Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Membangun Jalan Desa


__ADS_3

Sejak mendapat warisan, Lin Chen yang memang dasarnya rendah hati dan baik sangat menikmati hidupnya yang sekarang. Dia sangat senang bisa bermanfaat bagi orang lain sebagai seorang dokter, ada rasa bangga melihat senyum dari pasiennya yang merasa terbantu.


"Dokter Lin, apakah anda akan kembali ke vila?"


Lin Chen menggeleng, sebelumnya memang dia lebih sering berasa di vila karena memurnikan pil namun stok pilnya saat ini masih banyak, kecuali ada bahan untuk membuat pil jiwa baru dia akan kali vila. Lagipula Tong Dji juga belum kembali.


"Tidak, aku bermalam di sini malam ini." sahut Lin Chen santai. "Apa anda mau bermalam di sini?" sambungnya lagi, dia menebak langsung keinginan Jiang Fangyou.


"Haha karena dokter Lin menanyakannya, maka aku juga tak segan lagi. Bolehkah?"


"Tentu saja, di sini ada beberapa kamar. Anda boleh menggunakan nya. Bahkan jika ada orang lain lagi, kamarnya juga masih cukup."


Secara tidak langsung, Lin Chen juga mengundang pengawal Jiang Fangyou yang ada di luar.


Jiang Fangyou tersenyum, dia juga tidak menyembunyikan nya lagi. Dia lalu mengambil ponsel dan melakukan panggilan. Sesaat kemudian, lima pengawal pribadi itu memasuki klinik.


"Dokter Lin, biar kuperkenalkan dengan mereka."


Kapten pengawal yang bernama Minghui adalah pengawal pribadi Jiang Fangyou, dia juga seorang master beladiri dengan basis kultivasi berada di tingkat Prajurit. Setara dengan tetua Huang, tingkat Prajurit tahap menengah. Jiang Fangyou sendiri juga berada di tingkat Prajurit tahap puncak.


Kultivasi dunia fana dibagi menjadi empat tahapan di setiap tingkat. Yakni tahap awal, tahap menengah, tahap tinggi dan tahap puncak. Ada juga tahap semu, yakni hampir mencapai tingkat Guru.


"Dokter Lin, salam dan terima kasih sebelumnya."


Lin Chen hanya mengangguk pelan, "Silahkan, jangan sungkan. Tuan Jiang, aku akan keluar sebentar, buatlah seperti rumah anda sendiri."


Jiang Fangyou tidak sungkan, setelah Lin Chen pergi, dia berbalik kepada Minghui dan yang lainnya. "Jangan sia-siakan kebaikan dokter Lin, ambil posisi dan perbaiki pondasi kalian."


Minghui juga tidak bodoh, sebagai praktisi beladiri, dia sudah tau maksud dari ucapan Jiang Fangyou sejak dia memasuki klinik. Dia lalu menyebar anak buahnya di setiap bagian klinik, sedangkan dia sendiri mengambil tempat di ruang tunggu.


Lalu kelima orang ini segera mengatur nafas dan dengan rakus mengisi dan menguatkan pondasi beladiri mereka dengan udara murni di lingkungan klinik.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mereka mengakhiri kegiatan ini. Minghui lalu menghampiri Jiang Fangyou dan berkata, "Tuan apakah dokter juga seorang praktisi beladiri?" tak lupa dia juga menceritakan ketika Lin Chen memberikan pil vitalitas pada mereka.


"Aku rasa bukan praktisi biasa tapi kultivator. Sayangnya aku sendiri tidak bisa mendeteksi sampai diaman kekuatannya."


"Lupakan saja. Apa pun itu, kita tetap harus berterima kasih. Jangan sia-siakan kesempatan ini dan jangan lupa tetap waspada."


"Aku tau tuan."


Selama dua hari, Jiang Fangyou terus berada di klinik. Kesehatan nya semakin membaik dan begitu pula dengan basis kultivasinya yang kini sudah naik ke tingkat Guru, suatu hal yang selalu diimpikannya.


Dia sangat berterima kasih pada Lin Chen dan berjanji akan membantunya di masa depan.


Karena Qi di dalam tubuhnya menjadi tidak stabil dan malah membahayakan dirinya sendiri, kultivasinya berhenti tapi sejak melakukan prosedur pengobatan di klinik, bukan saja Qi nya menjadi stabil tapi juga berhasil naik tingkat.


