Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 28 Penyesalan Aldalin tidak ada hentinya


__ADS_3

Jasmine memakan buah-buahan yang sudah di siapkan oleh Azam tadi, saat ia sedang makan buah. Bu Jima datang bersama dengan seorang gadis yang seusia dengannya.


"Siang semuanya," ujar gadis tersebut.


"Siang," jawab Jasmine sambil menatap ke arah gadis tersebut.


Jasmine hanya menatap ke arah gadis yang mendekatinya karena tidak tahu siapa gadis tersebut.


"Nana, sudah lama sekali kita tidak bertemu," ucap Azam sambil memeluk adik sepupunya itu.


Nana adalah adik sepupu Azam yang tinggal bersama dengan ibunya di kampung itu juga.


"Eh, kakak semakin tampan saja," puji Nana pada kakaknya tersebut karena miliki maksud lain.


"Sudah, kalian ini selalu saja seperti itu ibu mau masuk ke dalam kamar dulu dan ajak Jasmine berkeliling kampung agar dia tahu daerah sini," sambung bu Jima dengan sangat lembut.


Jasmine tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu ia mulai bangun dan berjalan menuju kamar Azam untuk berganti baju.


"Kak Azam, itu istrimu sangat cantik karena dia itu anak kota," ucap Nana sambil menatap kepergian Jasmine.


Azam tersenyum lalu mencubit hidung mancung Nana sehingga sehingga gadis itu menjerit.


"Aaahhhkkk! Sakit tahu Azam!" jerit Nana sambil mengelus-elus hidungnya yang terasah sakit.


Azam tertawa kemudian mulai berjalan menuju luar untuk menunggu Jasmine, sedangkan Nana berjalan masuk kamar untuk melihat Jasmine.


"Kak ipar, aku masuk ya?"


Nana langsung masuk ke dalam terlihat Jasmine sedang memakai baju rajut panjang, agar ia tidak merasa kedinginan saat berjalan-jalan nantinya.


"Apa ada, masalah?" tanya Jasmine sambil menatap wajah Nana yang menatap dirinya terus.


"Tidak ada, hanya saja aku ingin berkenalan dengan kakak," kekeh Nana, belum sempat Jasmine menjawab ucapan Nana suara Azam membuat mereka terkejut.


"Nana! Jasmine!"


"Kakak ipar, sebaiknya besok saja kita berkenalan dan sekarang kita pergi berjalan-jalan saja. Karena suamimu itu sangat payah," ucap Nana sambil berjalan keluar di ikuti oleh Jasmine dari belakang.


Setelah mereka sampai di luar terlihat Azam sudah siap, dan mereka bertiga mulai berjalan dengan perlahan.

__ADS_1


"Kita jangan lama-lama, karena aku ingin membeli bahan-bahan untuk membuat kamar mandi di rumah," ucap Azam dengan sangat cuek.


Nana tersenyum sambil tertawa karena mendengar ucapan dari sang kakak tersebut.


"Wah, ternyata si cuek bisa juga bucin ya? Sampai dia rela membuatkan kamar mandi untuk istrinya," sambung Nana.


"Diam! Sekarang kalian berjalan saja, aku ingin membeli perlengkapan," ucap Azam yang berlalu pergi menuju tokoh tersebut.


"Siap kakak!" seru Nana sambil terus berjalan.


"Nana, apa kamu masih sekolah?" tanya Jasmine yang memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Tidak, karena sudah lulus SMA dan mau kuliah juga tidak ada biaya karena sekarang ibu sudah sakit-sakitan," jawab Nana dengan lirih.


'Nana saja ingin kuliah tidak ada biaya, sedangkan aku mendapatkan biaya siswa tidak mau bersekolah,' batin Jasmine.


"Euum, apa aku boleh bertanya kepadamu?" tanya Jasmine dengan sangat lembut.


Nana tertawa karena merasa lucu melihat tingkah kakak iparnya, yang ingin bertanya harus meminta izin dulu padanya.


"Tentu saja, karena bertanya itu gratis," jawab Nana lalu Jasmine tersenyum.


"Serius?" tanya Nana.


Jasmine menganggukkan kepala, lalu tersenyum kepada Nana yang terlihat sangat bahagia.


"Tentu saja aku mau, kita akan membuat usaha apa?" tanya Nana sambil menatap wajah kakak iparnya dengan sangat serius.


"Kita akan membuat tokoh kelontong. Sepertinya akan laris karena di sini jauh dari kota," jawab Jasmine dengan sangat lembut sambil memikirkan tentang usaha yang akan di jalankan nantinya.


"Setuju!" jawab Nana.


*


*


Azam bersama dengan menjual material membawa pesanannya menuju rumah, dengan menggunakan mobil pemilik tokoh material tersebut.


Setelah sampai rumah, Azam langsung membawa semua yang sudah di beli tadi ke belakang rumahnya, lalu dan mulai mengerjakannya.

__ADS_1


Azam membuat kamar mandi agar Jasmine tidak susah lagi jika ingin membersihkan diri atau buang air.


"Kasihan sekali nasib Jasmine, aku sangat tidak percaya ayahnya tengah melakukan itu, aku akan memperlakukan dia dengan baik," ucap Azam sambil terus mengerjakan tugasnya sendirian.


*


*


Aldalin masih saja bersedih karena Jasmine belum di temukan, anak buahnya sudah mendatangi setiap bandara yang ada dan juga stasiun kereta api. Namun meraka lupa untuk memeriksa stasiun bis.


"Kembalilah aku ingin berkata jujur padamu," ucap Aldalin dengan lirih, sambil menatap wajah Jasmine dari layar ponselnya.


*


*


Jasmine dan Nana sudah pulang karena hari sudah semakin sore, kini mereka sudah ada di rumah dan Nana berpamitan untuk segera pulang.


Jasmine ingin membersihkan diri. Namun, ia mengingat pagi tadi saat mandi di sungai sehingga gadis itu menundanya.


"Sebaiknya aku tunggu saja kak Azam, karena aku takut hanyut di sungai itu," ucap Jasmine sambil mengingat-ingat kembali saat mandi di sungai lagi tadi.


Azam sudah menyelesaikan pekerjaannya kini ia hanya tinggal mengisi air ke dalam bak yang sudah di beli tadi, dengan ukuran yang sangat besar sehingga membutuhkan waktu untuk mengisinya.


Setelah air bak penuh ia menjatuhkan dirinya di depan pintu belakang, dan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat terlalu banyak mengangkat air.


"Lelahnya. Tapi, tidak apa-apa karena aku tidak ingi anak kota itu menyusahkan nantinya," ucap Azam yang tidak tahu jika Jasmine ada tepat di belakangnya. Bahkan mendengar jelas ucapnya.


"Aku tidak akan menyusahkanmu, tenang saja dan tidak akan merepotkanmu," sahut Jasmine dengan sangat sakit saat mendengar perkataan Azam tadi.


Azam langsung bangun dan menatap wajah Jasmine.


"Jasmine, aku tadi hanya bercanda saja! Sekarang mandilah dan letakan bajumu di sini. Karena besok aku akan mencucinya!" pinta Azam.


"Tidak usah, nanti kakak bisa lelah dan aku bisa mencuci baju sendiri," tolak Jasmine dengan sangat lembut.


Belum sempat Azam menjawab ucapan Jasmine, ibunya datang dan langsung berbicara dengannya dan juga dengan Jasmine.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2