
Tidak semua orang bisa merasakan aura di sekitarnya, terutama aura tersembunyi yang sangat halus. Hanya pegiat beladiri yang berada di tingkat tertentu yang bisa merasakannya namun, Lin Chen berbeda, dia adalah seorang dokter yang juga peracik pil, bahkan lewat warisan yang diterimanya, Lin Chen juga bisa sedikit paham tentang roh.
Perasaan dan indranya jauh lebih sensitif dengan orang lain. Lin Chen merasa aura yang dia rasakan ini agak mirip atau mungkin hampir sama dengan gangguan yang dulu dialami tuan Lu.
'Ini pasti sudah sangat lama, paling tidak sudah sepuluh tahun sehingga aura ini bocor.' Ucap Lin Chen dalam hati, mengambil kesimpulan sendiri karena aura ini sangat tipis, terkadang malah menghilang.
Lin Chen memejamkan matanya, mencoba mencari sumber aura. Sesaat dia menemukan kalau aura ini adalah aura kegelapan, tidak salah lagi. Hanya saja sangat sulit untuk mendeteksinya.
Saat Lin Chen membuka matanya, Jiang Dian sudah berdiri di depannya, memandangnya dengan arogan.
"Kakek Lu, silahkan, tapi tidak usah repot-repot, aku sudah mengundang dokter nasional untuk melihat keadaan kakek."
"Bawa aku masuk!"
Tuan Lu tidak peduli lagi, kondisi temannya adalah yang paling utama. Jiang Dian juga tidak berani, dia dengan patuh membawa tuan Lu dan Lin Chen ke kamar kakeknya.
"Ini... Bukankah ini Jiang Fangyou?" gumam Ye Chen setelah melihat pria yang seusia tuan Lu berbaring tak berdaya. vitalitasnya menurun, wajahnya sedikit pucat. "Tapi kenapa? bukankah dia baik-baik saja? apa pengobatan yang aku berikan tidak memiliki efek penyembuh yang baik?"
Lin Chen, untuk pertama kalinya meragukan teknik pengobatannya sendiri. 'Tunggu dulu, apakah ini berhubungan dengan aura itu.' kembali Lin Chen berspekulasi.
__ADS_1
Setelah mengingat-ingat kondisi dan dan pengobatan Jiang Fang you, akhirnya memang tidak ada yang salah dan malah kesehatannya seharusnya tidak ada masalah, meskipun memang belum benar-benar sembuh. Terutama pembersihan Qi yang tidak teratur yang menjadi sebab utama kesehatan Jiang Fangyou selama bertahun-tahun ini.
"Dokter Lin, tolong." Pinta tuan Lu.
Namun sebelum Lin Chen bergerak, Jiang Dian menghentikannya dengan berkata kalau tidak ada yang diizinkan mengobati Jiang Fangyou sebelum dokter yang dia panggil datang.
"Jiang Dian sampai kapan kamu mau berkeras begini? apa kamu pikir aku mau mencelakai teman karibku?"
"Kakek Lu, minta maaf sebelumnya, tapi kami telah memanggil dokter. Alu tahu niat kakek Lu baik tapi maaf untuk kali ini, aku juga tidak mau mengambil resiko dengan kakek."
Saat hendak membantah lagi, Lin Chen memegang tangan tuan Lu guna menghentikannya. "Tuan Lu, tidak apa-apa. Kalau bisa berikan pil ini pada tuan Jiang. Aku akan keluar untuk melihat-lihat."
Lin Chen juga tidak khawatir memberikan tuan Lu pil ini, menurutnya tuan Lu bisa membuat Jiang Fangyou menelan pil itu.
"Di sini." gumam Lin Chen. Segera, tangannya terulur dan mencoba menyentuh asal aura itu keluar. Ada sengatan kecil seperti listrik yang Lin Chen rasakan ketika menyentuh area itu.
"Dokter Lin, aku sudah melakukan seperti instruksi anda. Selanjutnya bagaimana?"
"Pulang"
__ADS_1
Tuan Lu kaget, tak menyangka kata ini yang keluar dari mulut dokter Lin. "Hanya aku yang pulang, tuan Lu bisa menunggu disini. Oh ya apakah tidak apa-apa kalau aku masuk ke tempat anda?"
"Haha tentu saja, jangankan rumahku, bahkan jika kamu ingin mengambil Jiayi juga tidak masalah."
Tuan Lu sangat mengagumi Lin Chen, dulu memang dia tidak terlalu memperhatikannya tapi sejak mengetahui kalau peran Lin Chen di Pasukan Naga dan fakta bahwa Lu Jiayi kini bekerja sama dengannya membuatnya merasa Lin Chen adalah pria dengan masa depan tidak terbatas.
Belum lagi kemampuan medisnya, meskipun belum tahu terlalu dalam tapi setidaknya Lin Chen bisa dibandingkan dengan praktisi kedokteran yang sudah berumur.
"Tuan Lu, jangan menggodaku," sahut Lin Chen. Lu Jiayi memang sangat menarik, anggun dan cantik. "Tunggu telepon dariku."
Kediaman tuan Lu. Lin Chen berdiri bagai patung di taman, mencoba merasakan lagi aura tipis di sana lalu setelah menemukannya, dia pun melakukan hal yang sama seperti saat berada di kediaman Jiang.
Lin Chen hanya penasaran dengan situasi ini, kalaupun dia tidak akrab dengan tuan Lu dan Jiang Fangyou, dia akan tetap melakukan hal yang sama. Lin Chen ingat salah satu catatan pada warisannya yang menyinggung cara kerja aura itu.
Namanya adalah kutukan, dengan kata lain, tuan Lu dan Jiang Fangyou telah dikutuk selama bertahun-tahun dan tidak pernah menyadarinya.
Kutukan ini tidak bisa dicabut begitu saja, ada jimat dengan rune unik yang ditanam di kediaman target dan secara perlahan melepaskan aura kutukan. Cara menangkalnya adalah dengan mencabut jimat dan menetralkan kutukan pada jimat.
Ini harus dilakukan secara bersamaan, jika salah satu ditarik maka jimat lainnya akan mengaktifkan rune secara gila-gilaan dan korban akan semakin menderita sampai kematian menjemput, Lin Chen tidak memiliki keyakinan mutlak mengobati korban jika korban sudah ada di fase ini meskipun ada catatan cara pengobatannya.
__ADS_1