Salah Jasmine Apa?

Salah Jasmine Apa?
Episode 92 > Selamatkan anakku!


__ADS_3

Setelah Difa masuk ke dalam mobil Jhoni, gadis itu merasa heran. Sebab, dalam mobil terlihat sangat rapi dan terlihat seperti mobil wanita. Padahal, Jhoni seorang pria.


'Ini mobil om itu. Tapi, terlihat seperti mobil wanita,' batin Difa.


Difa terdiam dan langsung melihat ke arah depan mobil. Sebab, sang pemilik sudah masuk ke dalam.


"Nona, kamu kira saya ini supir kamu?" tanya Jhoni.


Pria itu menatap Difa yang sejak tadi duduk di bangku belakang dan, gadis itu cengengesan. Kemudian, berpindah posisi.


"Ya ampun, kamu itu seorang wanita atau pria?" tanya Jhoni.


Lagi-lagi pria itu menggelengkan kepalanya, karena Difa berpindah posisi tanpa turun dari mobil dan langsung berpindah ke depan.


"Astaga!" teriak Difa.


Sebab, gadis itu tidak sengaja jatuh ke dalam pelukan Jhoni karena kehilangan keseimbangan, saat hendak duduk ke bangku.


'Ya ampun, gadis ini mengguncang hatiku,' batin Jhoni.


Pria tampan itu langsung melepaskan tubuh Difa, membuat gadis itu tersentak kaget, sebab, Jhoni melepaskan tubuhnya tanpa aba-aba.

__ADS_1


'Ya ampun, Om ini benar-benar sangat menyebalkan. Tapi, sepertinya aku pernah bertemu dengannya, di mana ya?' batin Difa sambil berpikir.


Jhoni langsung mengemudikan mobil menuju rumah Difa, dengan perlahan karena dia mulai gelisah dan terus memikirkan gadis yang ada di sampingnya.


'Astaga, aku benar-benar sangat tidak waras. Selama ini yang ada di dalam hatiku hanya Nandini seorang dan, dia baru saja meninggal. Namun, aku sudah memikirkan wanita lain yang seumuran dengan putriku,' batin Jhoni.


Pria itu tidak fokus mengemudikan mobilnya dan, salah belokan, Difa pun sama seperti Jhoni tidak melihat ke mana mobil pria itu melajukan mobil.


"Eh, kita ada di mana. Apa ini rumah mu?" tanya Jhoni sambil melihat sekelilingnya, yang terlihat sangat asing.


Difa terkejut dan, langsung melihat sekelilingnya yang sama sekali belum pernah ia datangi.


"Bukan Om, kita sekarang ada di mana?" jawab Difa dengan pertanyaan.


"Ya sudahlah, kita putar balik saja! Sebab, aku sudah salah belok," ucap Jhoni dengan lembut.


Difa hanya menganggukkan kepalanya dan, Jhoni langsung putar balik. Pria itu langsung mengemudikan mobil dengan fokus, agar tidak salah jalan lagi.


Setelah sampai di rumah Difa, Jhoni langsung bergegas pergi dari sana tanpa menurunkan sepeda gadis itu dan, Difa pun tidak menyadari hal ini.


. . .

__ADS_1


Jasmine mengelus perut yang terasa sangat sakit, entah kenapa sejak tadi dia merasa gelisah. Bahkan, bayi yang di dalam kandungannya terus menendang-nendang.


"Sayang, ada apa?" tanya Jasmine dengan lembut.


Gadis itu menitihkan air mata, karena sejak tadi menahan rasa sakit yang luar biasa dan, melihat ada bercak darah yang mengalir deras.


"Astaga!" pekik Jasmine dengan camas.


Sebab, darah yang mengalir sangat deras dan, dia langsung berteriak-teriak memahami sang suami. Ya, Aldalin tadi keluar sebentar, karena ada keperluan.


Lelah Jasmine berteriak-teriak, Aldalin tak kunjung datang. Namun, Azam datang dan, langsung menggendongnya dengan cepat.


"Kak Azam, tolong selamatkan anakku," ucap Jasmine dengan lema.


"Iya, aku akan menyelamatkan kalian berdua," jawab Azam dengan cemas dan, panik liar biasa.


Saat sampai di depan rumah, Aldalin langsung menghampiri Jasmine dan, sangat terkejut melihat keadaan sang istri.


"Sayang!" pekik Aldalin.


Aldalin langsung membuka mobilnya dan, Azam masuk ke dalam bersama Jasmine yang sudah berlumuran darah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2