Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Tidak Sesuai Harapan


__ADS_3

Lin Chen juga tidak perlu menolak ajakan Zhang Zitou, ini bisnis yang menguntungkan. Energi giok yang berkualitas memang sangat bagus untuk kultivasi nya dan yang lebih penting lagi dia bisa sekaligus mencoba kekuatan jiwa spiritualnya untuk memprediksi giok mentah


Hanya satu jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai di pasar batu mentah terbesar di kota Liang.


"Tuan Zhang! disini!" seru seseorang dari jauh. "Apa kabar? aku tak menyangka anda bisa datang kesini juga."


"Tuan Lei, apa maksudmu? apa aku tidak boleh datang?"


"Bukan begitu, hanya saja tidak biasanya anda datang sendiri. Dimana ahli nya?"


Zhang Zitou langsung menunjuk dan mengenalkan Lin Chen. Memang biasanya keluarga besar yang berbisnis batu mentah tidak pernah ada yang mau datang sendiri. Mereka mempercayakan semuanya pada ahlinya saja atau memesan jauh-jauh hari kepada ahli di pasar batu mentah, dalam hal ini adalah tuan Lei.


"Anda masih begitu muda, apa anda yakin tidak akan menipu tuan Zhang?"


Kesan pertama dari tuan Lei adalah memandang rendah Lin Chen, biar bagaimana pun dia tetap tidak terlalu suka. Pemasukannya akan berkurang jauh kalau Zhang Zitou tidak meminta bantuannya.

__ADS_1


"Tuan Lei!"


"Oh maaf, maaf, aku hanya berbicara saja. Anda tau, bisnis ini banyak hal yang harus dipertegas."


"Bukan urusanmu! pergi dan siapkan semuanya."


Zhang Zitou tidak ambil pusing ucapan tuan Lei, dia lebih percaya Lin Chen daripada dia. Di sisi lain, meskipun tuan Lei tidak senang tapi dia tidak mungkin menyinggung Zhang Zitou.


Senyum aneh tampak terlihat di sudut mulutnya ketika dia berjalan menjauh. Namun sedikit gerakan ini tak lepas dari pandangan Lin Chen.


Yang diminta Zhang Zitou siapkan pada tuan Lin adalah tempat terdepan di pasar utama.


Seperti biasa, semua batu yang baru turun akan dipilih dan diletakkan di lantai, ini masih dibatasi dengan tali panjang agar setiap orang bisa melihat dari dekat. Nah tempat terdepan inilah yang tadi dipesan oleh Zhang Zitou.


Lin Chen mulai mengedarkan persepsi spiritual nya dan mulai memindai energi spiritual pada setiap batu. Namun Lin Chen menggeleng pelan, dia hanya memilih lima batu, dua disimpan untuk nya sendiri sedangkan tiga batu lainnya diserahkan pada Zhang Zitou.

__ADS_1


"Zitou, kita pulang saja." Lin Chen memang berharap banyak sejak datang ke pasar batu namun semua tidak sesuai harapannya. Dia bahkan sudah berulang kali mencoba memeriksa namun hasilnya tetap sama.


"Ini... " Zhang Zitou mau percaya saja tapi sulit.


"Tuan Zhang, aku pikir ahli yang anda bawa kali ini tidak tau apa-apa. Lihat saja, dari semua tumpukan ini dia hanya memilih lima, dia bahkan tidak mau memotongnya."


Tuan Lei datang dan langsung memprovokasi.


"Terserah Kalau kamu mau tinggal, tapi aku masih ada urusan lain." kata Lin Chen. Dia langsung berlalu pergi dan mengacuhkan ucapan provokasi tuan Lei.


"Tuan Lin, tunggu, aku akan mengantar mu." Zhang Zitou yang tadi sempat ragu menggertakkan giginya dan berlari menyusul Lin Chen.


"Tidak usah, kamu tinggal saja. Oh ya kamu bisa memotong batu-batu itu. Aku jamin kamu tidak akan kecewa."


"Tidak, tidak, itu tidak perlu. Aku percaya seratus persen pada mu." Zhang Zitou buru-buru menolak usulan Lin Chen.

__ADS_1


__ADS_2