Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Pasar Batu Dan Barang Antik


__ADS_3

Tong Dji yang datang bersama Mao Dong menceritakan kepergiannya, itu adalah masalah tanaman obat. Selama ini Harimau Terbang telah mengumpulkan sejumlah sumber daya dan sekarang semua itu menumpuk di gudang karena pimpinan mereka telah hancur.


Ini adalah berita yang bagus. Perlu diingat, Harimau terbang untuk waktu yang lama sudah mengumpulkan banyak sekali sumber daya, termasuk tanaman obat.


"Tuan, semua sumber daya ini masih tersimpan dengan baik di dalam beberapa gudang." Kata Mao Dong."


Harimau Terbang sebelumnya juga merupakan pemasok, hanya saja dia memonopoli sendiri dan hanya yang berkualitas saja yang mereka kumpulkan.


"Tuan, apa yang akan kita lakukan dengan sumber daya ini? Apa kita juga akan menjualnya?"


"Ayo kita lihat dulu. Jun Xing, kamu juga ikut, bantu aku memilah lagi kualitasnya. Mao Dong, aku terpaksa memintamu tetap di klinik, nanti kapten Song akan datang membawa Rumput Roh."


"Bagaiamana kalau kapten Song bertanya tentang anda?"


"Katakan saja aku ada urusan." Sing Wanting tidak boleh tau tentang Harimau Terbang. "Oh tidak, katakan saja aku pergi melihat pasien."


Satu harian itu Lin Chen sibuk mengklasifikasikan tanaman herba sesuai kualitas nya. Meskipun berkerja seharian penuh, namun hanya separuh dari satu gudang yang baru selesai. Itu pun sudah dibantu oleh Jun Xing.


Masih ada sembilan gudang lagi.


"Fiuh... Kita istirahat dulu."


Bukan lelah, hanya saja Lin Chen harus membuat pilihan penawar racun yang sebelumnya dia janjikan pada Song Wanting. Menurut Tong Dji, Song Wanting telah membawa rumput roh yang diambil pasukan khusus itu.


Sesampainya di klinik, ternyata bukan hanya satu rumput roh yang dibawa Song tapi ada sepuluh. "Banyak sekali." Seru Lin Chen.


Meski begitu Tong Dji yakin Lin Chen bisa menemukan rumput roh yang cocok dan memang benar demikian, Lin Chen dengan cepat bisa memilih menurut gejala yang ada pada pasukan khusus itu.


"Rumput roh ekor kuda."


Tanpa menunda waktu, Lin Chen pun segera meracik pil penawar. Ini tidak terlalu sulit karena hanya pil rendahan saja. Kalau pil tingkat tinggi, Lin Chen belum sanggup, dia harus memasuki alam elemen untuk memiliki apinya sendiri.


Metode yang Lin Chen gunakan masih sama dalam meracik pil, menggodok dan membiarkan nya menjadi pasta lalu memilinnya menjadi pil. Kualitasnya tentu saja sudah meningkat, ini karena Lin Chen sudah berada di alam Petarung, jumlah Qi spiritualnya berkali lipat dibanding sebelumnya.


Bahan lainnya dia ambil dari gudang Paviliun Lin. Dia memang membawa banyak persediaan dari sana, sekalian untuk kebutuhan klinik.


Dari hasil penyulingan pil kali ini, Lin Chen berhasil membuat lima pil.


Satu pil itu cukup untuk semua pasien, caranya cukup diencerkan saja dan diminum kan. Sedangkan empat pil lainnya disimpan untuk persediaan sendiri, Lin Chen menyimpan rencana sendiri salam pikirannya.

__ADS_1


"Wanting, besok datanglah ke klinik. Pil nya telah aku siapkan" kata Lin Chen di telepon. "Oh ya rumput-rumputan ini, apakah kamu akan mengambilnya kembali?"


"Tidak, ambil saja kalau mau. Itu juga hanya sebagian kecil saja." jawab Song Wanting tak peduli.


Keesokan harinya, Lin Chen kembali memilah tanaman obat di gudang. Tong Dji tetap di klinik untuk menunggu Song Wanting.


"Jun Xing, ambil daftar ini dan pisahkan menurut catatan di sana. Ingat, hanya kualitas terbaik."


Daftar itu adalah resep untuk membuat pil terobosan ke alam Induksi Roh dan Alam elemen Awal. Ini sifatnya untung-untungan saja, kalau ada syukur dan kalaupun memang tidak ada ya sudah berarti memang belum berjodoh saja.


Masih ada sembilang gudang lagi, Jun Xing yang tidak ikut pulang ke klinik sudah mengatur orang untuk membantu.


"Mao Dong, apa kau tempat dimana membeli giok?"


