoni menitihkan air mata dihadapan Samudra, karena tidak malu lagi dia menangis dihadapan calon menantunya.
"Om, sebaiknya Om cari kesenangan agar bisa melupakan tante Nandini," ucap Samudra dengan lembut.
Agar Jhoni tidak salah paham padanya dan, pria itu langsung diam memikirkan apa yang diucapkan oleh calon menantunya.
"Kesenangan seperti apa?" tanya Jhoni.
Jujur saja, selama hidupnya dia hanya setia pada satu wanita walaupun Nandini pergi dari hidupnya. Tetap, dia setia menanti wanita itu kembali padanya.
"Ya, seperti mencari pengganti atau hanya untuk pelampiasan saja," jawab Samudra.
"Nanti akan om pikirkan, sekarang om titip Nana, jaga dia," ucap Jhoni dengan lembut sambil beranjak bangun.
"Baik Om, saya akan menjaga Nana dengan baik," jawab Samudra lembut.
Jhoni tersenyum dan, dia bergegas pergi dari sana. Sebab, hari sudah semakin larut. Pria itu juga tidak mau menginap, sebab hatinya masih sangat sakit.
Saat melewati jalanan yang luamyan sunyi, Jhoni melihat adanya seorang gadis tengah berdiri di trotoar sambil mengotak-atik sepedanya.
__ADS_1
"Kasihan sekali dia, apa aku coba bantu saja?" gumam Jhoni.
Pria itu langsung menghentikan mobilnya di tepi jalan, kemudian bergegas turun dan, menghampiri gadis cantik tersebut.
"Dek, bisa saya bantu?" tanya Jhoni dengan lembut.
Gadis itu langsung menoleh, dan sangat terpana akan ketampanan Jhoni, membuatnya hanya diam tidak menjawab.
"Dek!" panggil Jhoni.
Difa langsung tersentak kaget dan, langsung menganggukan kepalanya kemudian Jhoni melihat sepeda gadis cantik itu.
"Sepertinya ini rusak parah. Jadi, tidak bisa digunakan pagi, sebaiknya kamu saya antara saja!" ucap Jhoni.
"Ha, rusak?" tanya Difa dengan tidak percaya.
Sebab, beberapa hari lalu, dia hari memperbaiki sepeda yang digunakan untuk berpergian, kemana pun dan, sekarang sepedanya rusak.
"Iya, sebaiknya saya antara, karena hari sudah larut, saya takut kamu kenapa-kenapa," sahut Jhoni dengan cepat.
Difa menganggukan kepala, karena tidak ada pilihan lain lagi. Jhoni membawa sepeda gadis itu masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
BERSAMBUNG.