Lin Chen tidak bisa membantu dalam metode kultivasinya tapi dengan pemahamannya yang sangat dalam di bidang pengobatan dan anatomi tubuh, Lin Chen bisa memberikan sedikit nasehat.


Itu hanya mencakup aliran energi Qi di dalam tubuh saja bukan secara menyeluruh.


...


Di tempat lain, di rumah keluarga Wu.


Wu Daqi adalah raja bawah tanah sesungguhnya, secara langsung kelompok Macan Terbang bernaung di bawahnya, juga kelompok Serigala Malam. Harimau Terbang yang kini berubah namanya menjadi Paviliun Langit hanya berlindung, tidak bernaung namun mereka hanya mengirim semacam upeti kepada Wu Daqi.


Ketika kelompok ini hancur, Wu Daqi juga tidak terlalu peduli. Dia hanya mengirim penyidik dan menemukan itu hancur di tangan seorang pemuda, namun tidak berbuat apa-apa.


Berbeda dengan kelompok Macan Terbang, dia menaruh perhatian pada kelompok ini. Berita kematian orang-orang nya membuat eksistensinya seakan dipertanyakan. Lalu, itu pun diselidiki.


"Tuan Wu, aku sendiri yang akan memimpin orang untuk menghancurkan klinik itu dan membalaskan dendam ini."


Dong Chu, pemimpin Macan Terbang membungkuk hormat di depan Wu Daqi.

__ADS_1


"Bodoh! apa kamu tidak tau kalau keluarga Zhang mempunyai hubungan dengannya? itulah kenapa dua bawahanmu yang tidak berguna itu tewas begitu saja karena bodoh."


"Cih urusan begini saja, aku sampai harus ikut berpikir."


Wu Daqi tidak senang dengan keadaan ini, mulanya dia hanya ingin mengambil bijih giok milik Lin Chen yang dilihatnya di pasar batu dan meminta Macan Terbang mengurusnya namun, bukan saja tidak berhasil tapi mereka malah tewas.


Setelah terdiam beberapa saat, Wu Qi berkata, "Untuk sementara, jangan lakukan apa-apa tunggu Ji Sam selesai dengan tugasnya."


Ji sam adalah pimpinan dari kelompok Serigala Malam. Kelompok yang juga berada di bawah naungan Wu Daqi berisi para praktisi beladiri, umumnya mereka melakukan pekerjaan kotor dan lainnya sementara Macan Terbang bertugas mengelola aset bawah tanah lainnya.


"Tapi tuan, aku juga yakin bisa menyelesaikan ini." Dong Chu protes, Ji Sam tidak lebih baik darinya.


Ini adalah rivalitas di antara dua kelompok.


"Apa kamu dengan keluarga Zhang? apa kamu lupa siapa leluhurnya? Sudah, begitu saja! jauhi klinik itu untuk sementara, tidak lama lagi Ji Sam kembali."


Sementara itu Lin Chen masih tetap menjalankan rutinitas seperti biasa.


Siangnya membuka klinik lalu malam harinya berlatih kultivasi untuk meningkatkan kekuatan sampai suatu hari Tong Dji menghubunginya untuk menandatangani perbaikan jalan. Kepala desa bersikeras.


"Kepala desa, apa ada masalah dalam pembangunan jalannya?" tanya Lin Chen, mereka tidak bicara di kantor desa melainkan di jalan tempat peletakan baru pertama.


"Tidak ada masalah, hanya saja aku mewakili penduduk desa berharap kamu yang memasang batu pertama."


Seluruh desa saat ini bangga dengan Lin Chen, betapa tidak, bertahun-tahun desa mereka seakan tertinggal dari desa lain. Alasan utamanya adalah akses transportasi sangat susah, jalan utama masih merupakan jalan tanah dan berbatu, jika hujan sebentar saja maka jalan itu tidak akan bisa dilewati lagi.


"Bukan hanya itu, jalan ini akan diberi nama sesuai namamu."


"Ketua, anda tau, aku juga tak ingin seperti ini."


"Jangan menolak lagi, semua sudah sepakat dan pemerintah daerah juga sudah mengiyakan."

__ADS_1


Akhirnya kesepakatan pun dilakukan, Lin Chen yang rendah hati terpaksa menerima usulan itu. Niat baik dan ketulusan orang-orang desa membuat Lin Chen tak berdaya.


__ADS_2