"Tentu saja tuan, aku juga mengenal beberapa pemasok batu giok mentah. Kita memiliki hubungan dengan beberapa pemasok ini."


"Bagus sekali, ato kita pergi kalau begitu."


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di pameran batu giok terbesar di kota Liang. "Aku akan menelepon pemasok ini." kata Mao Dong namun Lin Chen berkata tidak usah, dia akan berkeliling dulu lagipula Mao Dong tampak akrab dengan situasi di pasar giok ini.


Jalan panjang yang menjajakan batu giok mentah dan berbagai macam benda antik lainnya menyambut kedatangan Lin Chen. Di pintu masuk terdapat sebuah gapura yang bertuliskan nama tempat itu.


Artinya pasar batu giok dan barang antik. "Tuan, batu giok dan benda antik berkualitas ada di belakang sana. Kita langsung ke sana saja, yang di sini barang-barang sampah semua."


"Tidak usah buru-buru, aku akan melihat-lihat dulu."


Lin Chen sebelumnya memang tidak punya pengalaman di bidang ini, mulanya dia tertarik dan terpesona dengan barang-barang yang dipajang namun setelah menyentuhnya dan tanpa sengaja memindai nya dengan indra spiritual, barang-barang itu ternyata palsu. Tidak ada dari mereka yang memiliki energi spiritual.


Sedangkan yang Lin Chen cari adalah batu giok yang memiliki energi spiritual.


Lin Chen terus menyusuri jalan itu, sesekali Ia terlihat memegang dan melihat-lihat giok yang menarik hatinya tapi dengan cepat menggeleng ketika memeriksa nya. Tiba-tiba mata Lin Chen terpaku melihat sebuah batu sebesar bola, benda itu tergeletak begitu saja, sama sekali tidak menarik perhatian.


"Silahkan tuan, anda datang di tempat yang tepat. Kios ini sudah berdiri ratusan tahun dan aku pasti bisa memuaskan anda."


"Aku hanya melihat-lihat, semoga ada yang berjodoh."


Ucap Lin dengan santai sambil terus menggeleng pelan ketika menyentuh sesuatu. "Paman, apakah paman menjual kertas jimat?"


"Ada tuan, berapa banyak yang Anda butuhkan?"

__ADS_1


"Seratus lembar."


Penjual itu cukup kaget mendengar ucapan Lin Chen, "Apakah anda mengikuti ajaran Tao?"


"Heh oak tua, aku rasa itu bukan urusanmu."


Mao Dong sangat tanggap, dia sangat kagum dengan Lin Chen dan tentu saja dia tidak membiarkan ada orang yang bertanya urusan pribadi Lin Chen.


"Aku baru belajar beberapa hari ini dan ingin membuat sesuatu saja." kata Lin Chen.


"Tuan... "


Mao Dong baru akan mengumpat lagi tapi dihentikan Lin Chen.


"Hais tuan terlalu lembut." kata Mao Dong. "Heh lain kali, jaga mulut! Jangan banyak bertanya bahkan ketika kau ingin. Atau kamu mau dikutuk? kau mau sial seumur hidupmu?"


"Tidak, tidak, tidak berani, aku tidak berani." Pemilik kios langsung masuk ke dalam mengambil pesanan Lin Chen.


Dia tentu saja tidak berani main-main dengan seorang penggiat Tao. Keringat dingin membasahi punggungnya, dia baru merasa enakan ketika masuk ke dalam kios nya.


"Mao Dong, apakah itu perlu?"


"Tuan, aku minta maaf. Saya sangat kesal melihat pemilik toko ini, tuan adalah pimpinan dan sudah tugasku menjaga wibawa tuan mereka tidak pantas bahkan berada di dekat tuan."


Mao Dong tidak salah, dia yang telah lama mengikuti pimpinan sebelumnya masih tetap tidak bisa menghilang kan karakternya yang kadang meledak.


"Ini pesanan anda."


"Aku juga menginginkan batu tinta ini dan tintanya, untuk kuasnya pilihkan saja yang terbaik."


"Totalnya jadi lima ratus juta tuan."


"Apa kamu mau merampok?" Ma Dong lagi-lagi berteriak.


"Tuan, ini adalah batu dan tinta terbaik, lagipula kuas ini dari bulu Serigala Suci dari pegunungan." ucap pemilik toko itu tergagap.


"Mao Dong sudahlah biar aku saja." Lin Chen tak mau banyak ribut. "Paman begini saja, dua ratus juta tapi dengan batu itu." kata Lin Chen menunjuk batu jelek tak beraturan yang menarik perhatiannya.


"Ambil atau kami pergi. Cih apa barang-barang mu lebih baik dari yang ada di dalam?"

__ADS_1


__ADS_2